Category Archives: Manajemen Keuangan

Pedagang Buah

Teori Manajemen Keuangan Daerah

Manajemen Keuangan DaerahManajemen Keuangan Daerah~  Dalam era otonomi saat ini sangat diperlukan suatu pengelolahan keuangan yang dapat menjadi suatu strategi tersendiri bagi pemegang kekuasaan pemerintahan daerah. Perbaikan kinerja pada pengelolahan keuangan daerah juga menjadi PR nomor satu pemerintahan daerah.

Dalam konsekwensi yang logis manajemen keungan merupakan hal yang sangat logis bagi pemerintahan daerah. Pengelolahan keuangan daerah dapat digambarkan sebuah pengelolaan keuangan yang menitikberatkan keseimbangannya dengan keuangan pusat.

Dalam era reformasi yang terjadi menungkatkan pada penekanan akuntabilita publik yang bertenggangjawab secara penuh , khusunya bagi aparat pemerintahan di daerah, tanpa mengesampingkan pertanggungjawaban vertical kepada pemerintahan atasan dalam segala aspek pemerintahan.

Keuangan daerah merupakan semua hak serta kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah itu sendiri yang segalanya dinilai dengn uang. Kekayaan yang berhubungan dengan keuangan daerah dianggap sebagai sumber dana dalam rangka penganggaran APBD.

Sedangkan APBD sendiri merupakan suatu alat public untuk mensejahterakan publik dengan tujuan otonomi daerah yang luas, nyata serta bertanggung jawab.

Keterkaitan APBD dengan keuangan daerah merupakan pernyataan khusus adanya hubungan dana daerah dengan dana pusat atau yang lebih dikenal dengan istilah perimbangan keuangan pusat dan daerah.

Dana tersebut terdiri dari dana dekonsentrasi (PP No. 104 tahun 2000 tentang Dana perimbangan) dan dana desentralisasi. Dana dekonsetrasi berbentuk dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. Sedangkan yang dimaksud dana desentralisasi adalah yang bersumber dari pendapatan asli daerah.

Tujuan keuangan daerah sendiri meliputi akuntabilitas, terpenuhinya kewajiban keuangan, kejujuran, hasil dan daya guna kegiatan daerah, dan yang terakhir pengendalian.

Pada tahap terakhir yaitu keuangan daerah, seorang manajer Keuangan Daerah, DPRD dan aparat fungsional pemeriksaan harus melakukan pengendalian agar semua tujuan dapat tercapai. Harus selalu memantau melalui akses informasi

Dari sinilah diketahui pula bahwa manajemen keuangan memiliki fungsi. Fungsi manajemen terbagi atas tiga tahapan utama yaitu adanya proses perencanaan, adanya tahapan pelaksanaan, dan adanya tahapan pengendalian/ pengawasan.

Oleh karena itu fungsi manajemen keuangan daerah terdiri dari unsur-unsur pelaksanaan tugas yang terdiri dari tugas :

  1. Pengalokasian potensi sumber-sumber ekonomi daerah;
  2. Proses Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah;
  3. Tolok ukur kinerja dan Standarisasi;
  4. Pelaksanaan Anggaran yang sesuai dengan Prinsip-prinsip Akuntansi;
  5. Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan Kepala Daerah; dan
  6. Pengendalian dan Pengawasan Keuangan Daerah.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan Daerah, Dimensi Manajemen Keuangan Daerah, Tujuan Keuangan Daerah, Fungsi Manajemen Keuangan Daerah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

manajemen

Teori Manajemen Keuangan Modern

Teori Manajemen

Teori Manajemen~Dalam illmu manajemen dibagi atas beberapa kajian. Salah satu kajian manajemen ialah menajemen keuangan.

Melihat bahwa arti dari manajemen sendiri ialah suatu poses pengelolahan, pengaturan, da pengendalian agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Maka, manajemen keuangan bisa diartikan juga sebagai suatu kegiatan memanage sumber modal pemilik perusahaan dengan cara pengguanaan sumber modal yang seefisien mungkin.

Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

Adapun fungsi dari manajemen ialah, sebagai berikut:

1. Perencanaan Keuangan

Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.

2. Penganggaran Keuangan

Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.

3. Pengelolaan Keuangan

Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

4. Pencarian Keuangan

Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

5. Penyimpanan Keuangan

Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.

6. Pengendalian Keuangan

Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.

7. Pemeriksaan Keuangan

Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

Dalam kaijan ilmu manajemen keuangan sendiri, terdapat suatu teori yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolahan keuangan. Adapun teori tersebut meliputi sebagai berikut:

1. Konsep Pasar Modal Sempurna (Perfect Capital Markets)

Kebanyakan dari teori keuangan awal dibentuk dengan asumsi pasar modal sempurna. Secara umum, pasar modal sempurna memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Tidak ada biaya transaksi
  • Tidak ada pajak
  • Ada cukup banyak pembeli dan penjual
  • Baik individu maupun perusahaan memiliki kemampuan yang sama dalam akses ke pasar
  • Tidak ada biaya informasi sehingga setiap orang memiliki informasi yang sama
  • Setiap orang memiliki harapan yang sama
  • Tidak ada biaya yang berhubungan dengan hal kesulitan keuangan.

Jelas bahwa tidak semua asumsi tersebut berlaku di dunia nyata. Namun demikian, suatu teori hendaknya tidak menilai dari realistis atau tidak asumsinya tetapi dinilai dari seberapa konsisten teori tersebut dengan perilaku yang aktual.

2. Analisa Arus Kas yang di Diskonto (Discounted Cash Flow Analysis)

Pada manajemen keuangan, kita akan banyak berhubungan dengan aktiva finansial maupun aktiva riil yang nilainya diperoleh langsung dari seluruh arus kas yang akan dihasilkan oleh aktiva tersebut. Proses menilai arus kas di masa mendatang disebut analisis Discounted Cash Flow (DCF). Karena hampir semua keputusan keuangan berhubungan dengan masa mendatang, jelas bahwa keputusan keuangan selalu melibatkan analisis DCF. Konsep dasar DCF ada pada nilai waktu uang (time value of money) yang dikembangkan oleh John Burr Williams dan Myron J. Gordon.

3. Teori Penentuan Harga Option (Option Pricing Theory)

Suatu option (opsi) adalah hak untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang telah ditentukan sepanjang periode waktu yang telah ditentukan. Teori ini menawarkan suatu penilaian harga atau premi call dan put option. Implikasi dari teori ini adalah berkembang pesat untuk option, terutama option pada aktiva finansial,secara pesat di Amerika Serikat dan bursa besar lainnya diseluruh dunia. Teori ini membantu memahami penilaian sekuritas yang memiliki sifat option seperti warrant dan obligasi konversi. Teori ini secara formal dikembangkan oleh Fisher Black dan  Myron Scholes yang sering disebut Black-Ccholes Option Pricing  Model.

Demikian artikel yang membahas mengenai Fungsi Manjemen Keuangan, Teori Manajemen Keuangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait: