Category Archives: Manajemen Keuangan

perusahaan akun

Manajemen Keuangan Perusahaan

perusahaan akun

Keuangan Perusahaan~ Berbicara mengenai manajemen tentu saja kebanyakan orang akan mengasumsikannya hanya sebatas pengelolahan dan pengaturan dalam bidang-bidang tertentu. Hal ini sudah umum dilakukan banyak orang mengingat memang banyak pendefinisian dari arti kata tersebut dari beberapa pandangan, sehingga mungkin saja terjadi kesalahan persepsi.

Salah satunya dapat disebutkan manajemen keuangan, manajemen keuangan sendiri diartikan sebagai suatu usaha mengelolah sumber modalnya dengan cara semurah-murahnya dan menggunakan sumber modal tersebut secara efektif, efisien, dan seproduktif mungkin.

Di dalam sebuah perusahaan pastilah terdapat manajemen keuangan yang dikelola oleh seorang manajer keuangan. Seorang manajer keuangan yang profesional akan memahami keuangan perusahaannya dalam usur dan segi keungan yang baik. Hal tersebut tentunya diselingi dengan sikap yang bijaksana yaitu bagaimana cara mengelolah sumber modal tertentu, sehingga hal tersebut merupakn unsur terpenting suatu pencapaian perusahaan.

Seorang manajer keuangan perusahaan tentu saja harus menguasai segala unsur manajemen keuangan agar dapat menyelesaiakan masalah serta dapat memberikan solusi atas kendala yang terjadi pada keuangan perusahaan.

Seorang manajer perusahaan juga harus mengetahui segala aktivitas yang dilakuakan di dalam perusahaan khususnya mengenai keuangan. Untuk merealisasikan keuntungan yang maksimum seorang manajer perusahaan harus menganalisa sumber dana dan penggunaannya.

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manajemen perusahaan sendiri sangat penting diperhatikan oleh seorang manajer keuangan perusahaan. Adapun aktivitas dari manajemen keuangan, meliputi :

  1. Aktivitas penggunaan dana, artinya segala aktivitas yang menginvestasikan dana segala aspek aktiva.
  2. Aktivitas pengelolahan dana, yang artinya segala aktivitas yang berhubungan dengan cara mendapatkan sumber dana, baik internal maupun eksternal.
  3. Aktivitas pengelolahan aktiva, pengelolahan aktiva dilakukan setelah dana yang di dapat dan telah dilakukan pengalokasian dana dalam bentuk aktiva.

Tergambar dari penjabaran di atas bahwa tugas pokok  manajemen keuangan ialah sebagai pengambil keputasan, pembiayaan kegiatan usaha, dengan demikian seorang manajer keuangan perusahaan akan membuatrencana yang maksimal dan matang untuk memasimalkan nilai perusahaannya.

Ada beberapa kegiatan pentinga yang harus dilakukan oleh seorang manjer keuangan perusahaan yang meliputi beberapa aspek diantaranya:

  1. Manajer keuangan perusahaan harus bekerja sama dengan manajer perusahaan yang lanya.
  2. Manajer keuangan perusahaan memusatkan perhatiannya pada pembiayaan yang dilakukan dengan investasi dan segala yang berhubungan dengan itu.
  3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
  4. Menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan Perusahaan, Tugas Pokok Manajer Keuangan, Aktivitas Manajemen Keuangan, Aspek Kegiatan Manajemen Keuangan. Artikel ini dibuat dengan tujuan yang tak lain ialah ingin menambah pengetahuan bagi pembaca, dan berharap artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan refrensi anda.

manajemen keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

manajemen keuangan

Manajemen Keuangan~ Dalam setiap organisasi atau peruahaan, tentu dan sudah jelas terdapat sebuah pengaturan, pengolahan serta pengendalian yang matang, tujuannya tidak lain ialah untuk memperlancar pekerjaan atau kegiatan yang ada.

Pengaturan, pengolahan, dan pengendalian tersebut disebut dengan manajemen. Dalam perusahaan ataupun organisasi sendiri terdapat berbagai bidang dalam manajemen, salah satunya ialah manajemen keuangan.

Manajemen keuangan sendiri merupakan segala aktivitas yang dilakuakan oleh pemilik dan manajemen perusahaan untukmenggunakan sumber modalnya seefektif mungkin serta seefisien mungkin dengan tujuan untuk memperoleh laba yang ditargetkan.

Dalam hal ini pengertian manajemen keuangan sendiri mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ada pengertian dari manajemen keuanga yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana, ada juga pengertian yang menyebutkan bahwa manajemen keuanga merupakan aktivitas pencarian dana, pengolahan dana, serta pengelolahan terhadapa aktivitas lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan kesimpangsiuran sehingga terjadinya suatu kesalahan persepsi masing-masing individu. Oleh karenanya sebagai manusia yang berwawasan kita perlu memahami secara mendalam apa dan makna sesungguhnya dari manajemen keuangan tersebut.

Untuk merealisasikan keuntungan yang maksimal, suatu perusahaan menganalisa sumber dananya dengan cara yang khusus. Seorang manajer harus mampu mempelajari serta memahami bagaimana peredaran uang baik bersifat internal maupun external.

Dalam manajemen keuangan memiliki kepentingan yaitu sebagai penentu jumlah aktiva yang layak untuk diinvestasikan serta membelanjakan aktiva aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana seorang manajer harus bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Biasanya sumber dana perusahaan yang berasal dari luar didapat di pasar modal, yang berbentuk hutang atau modal sendiri.

Setelah penjabaran yang dilakukan di atas, tentu sekali lagi kita perlu mengetahui dengan seksama apa arti kata atau definisi dari manajemen keuangan itu sendiri. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mengungkapakan pendapatnya melalui definisi, meiputi :

  1. Liefman, mengungkapakan bahwa manajemen keuangan merupakan segala aktivitas yang dilakuakan utuk menyediakan uang dan menggunakan uang tersebut untuk memperoleh aktiva yang lebih.
  2. Suad Husnan, disini beliau berpendapat bahwa manajemen keuangan merupak segala aktivitas yang dilakukan mengatur segal fungsi-fungsi dari manajemen itu sendiri.
  3. James Van Horne, mengungkapakan bahwa manajemen keuangan ialah segala usaha yang dilakuakan untuk memperoleh dana, pendanaan, an pengelolahan aktiva yang lainnya.
  4. Bambang Riyanto, berpendapat bahwa manajemen keuangan merupakan keseluruhan aktivitas yang ada di dalam perusahaan, yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha memperoleh dana yang diperlukan untuk memperoleh laba, serta usaha untuk mengelola sumber dana seefisien mungkin.

Segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini memiliki fungsi-fungsi tersendiri, tak terkecualai dengan fungsi manajemen keuangan yang berfungsi sebgai berikut:

  1. Perencanaan Keuangan artinya membuat suau rencana tertentu meliputi kegiatan pemasukan serta pengeluaran pada kegiatan tertentu dan untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran keuangan artinya suatu tindakan khusus yang dilakukan secara detail terhadap pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolahan keuangan artinya menggunakan semua sumber modal perusahaan seefisien mungkin.
  4. Pencarian keuangan artinya mencari serta mengeksploitasi sumber dana modal utuk kegiatan oprasional perusahaan.
  5. Penyimpanan keuangan artinya ialah aktivitas menyimpan dana atau harta perusahaan dengan tujuan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian keuangan artinya perbaikana serta pengevaluasian sistem keuanagn yang ada didalam perusahaan.
  7. Pemeriksaan keuangan artinya melakukan suatu kegiatan audit internal ataus keuangan agar tidak terjadi suatu penyimpanagan keuangan perusahaan.
  8. Pelaporan keuangan suatu kegiatan penyedian informasi mengenai keadaan keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Manajemen Keuangan, Fungsi Manajemen Keuangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi untuk anda.

Manajemen Saham

Penurunan saham, Manajemen Bermasalah ?

Manajemen SahamSaham Perusahaan~ Penurunan saham yang drastis kali ini harus dirasakan oleh PT Cipaganti Citra Graha Tbk, yang pada akhirnya mengeluh penurunan saham akibat kasus penipuan yang dialami pada proses bagi hasil koperasi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut otomatis berdampak pada bidang usaha Cipaganti Group. Salah satunya dengan terjadinya penurunan nilai saham di PT Cipaganti Citra Graha Tbk. Berita yang gencar dipublikasikan ini mengalami dampak yang dalam kondisi saham.

Tercatat sejak berita kasus penipuan muncul pada tanggal 17 Juni saham perseroan mengalami penurunan ke level Rp 88 per lembar saham. Padahal harga penawaran saham perusahaan saat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ditetapkan pada level Rp 190.

pelemahan ini sendiri lebih diakibatkan oleh kuranya pemahaman dari para investor yang menyebabkan timbulnya kekhawatiran berlebih terhadap kelangsungan kinerja perusahaan.

Pengertian Saham

Diantara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham biasa (common stock)  merupakan salah satu jenis efek yang paling banyak diperdagangkan di pasar modal.

Bahkan saat ini dengan semakin banyaknya emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa efek, perdagangan saham semakin marak dan menarik para investor untuk terjun dalam jual beli saham. Secara sederhana, saham didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

Perubahan Saham

Pada dasarnya harga saham dipasaran dapat berubah sewaktu-waktu. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh kekuatan dari penawaran dan permintaan yang sedang terjadi dipasar sekunder.

Dengan kata lain jika banyak investor yang ingin membeli atau sedang menyimpan sahamnya harga akan cenderung mengalami peningkatan. Hal terssebut juga berlaku sebaliknya jika banyak investor yang menjal atau melepaskan maka akan berdampak pada penurunan saham.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham yang ada dipasaran berlaku dipengaruhi oleh penelian atas pembelian dan penjualan terhadap kondisi yang ada pada internal dan eksternal pada perusahaan.

Kondisi yang ada pada internal perusahaan dapat diamati dengan menggunakan beberapa indikator kinerja rasio keuangan. Sehingga investor yang berkepentingan tentu saja membutuhkan suatu laporan keuangan untuk mengetahui kondisi dari perusahaan tersebut.

Perubahan harga saham yang ada akan menyebabkan berbagai selisih harga saham yang ada. Biasanya perubahan harga saham biasanya dihubungkan dengan debt ratio, debt ratio, earning volatility, asset growth, size dan dividend policy.

Demikian artikel yang membahas mengani Manajemen Perusahaan, Manajemen Saham, Perubahan Harga Saham. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan manfaat untuk Anda.

Atikel yang Terkait:

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Manajemen Laba Laporan Keuangan

Keuangan NegaraLaporan Keuangan~ Dalam melakukan segala aktivitas yang berhubungan langsung dengan organisasi tentu saja semua hal membutuhkan suatu manajamen yang dijadikan sebagai pondasi awal terlaksananya kegiatan tersebut.

Karena tanpa manajemen tentu saja pengelolah kegiatan atau pengelolah segala bidang yang ada dalam unsue organisasi atau perusahaan akan mengalami kesulitan. Mengapa demikian ? mengingat bahwa manajemen sendiri merupakan suatu alat yang digunakan sebagai alat pengelolahan tentu saja akan memudahkan segala pekerjaan.

Selain itu manajemen tidak hanya menentukan tindak tanduk yang ada dalam suatu perusahaan tertentu. Akan tetapi manajemen juga mengatur sebuah laba yang ada dalam pasar. Dengan artian manajemen laba dapat memaksimalkan nilai yang ada dalam pasaran.

Manajemen laba sangat berhubungan dengan laporan keuangan yang ada dalam suatu perusahaan atau organisasi. Karena dari laporan keuangan tersebut didapatkan suatu indikasi kondisi penentu masa depan dari perusahaan tersebut.

Laporan keuangan yang akurat dapat dilihat dari berbagai sendi-sendi pelaporan yang dilampirkan secara abstarksi kepada segala pihak yang bersangkutan. Dengan demikian hal tersebut juga menjadi tolak ukur pendorong majunya perkembangan yang ada pada perusahaan tersebut.

Sehingga perlu ditekankan pada pihak manajemen selaku penyusun keuangan agar lebih memperhatikan segala bentuk yang pasti dari laporan keuangan tersebut. Karena dari laporan keuangan juga didapatkan suatu penilaian kinerja tersendiri.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan sarana komunikasi untuk berbagai pihak yang membutuhkan baik dari pihak internal atau eksternal perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi yang ada dari laporan keuangan.

Selain itu laporan juga digunakan sebagai sarana penghubung antara pihak internal perusahaan dengan pihak eksternal perusahaan sebagai wujud asli pertanggungjawaban hasil kinerja yang ada dari perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, mengingat bahwa laporan keuangan merupakan unsur yang paling penting perlu diperhatikan penyusunannya, dan perlu diperhatikan pula penyusunannya dengan sebenar-benarnya.

Ada yang mengungkapkan bahwa laporan keuangan merupakan catatan ringkas mengenai berbagai kondisi keuangan dari suatu perusahaan atau organisasi yang dijadikan suatu komunikasi antar pihak-pihak bersangkutan.

Manajemen Laba

Manajemen laba merupakan salah satu fenomena yang saat ini sedang dibahas. Mengap demikian ? karena dalam menentukan laba ilmu manajemen yang ada terkesan unik karena mampu memberikan berbagai kebijakan yang ada dalam ilmu akuntansi.

Pada dasarnya manajemen laba merupakan suatu campur tangan yang ditujukan langsung pada proses pelaporan yang ada pada keuangan suatu perusahaan. Yang mana pelaporan tersebut menunjukkan kondisi dari perusahaan yang akan diberikan pada pihak ekternal.

Manajemen laba memberikan fleksibilitas kepada manajer melindungi kepentingan dirinya, perusahaan dan pihak yang terkait dengan kontrak yang dilakukan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan, Manajemen Perusahan, Komunikasi Laporan Keuangan. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

akuntansi (1)

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen~ Didalam sebuah perusahaan tentu terdapat beberapa laporan dan informasi mengenai pengelolahan keuangan, yang nantinya akan menjadi sebuah pedoman bagi seseorang untuk menjalankan fungsinya sebagai seorang pengolah keuangan.

Laporan dan informasi mengenai keuangan disebut dengan akuntansi, sedangkan seseorang yang mengelolah keuangan tersebut disebut dengan manajer keuangan. Yah keduanya sangat dibutuhkan dalam kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.

Didalam sebuah perusahaan tentu terdapat beberapa laporan dan informasi mengenai pengelolahan keuangan, yang nantinya akan menjadi sebuah pedoman bagi seseorang untuk menjalankan fungsinya sebagai seorang pengolah keuangan.

Laporan dan informasi mengenai keuangan disebut dengan akuntansi, sedangkan seseorang yang mengelolah keuangan tersebut disebut dengan manajer keuangan. Yah keduanya sangat dibutuhkan dalam kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.

Secara universal akuntansi merupakan sebuah laporan keuangan perusahaan yang diberikan kepada pihak-pihak yang membutuhkannya dengan tujuan mengentahui kondisi dari perusahaan tersebut.

Sedangkan manajemen sendiri suatu kegiaatan me-manage yang berbentuk suatu pengelolahan mengatur, dan mengendalikan ebuah kegiatan yang dilakuakn dengan kespakatan atau kerjasama antara pihak satu dnegan pihak yang lainya dengan tujuan untuk mencapai suatu target yang ditentukan.

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa akuntansi manajemen ialah suatu kegiatan me-manage dengan tujuan menghasilkan informasi keuangan yang diperuntukkan bagi-bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

Akuntansi manajemen merupakan penggabungan dari penyajian, dan enafsiran informasi yang digunakan sebagai pedoman atau perumusan strategi, aktivitas perencanaan dan pengendalian, pembuatan keputusan tertentu, sebagai optimalisasikan pengguanaan sumber daya.

Di dalam akuntansi manajemen terdapat sistem akutansi manajemen. Sistem akuntansi manjemen adalah sistem informasi yang menghasilkan kesimpulan tertentu dengan menggunakan data yang ada dan prosesnya bertujuan untuk memenuhi hasil akhir tertentu dari suatu manjemen.

Proses-proses yang dimaksud di dalam sistem akuntansi manjemen ialah segala kegiatan yang berbentuk pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolahan informasi. Sedangkan output yang dihasilakan  berupa informasi laporan khusus, harga produk, biaya penganggaran, anggaran, laporan kinerja karyawan, dan komunikasi personal.

Fungsi dari hasil informasi yang sudah ada di dalam manajemen ada beberapa hal yang bisa di rumuskan yaitu :

  1. Merumuskan strategi.
  2. Proses perencanaan dan pengendalian.
  3. Pengambilan keputusan.
  4. Optimalisasi keputusan.
  5. Pengungkapan pemegang saham dan pihak luar.
  6. Pengungkapan entitas organisasi bagi karyawan.
  7. Perlindungan atas asset organisasi.

Akuntansi manajemen adalah suatu sistem akuntansi yang berkaitan dengan segala ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manjemen dalam suatu organisasi serta untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.

Ada beberapa alasan mengapa sistem akuntansi manajemen digunakan dalam perusahaan, salah satunya ialah karena informasi akuntansi manajemen digunakan dalam sebuah organisasi, biasanya untuk pengambilan keputusan, maka Informasi Akuntansi Manajemen menpunyai ciri sebagai berikut:

  1. Dirancang dan dimaksukan untuk digunakan oleh pihak manajemen internal organisasi sedangkan informasi Akuntansi keuangan dimaksudkan dan dirancang untuk pihak eksternal seperti kreditur dan para pemegang saham;
  2. Biasanya rahasia dan digunakan oleh pihak manajemen dan bukan untuk laporan publik;
  3. Memandang ke depan, bukan sejarah;
  4. Dihitung dengan mengacu pada kebutuhan manajer dan sering kali menggunakan sistem informasi manajemen, bukan mengacu pada standar akuntansi keuangan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Akuntansi Manajemen, Fungsi Akuntansi Manajemen, Sistem Akuntansi Manajemen, Ciri Informasi Akuntansi Manajemen. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan refrensi anda.

neraca2

Neraca Perdagangan Berlabel Surplus

Keuangan NegaraNeraca Perdagangan~ Kabar yang dapat dikatakan menggembirakan untuk Indonesia yang pada saat ini, kembali memberikan label surplus pada neraca perdagangan. Tercatat bahwa neraca perdaganagan Republik Indonesia mengalami surplus sebesar 0,07 miliar dolar AS yang dilansir pada akhir Mei 2014.

Surplus yang ada kali ini didapat dari oleh neraca non migas yan ada yang kian hari makin berkembang ditengah defisit neraca perdagangan migas. Surplus yang dialami oleh neraca nonmigas didorong oleh laju impor nonmigas yang mnegalami kemunduran dibandingkan sebelumnya.

Impor nonmigas secara umum terkendali sejalan dengan moderasi permintaan domestik sebagai dampak kebijakan stabilisasi yang telah ditempuh selama ini. Akan tetapi hal yang berbeda yang ditunjukkan oleh impor nonmigas impor minyak terus menunjukkan tren peningkatan sejak tahun 2010 lalu.

Sementara itu, dari neraca finansial, aliran masuk modal asing pada Juni 2014 sedikit tertahan, seiring dengan perilaku investor yang menunggu hasil Pemilihan Umum Presiden 2014. Namun, secara akumulatif hingga Juni 2014, aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan Indonesia telah mencapai 11,54 miliar dolar AS.

Dengan demikian devisa negara Indonesia mencapai peningkatan menjadi 107,7 miliar dolar AS. Angka tersebut dapat dikatakan setara dengan 6,2 bulan impor yang dapat dibandingkan pula dengan 6,0 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai standart kecukupan internasional, yang dapat ditargetkan sekitar 3 bulan impor.

Pengertian Neraca Perdagangan

pada hakikatnya neraca perdagangan merupakan suatu catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang dikelola meliputi berbagai kegiatan yang tentunya berhubungan dnegan perdagangan, keuangan dan moneter antara penduduk domestik atau luar negeri.

Dalam hal ini laporan yang ada ditujukkan tiap periode tertentu, atau dalam kurun waktu satu tahun. Laporan yang ada dapat dikatakan sebagai laporan arus pembayaran atau keluar masuknya kas suatu negara.

Nercara perdaganagn merupakan istilah yang sangat umum yang dipergunakan untuk menggambarkan suatu perbedaan antara nilai moneter antara ekspor dan impor. Ada istilah lain yang mengatakan neraca perdagangan biasa disebut dengan ekspor netto.

Nerca perdagangan yang menunjukkan suatu keadaan yang surplus berarti suatu negara tersebut telah mengalami nilai ekspor yang tinggi dibandingkan dengan nilai impor. Sebaliknya suatu neraca perdagangan yang defisit menunjukkan bahwa nilai dari ekspor lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor.

Ketahuilah bahwa Perdagangan Indonesia pernah memburuk pada tahun-tahun tertentu, akan tetapi perdagangan Indonesia mulai membaik kembali kembali dan mengalami peningkatan yang cukup membaik pada tahun 2010. Hantaman yang mampu diterpa perdagangan Indonesia mampu membuktikan eksistensi neraca perdagangan itu sendiri.

Demikian artikel yang membahas mengenai Peningkatan Neraca Perdagangan, Pentingnya Neraca Perdagangan, Indikator Eksopr Impor. Semoga artikel yang Kami sajikan mempu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Keuangan Negara

Bukti Gagalnya Pengelolahan Keuangan Negara

Keuangan NegaraKeuangan Negara~ Berbicara masalah keuangan, tentu saja memberikan berbagai persepsi yang sangat luas terhadap arti dari keuangan tersebut. Pada dasarnya keuangan yang menjadi dasar terlaksanya segala kegiatan yang berhubungan dengan financial.

Terutama pada suatu Negara, jelas saja suatu negara membutuhkan pengelolahan keuangan yang sangat efektif dan efisien sebagai strategi jitu terlaksanya suatu pembangunan dan dapat memberikan kontribusi yang akurat untuk semua yang ada pada negara tersebut.

Akan tetapi maraknya penyelewengan keuangan negara tentu saja menjadi bukti nyata tidak efisien dan efektifnya sebuah pengelolahan uang negara. Bahkan mungkin penyelewengan tersebut dapat dijadikan suatu kegagalan besar terhadap pengelolahan keuangan suatu negara.

Tengok saja bukti nyata yang dipaparkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memiliki berbagai temuan terhadap pengelolahan keuangan yang terjadi pada Negara ini pada smester II pada tahun 2013 dinyatakan bahwa telah adanya ketidakpatuhan pengelolahan keuangan negara.

Ketidakpatuhan tersebut dapat dilihat adanya jumlah pengelolahan keuangan negara sebesar Rp 13, 96 triliun yang dilakukan oleh segenap aparatur negara. Adanya ketidakpatuhan yang terjadi dalam pengelolahan keuangan negara disebabkan oleh lemahnya sistem pengelolahan keuangan negara.

Lemahnya sistem pengelolahan keuangan negara memiliki dampak buruk bagi negara salah satunya adalah kerugian yang harus dialami oleh suatu negara tersebut. Dalam temuan kasus sebanyak 3.542 kasus, senilai Rp 9,24 triliun di antaranya bisa mengakibatkan dampak pada keuangan negara.

Dampak tersebut antara lain, merugikan keuangan negara Rp 1,78 triliun, berpotensi merugikan keuangan negara Rp 4,483 triliun, dan mengurangi potensi penerimaan negara Rp 2,63 triliun.

Pengertian Keuangan Negara

Keunagan negara merupakan suatu sisi yang memiliki dua sisi yang sangat vital. Sisi tersebut dapat disebutkan yaitu sisi obyek dan sisi subyek. Dalam sisi obyek keuangan negara merupakan hak dan serangkaian keuangan negara yang pada dasarnya dinilai dengan uang.

Dalam hal ini kebijakan yang ada juga termasuk dalam lingkaran keuangan baik berupa fiskal maupun moneter. Selain itu keungan negara juga berhubungan dengan adanya pengelolahan kekayaan alam yang dimiliki suatu negara.

Kekayaan negara tersebut dikelola dengan baik dan beenar baik berupa berupa uang, maupun barang yang dapat dijadikan milik negara berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.

Dari sisi subyek, yang dimaksud dengan keuangan negara meliputi seluruh obyek sebagaimana tersebut di atas dimiliki negara, dan/atau dikuasai oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan negara/daerah, dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara.

Pengelolahan Keuangan Negara

Pada dasarnya pengelolahan keuangan negara merupakan subbidang yang berhubungan dengan pengelolahan fiskal yang dapat berupa kebijakan dan segala macam kegiatan yang berkaitan dengan pengelolahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Pengelolahan APBN dapat berupa penetapan Arah dan Kebijakan Umum (AKU), penetapan strategi dan prioritas pengelolaan APBN, penyusunan anggaran oleh pemerintah, pengesahan anggaran oleh DPR, pelaksanaan anggaran, pengawasan anggaran, penyusunan perhitungan anggaran negara (PAN) sampai dengan pengesahan PAN menjadi undang-undang.

Demikian artikel yang Membahas Keuangan Negara, Pengelolahan Keuangan Negara, Kegagalan Pengelolahan Keuangan Negara, Keefektifan Pengelolahan Keuangan Negara. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan tamabahan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

manajemen keuangan

Manajemen Keuangan Daerah

Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan~Dalam mengelolah keuangan dibutuhkan suatu ilmu yang mempelajari pengelolahan keuangan yang baik dan benar. Ilmu tersebut sering disebut dengan manajemen keuangan. Manajemen Keuangan sering digunakan dan dibutuhkan dalam pengelolahan keuangan disegala bidang, tak terkecuali pengelolahan keuangan daerah.

Peraturan Pemerintah No. 105 Tahun 2000, keuangan daerah menyatakan :

Semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut, dalam kerangka anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)

Dari pengertian di atas turut mengundang beberapa ahli untuk mendefinisikan mengenai keuangan daerah diantaranya, sebagai berikut:

  1. Drs. Tjahja Supriatna, ia mendfibisikan keuangan daerah sebagai suatu kemampuan pemerintah daerah untuk mengawasi pengelolahan daerah tersebut mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasi, pengendalian serta pengevaluasian di berbagai sumber keuangan sesuai dengan kewenangan dalam rangka pelaksanaan asas desentralisasi, dekosentrasi dan tugas pembantuan di daerah yang diwujudkan dalam bentuk anggaran pendapatan dan belanja daerah (PBD).
  2. Jaya, berpendapat bahwa keungan daerah merupakan seluruh tatanan, perangkat kelembagaan, dan kebijaksanaan anggaran daerah yang meliputi pendapatan serta belanja negara.
  3. Mamesah, keuangan daerah merupakan segala hak dan kewajiban yang dapat dibilai dengan nominal atau uang, demikian juga segala sesuatu baik berupa  uang maupun barang yang dapat dijadikan kekayaan daerah sepanjang belum dimiliki/dikuasai oleh negara atau daerah yang lebih tinggi, serta pihak lain sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

Manajemen keuangan daerah merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian terhadap semua hak dan kewajiban daerah penyelenggaraan pemerintah yang ada yang segalanya dinilai dengan uang, dan masuk dalam kekayaan yang berhubungan dengan hak serta kewajiban daerah dalam rangka anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai kerangka Manajemen Keuangan Daerah berdasarkan Pasal 3 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, mempunyai fungsi :

  1. Fungsi Otorisasi, APBD merupakan dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan;
  2. Fungsi Perencanaan, APBD merupakan pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan;
  3. Fungsi Pengawasan, APBD menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan;
  4. Fungsi Alokasi, APBD diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian;
  5. Fungsi Distribusi, APBD harus mengandung arti / memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan;
  6. Fungsi Stabilisasi, APBD harus mengandung arti atau harus menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.

Tujuan pengelolahan keuangan daerah meliputi taggung jawab, memenuhi kewajiban keuangan, kejujuran, hasil guna dan daya guna, dan pengendalian.

Dewan perwakilan rakyat daerah merupakan salah satu petugas keuangan pemerintah daerah oleh sebab itu DPRD harus melakukan pengawasan serta pengendalian agar semua tujuan tersebut tercapai, mereka harus berusaha agar selalu mendapat informasi yang diperlukan  untuk memantau pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran dan untk membandingakan penerimaan dan pengeluaran dengan rencana dan sasaran.

Demikian artikel yang membahas mengenai Menajemen Keuangan Daerah, Kerangka Manajemen Keuangan Daerah, Tujuan Manajemen Keuangan Daerah. Artikel ini dibuat dengan tujuan tak lain ialah agar pembaca dapat menambah wawasan serta penulis berharap artikel ini dapat menjadi acuan refrensi untuk anda.

Struktur Modal

Teori Struktur Modal Manajemen Keuangan

Struktur Modal

Struktur Modal~ Dalam perekonomian strukur modal sangat dibutuhkan sebagai sarana pertimbangan pelaksanaan kegiatan. Hal ini juga dinyatakan bahwa sumber modal merupakan salah satu asset penting yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau pelaksana kegiatan keuangan.

Saat krisis moneter melanda dunia imbasnya terasa pada Indonesia yang ditandai kian memburuknya perekonomian Indonesia. Tingkat suku  bunga yang tinggi dan menurunnya daya beli masayarakat yang menurunnya menjadi terpuruknya kegiatan bisnis dunia.

Perusahaan besar yang tadinya berjaya mengalami kebangkrutan yang amat memprihatinkan akibat lesunya pasar dunia. Lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar menjadikan kondisi ini semakin memburuk. Hutang yang jatuh tempo tak lagi dapat diatasi yang menambah suramnya keadaan ini.

Berdasarkan pengalaman tersebut, perusahaan akan semakin sangat memperhitungkan dalam menentukan struktur keuangaannya beserta modalnya jika mereka akan mengambil keputusan untuk berhutang.

Dengan mengetahui faktor-faktor terjadinya kebangkrutan perusahaan yang ada mempengaruhi struktur modal perusahaan yang lainnya khususnya perusahaan manufaktur, dapat membantu para manajemen perusahaan dalam menentukan bagaimana seharusnya sumber modal mereka dipergunakan. Dengan demikian salah satu tujuan dari manajemen perusahaan untuk memaksimalkan kemakmuran usaha dapat tercapai.

Struktur modal sendiri merupakan perimbangan khusus hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal dapat tercermin dari segala kebijakan perusahaan dalam menentukan jenis-jenis sekuritas yang nantinya akan dikeluarkan.

Keputusan struktur modal berkaitan erat dengan pemilihan sumber dana yang baik, yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan, tentu saja sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi.

Dana yang diperoleh dari sumber eksternal merupakan dana yang diperoleh dari kreditur serta pemilik perusahaan. Kebutuhan dana yang berasal dari kreditur tersebut sama dengan hutang perusahaan. Sedangkan dana yang diperoleh dari para pemilik perusahaan dianggap sebagai modal sendiri.

Trade off  merupakan salah satu kebijakan dari struktur modal yang beresiko tinggi untuk tingkat pengembaliannya. Secara logika penambahan hutang yang dilakukan oleh perusahaan memperbesar resiko perusahaan akan tetapi sekaligus memperbesar tngkat pengembalian yang diharapkan.

Resiko yang didapat oleh perusahaan akibat membekaknya hutang perusahaan, secara tidak langsung akan menurunkan saham yang ada di dalam perusahaan tersebut, akan tetapi perlu diingat kembali pengembalian tadi akan menaikkan nilai saham yang ada. Struktur modal optimal merupakan struktur modal yang isinya menyeimbangkan antara resiko dan pengembalian sehingga harga saham tersebut dapat diperoleh secara maksimal.

Perlu diketahui bahwa di dalam struktur modal sendiri memiliki beberapa teori yang dikemukan oleh beberapa ahli antara lain agency theory, signaling theory, packing order theory.

Dalam agency theory  yang diungkapkan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976 menyatakan bahwa para pemegang saham mengahrapkan bahwa agen tidak bertindak atas kepentingan diri sendiri akan tetapi juga bertindak atas kemauan dari para pemegang saham, sehingga pendelegasian kewenangan pemegang saham dapat dijalankan oleh agen.

Berbeda dengan signaling theory  yang diungkapkan oleh Brigham dan Houston (2001), beliau mengungkapkan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan prospek perusahaan manajemen perusahaanlah yang memberikan petunjuk kepada para investor mengenai keadaan dari perusahaan tersebut. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan berusaha menghindari penjualan sahamnya kepada orang luar dan akan mngupayakan berbagai cara untuk mencari modal baru dengan berbagai cara. Pengumuman emisi saham oleh suatu perusahaan merupakan suatu isyarat (signal) bahwa manajemen memandang prospek perusahaan suram. Apabila suatu perusahaan menawarkan penjualan saham baru lebih sering dari biasanya, maka harga sahamnya akan menurun, karena menerbitkan saham baru berarti memberikan isyarat negatif yang kemudian dapat menekan harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah.

Sedangkan packing oreder theory  lebih mengasumsikan untuk mensejahterahkan para pemilik saham secara maksimum. Perusahaan berusaha menerbitkan sekuritas pertama dari internal, retained earning, kemudian utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas. Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal didasarkan pada defisit pendanaan internal.

Konsep trade off dalam balancing theory adalah menyeimbangkan manfaat dan biaya dari penggunaan utang dalam struktur modal sehingga disebut pula sebagai trade off theory. Struktur modal yang optimal dapat ditemukan dengan menyeimbangkan antara keuntungan penggunaan utang dengan biaya kebangkrutan dan biaya keagenan yang disebut model trade off.

Demikian artikel yang membahas mengenai Struktur Modal, Teori Struktur Modal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait:

Anggaran Keluarga

Teori Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga ~ Di dalam suatu manajemen keuangan keluarga juga perlu diketahui oleh seorang ibu rumah tangga atau keluarga inti terdapat dua konsep utama menajemen keuangan yaitu neraca laba/rugi serta manajemen arus kas.

Bagi anda, ibu rumah tangga yang memiliki perhatian khusus mengeai keuangan keluarga, perlu kiranya menyimak dengan seksama isi artikel berikut ini.

Arus kas atau nama lainnya cash flow merupakan suatu aliran uang yang dicatat mulai dari kegiatan kita mendapatkan uang tersebut, menyimpannya, mengembangkannya, samapai dengan mengeluarkan uang tersebut dengan cara teratur dan bijaksana diselingi dengan sikap yang disiplin.

Pentingnya cashflow sebagai pengetahuan akan keuangan keluarga, perlu dipahami secara mendalam agar tidak terjadi kekacauan pada keungan keluarga serta terpantaunya keuangan dengan baik. Ada ungkapan yang cukup unik ketika membahas mengenai maslaah keuangan terutama keuangan keluarga yaitu “bukan masalah yang besar keuangan Anda mengalami status defisit, asalkan anda tahu kemana perginya uang tersebut”.

Pendapatan merupakan hal yang wajib diketahui ketika kita sedang memahami cashflow. pendapatan merupakan kegiatan memperoleh uang/harta yang biasanya didapat dari dua aktivitas utama yaitu gaji dan investasi.

Hasil investasi diperoleh dari suatyu aktivitas penanaman modal dalam berbagai cara. Cara-cara tersebut dapat erupa berinvestasi seperti deposito, properti, saham, hasil usaha, reksadana, obligasi dll.

Kebanyakan keluarga terutama ibu rumah tangga menyimpan seluruh penghasilan yang didapat tadi kedalam bentuk uang tunai, atau dapat disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil di ATM.

Pengeluaran merupakan hal yang juga perlu diperhatikan selain memperhatikan pendapatan keluarga. Pengeluaran suatu aktivatas yang mengakibatkan jumlah harta atau uang kita menjadi berkurang. Dalam akuntansi sendiri akan dapat terkihat dengan jelas pengeluaran serta pemasukan kita melalui diagram.

Apabila kita tidak dapat me-manage  uang keluarga dengan baik, maka akan akan terjadi sebuah kekacauan yang bisa-bisa berujung dengan kebangkrutan samapi dengan kemiskinan.

Dalam pengeluaran keluarga dapat dijabarkan secara umum meliputi :

  1. Pengeluaran Rumah Tangga,
  2. Cicilan Utang,
  3. Premi Asuransi,
  4. Pembantu Rumah Tangga,
  5. Keperluan Anak,
  6. Transportasi,
  7. Zakat/Pajak,
  8. Hiburan/Rekreasi,
  9. Kegiatan Sosial,
  10. Fashion, dan sebagainya.

Bila mengingat kembali dan apabila diperhatikan dengan seksama kesalahan yang paling mendasar dari kebanyakan keluarga ialah hanya berkutat pada pendapatan saja yang statusnya akan terus-menerus dikuras untuk menutupi pengeluaran keluarga. Sangat sedikit keluarga yang memikirkan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menjadikan pendapatannya tersebut berlipat-lipat, padahal jika dipelajari bersama investasi merupakan salah satu sumber pendapatan dalam artian tambahan pendapatan.

Sama dengan nama lainnya ialah penanaman modal, investasi merupakan slaah satu sumber pendapatan yang dapat dijadikan sebagai penutup pengeluaran keluarga asalkan dikerjakan dengan cara yang rajin.

Penjabaran di atas merupakan penjabaran singkat serta gamban konsisi ideal yang selaknyanya harus dicapai oleh semua keluarga. Jika selama ini anda hanya mengandalakan gaji sebagai pemasukan utama dan sebagai sarana penutup pengeluaran keluarga, maka sudah selayaknya mulai saat ini anda sedikit demi sedikit menyisihkan uang anda untuk menanamkan modal anda sebagai sumber pendapatan sekunder.

Berikut ini kami jabarkan tata cara me-manage keuangan keluarga anda, yang layak dijadikan sebagai pedoman penganggaran kegiatan keuangan rumah tangga anda:

  1. Hitunglah  penghasilan anda dengan cara sebersih-bersihnya atau dapat disebut dengan penghasilan bersih. Penghasilan bersih merupakan jumlah dari penghasilan yang diterima setelah terjadi pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan pajak yang lainnya.
  2. Buatlah sebuah list  yang akan menjadi kebutuhan rumah tangga setiap bulannya, kebutuhan tersebut juga termasuk kebutuhan hipotek, pajak kendaraan, biaya tak terduga.
  3. Kumpulkan slip gaji dan tagihan yang diterima sebagai pengeluaran dalam tiga bulan terakhir agar dapat membandingkan keseimbangan keuangan keluarga anda.
  4. Hitunglaha rata-rata keuangan yang diterima serta yang dikeluarkan setiap bulannya, jika pada terjadi pengeluaran yang tidak terduga, perkirakanlah kembali berapa besar nominalnya untuk bulan kedepannya.
  5. Kurangilah penghasilan bersih anda dengan rata-rata pengeluaran anda.
  6. Alokasikan dana yang ada juga dengan kebutuhan pribadi anda.

Demikian artikel yang berisi tentang Teori Manajemen Keuangan Keluarga, Langkah-Langkah Pengangaran Keuangan Keluarga yang dapat dapat kami sajikan untuk anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait: