Category Archives: Majemen Pemasaran

Manajemn Pemasaran

Obat Tradisional Tembus Rp 113 Triliun

Manajemen PemasaranManajemen Pemasaran ~Beredarnya obat tradisional dipasaran yang ada dalam dunia bisnis cenderung memberikan peluang besar terhadap kehidupan perekonomian masayarakat yang menengah kebawah. Karena dilihat dari proses produksi yang dilakukan masyarakat yang tergolong ke bawah lah yang lebih banyak memproduksi obat tradisional.

Eksistensi dari perkembangan jamutelah menunjukkan berbagai bukti, terbukti sekarang ini masyarakat lebih banyak menaruh minatnya pada obat tradisional tersebut. Selain harga yang mudah dijangkau, juga lebih mudah didapatkan.

Tercatat di Sukoharjo, mampu meraih omzet sebesar Rp 113 Triliun yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa penghasilan yang ada dari obat tradisional merupakan kesuksesan atas pemasaran yang telah dilakukan.

Tanpa adanya pemasaran yang dilakukan dengan strategis, penjualan jamu tidak akan berhasil menuai keberhasilan yang telah disebutkan diatas. Lantas bauran pemasaran yang seperti apa yang harus diterapkan dalam segala bidang ketika melakukan pemasaran ?

Tentu saja dilihat dari ilmu manajemen yang ada, manajemen pemasaran merupakan suatu startegi dalam mencipatakan promosi yang berkualitas, yang pada akhirnya mampu memberikan pengaruh pada perilaku konsumen untuk mengkonsumsinya.

Akan tetapi dunia bisnis yang sedang ada saat ini, mengalami banyak seklai perubahan da permasalahan yang sangat kompleks, mengapa demikian ? melihat permasalahan yang ada pada dunia bisnis yang terdiri dari globalisasi,kemajuan teknologi, dan deregulasi menuntut segala pihak untuk pandai dalam menghadapi situasi ini.

Manajemen Pemasaran

Aktivitas pemasaran yang ada memiliki banyak sekali nilai dan dampak positif yang ada untuk pihak konsumen ataupun produsen. Dilihat dari sisi konsumen, pemasaran sendiri juga dipandang sebagai segala kegiatan yang ada yang mampu dan membantu meberikan berbagai pilihan alternatif dari berbagai produk yang ada sebagai alat pemuas.

Konsumen menganggap bahwa pemasaran merupakan hal yang sangat unik. Mengapa demikian karena pada saat dilakukan pemasaran ada berbagai macam penawaran yang ada yang pada akhirnya mampu menambah segala kebutuhan yang ada dari konsumen.

Selain itu dari sisi produsen, pemasaran ditujukan sebagai suatu kegiatan yang menunjang keberhasilan dari suatu produk yang telah dihasilkan. Pada persepsi yang ada pada produsen, pemasaran dianggap sebagai ajang peningkatan kualitas pelayanan yang ada untuk meningkatkan kebutuhan konsumen.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemasaran memiliki fungsi yang sangat unik, beragam dan memiliki corak tersendiri pagi keseimbangan pasar. Fungsi Pemasaran tidak hanya berkaitan dengan berbagai kepentingan produsen saja akan tetapi konsumen juga.

Sehingga pada awal munculnya pemasaran banyak orang yang mendefinisikan pemasaran sebagai suatu kegiatan yang berhubungan dengan barang, yang pada awalnya titik awalnya akan ditawarkan pada lembaga-lembaga tertentu untuk diperjual belikan. Dari kegiatan tersebut keseimbangan pasar akan transaksi akan seimbang.

Demikian artikel yang membahas kemajuan Obat Tradisional, Pemasaran Obat Tradisional, Manajemen Pemasaran, Pemasaran Konsumen, Pemasaran Produsen. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Perilaku Konsumen

Kaitan Antara Pemasaran Dan Perilaku Konsumen

Perilaku KonsumenPerilaku Konsumen~ Masalah pertanian adalah masalah mendasar di Indonesia. Padahal pertanian menjadi tumpuan pembangunan bangsa karena paling banyak tenaga kerja dan kelompok miskinnya.

Salah satu hasil pertanian yang memerlukan proses pengolahan agar meningkatkan nilai tambah produk adalah kedelai. Kedelai merupakan bahan pangan yang mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari adanya kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari bahan makanan yang berbahan baku kedelai. Sebagai makanan, kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel-sel tubuh karena banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan, terutama kandungan protein yang tinggi (Setyowati, 2011).

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadikan masyarakat mengkonsumsi bahan makanan yang bergizi. Sebagai bahan pelengkap makanan yang banyak mengandung gizi, banyak masyarakat yang menjadikan kecap sebagai bagaian dari menu setiap hari, sehingga menyebabkan banyaknya produsen kecap yang menciptakan berbagai merek kecap.

Banyaknya merek kecap yang ada di pasaran menyebabkan adanya persaingan antar produsen kecap dalam memperebutkan konsumen, sehingga bagi pemasar perlu menyusun strategi pemasaran salah satunya adalah mempelajari perilaku konsumen.

Pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen, atau berorientasi pada konsumen (consumer oriented). Hal ini secara azasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk (product concept)  dan penjualan  (sales concept) atau keuangan (financial concept). Konsep pemasaran mengajarkan bahwa kegiatan pemasaran harus dimulai dengan usaha mengenal dan merumuskan keinginan dan kebutuhan dari konsumennya (Swastha dan Handoko, 1997).

Orientasi Pada Konsumen

Pada dasarnya konsumen merupakan sasaran utam dari suatu pemasaran. Oleh sebab itu, perusahaan haru meperhatikan konsumen, meliputi:

  1. Menentukan kebutuhan pokok (basic need) dari pembelian yang akan dilayani dan dipenuhi.
  2. Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan
  3. Menentukan produk dan program pemasarannya
  4. Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta perilaku konsumen.
  5. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik.

Kepuasan Konsumen (Consumer Satisfaction)

pada hakikatnya suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil dalam tiap pemasaran yang dapat menguntungkan atau memberikan laba dengan jangka panjang. Sehingga dengan kata lain perusahaan harus mampu memaksimalkan kepuasaan konsumen, tetapi perusahaan harus mendapatkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada konsumen.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pemasaran Pertanian, Perilaku Konsumen, Kepuasaan Konsumen, Masalah Pertanian, Orientasi Konsumen. Semoga artikel yang kami sajikan mampu emmberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Pedagang Buah

Manajemen Strategi Pemasaran Secara Efisiensi Buah Lokal Pasca Letusan Gunung Kelud

Pedagang BuahStrategi Pemasaran~ Akibat dari letusan gunung Kelud yang dilanjutkan dengan aktivitas hujan abu vulkanik beberapa waktu lalu sangan memberi dampak yang dapat dibilang merugikan pada jalur distribusi bahkan pemsaran buah disejumlah kota di Jawa Timur.

Dapat dilihat banyak sekali perubahan yang ada dalam kegiatan pemasaran buah yang ada. Misalnya saja pada buah jeruk, apel, dan semangka yang hingga kini melonjak naik. Harga apel yang semula hanya 25 ribu rupiah perkilonya kini naik menjadi 30 ribu rupiah tiap kilogramnya.

Adanya kenaikan harga tersebut disebabkan oleh telatnya pengiriman serta pemasokan dari buah yang berada pada daerah yang terkena imbas dari abu vulkanik.

Tentu saja dampak yang terjadi selanjutnya berada penuh pada kegiatan pemasaran. Berkurangnya jumlah pembeli membuat para pedagang buah gigit jari. Alhasil keseimbangan antara transaksi pasar menjadi rancu.

Dari gambaran berita di atas dibutuhkan suatu strategi yang dapat mengatasi semua masalah dan kendala tersebut. Dari penyusunan strategi akan didapat suatu solusi yang dapat digunakan untuk kegiatan yang mendatang.

Efisiensi Pemasaran

Kinerja sistem pemasaran dikatakan adil dan efisien apabila konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi.  Selain itu  masing-masing  lembaga pemasaran memperoleh keuntungan yang adil dan merata sesuai proporsi  biaya yang dikeluarkan.

Efisiensi sering digunakan  di  industri  hasil pertanian  dalam mengukur kinerja pasar. Peningkatan efisiensi merupakan tujuan umum dari petani, lembaga pemasaran, konsumen dan masyarakat umum. Merupakan hal yang umum bahwa semakin tinggi efisiensi berarti kinerja pasar semakin baik, demikian pula sebaliknya.

Masalah efisiensi pemasaran berhubungan dengan masalah penyaluran barang-barang atau jasa dari  produsen kepada konsumen menurut tempat, waktu, dan bentuk yang diinginkan oleh konsumen dengan biaya yang serendah-rendahnya sesuai dengan tingkat teknologi yang ada.

Strategi Pemasaran Buah Lokal secara Umum

A. Perbaikan teknologi produksi secara tepat guna

  1. Penggunaan bibit dan pupuk berkualitas
  2.  Perbaikan manajemen pemeliharaan kebun sesuai dengan kondisi wilayah
  3. Peningkatan kualitas SDM petani melalui penyuluhan dan pelatihan teknis
  4. produksi sesuai dengan kondisi wilayah

B. Perbaikan kebijakan pemerintah yang mendukung pelaku agribisnis

  1. Memperbaiki kebijakan tarif impor buah
  2. Membuat kebijakan harga input domestik yang mendukung pelaku agribisnis
  3. Membatasi alih fungsi lahan pertanian produktif melalui revitalisasi agrarian
  4. Dinas Pertanian dan Kehutanan  lebih mendorong pengembangan agribisnis komoditi buah-buahan unggulan ke arah agroindustri

 C. Perbaikan  promosi  buah  lokal  oleh pelaku agribisnis, pemerintah, dan   akademik

  1. Perbaikan kualitas buah lokal
  2. Perbaikan tampilan kemasan buah lokal
  3. Memperluas jaringan pemasaran buah lokal baik dalam bentuk segar maupun olahan melalui kegiatan pengenalan produk unggulan lokal kepada masyarakat dalam even-even tertentu seperti pameran, dan lain-lain.

Artikel Yang Terkait: