Category Archives: Manajemen Pendidikan

Pendidikan

Tujuan Manajemen Pendidikan

Tujuan Manajemen

Tujuan Manajemen~ Pernahkah anda mendengar kalimat  “mencerdaskan kehidupan bangsa” ? atau bahkan slogan “Pendidikan bukan suatu modal hidup namun sesuatu yang harus hidup”.

Yah, memang terkadang sebuah kalimat diciptakan, slogan dipaparkan tak lain ialah dengan tujuan agar membangkitkan semangat, merubah pemikiran bahkan menjadi suatu motivasi tertentu.

Sama halnya dengan pendidikan, dari pendidikan kita dapat membentuk suatu pemikiran maju yang nantinya dapat memberikan semangat dan memotivasi satu sama lainnya.

Dalam artikel kali ini Tesis Manajemen akan membahas seputar manajemen pendidikan, yang nantinya dapat dijadikan bahan acuan refrensi anda.

Jika kita membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia dapat kita lihat bahwa ari pendidikan sendiri berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.

Perubahan sikap serta tat cara berlaku yang baik dapat didapat dengan pendidikan yang baik pula. Oleh sebab itu pendidikan sangat berperan aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan sendiri dapat dijelaskan sebuah pengubahan tata cara sikap seseorang ke arah yang lebih baik sehingga dapat dikatakan sebagai kemajuan yang progress. Proses perubahan tadi dapat didapat memalui proses pengajaran yang dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan.

Manajemen sendiri merupakan suatu proses pengelolahan serta pengaturan yang dilakukan untuk seperangkat tujuan yang telah ditentukan, agar goals  tersebut dapat dicapai.

Dalam pengertian yang luas manajemen bersal dari kata kata to manage, dapat berarti suatu proses untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan organisasi dan semua perangkatnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Sehingga jika dikaitkan dengan pendidikan, menajamen pendidikan memiliki pengertian yaitu sebagai suatu cabang ilmu yang nantinya akan dijadikan sebuah pedoman tersendiri untuk melaksanakan suatu pendidikan.

Melalui ilmu manajemen juga dapat dilihat bahwa kegiatan pendidikan menggambarkan sebuah variabel pemerintahan yang bertugas mengambil kebijakan tertentu untuk mengupayakan terjadinya pendidikan yang berkualitas.

Guru sebagai suatu profesi yang bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menuntut para guru untuk menciptakan sebuah kondisi yang harmonis antara peserta didik dan pendidik melalui manajemen pendidikan.

Setelah mengetahui bahwa guru merupakan komponen penting, sehingga dapat memberikan sumbangan secara maksimal bagaimana suatu sekolah atau lembaga pendidikan mencapai suatu yujuan yang tertentu. Mereka harus mengetahui peranan yang diharapkan dalam penyelenggaraan sekolah.

Tujuan pokok mempelajari manajemen pendidikan adalah untuk memperoleh cara, teknik, metode yang digunakan sebaik-baiknya sehingga sumber-sumber yang terbatas (seperti: tenaga, biaya dll) dapat dimanfaatkan secara efektif, efesien dan produktif untuk mencapai tujuan pendidikan.

Demikan artikel yang membahas mengenai Tujuan Manajemen Pendidikan, Komponen Pendidikan, Penegertian Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

SEKOLAH

Manajemen Pendidikan Dasar

Pendidikan Dasar

Pendidikan Dasar~ Pada pendidikan dasar sudah sepatutnya memiliki perhatian khusus dari pemerintah mengenai segi pengadaan kurikulum untuk pendidikan dasar tersebut. Sebagi timbal balik yang normal proses perencanaan sampai dengan pelaksanaan yang ada dalan pendidikan dasar harus steril dari jamaan masyarakat.

Dalam Undang-undang 50 mengenai pendidikan dasar disebutkan bahwa:

Pendidikan dasar merupakan pendidikan rendah, yang disini definisinya sangat jelas bahwa pendidikan dasar merupakan level untuk menumbuhkan minat, mengasah kemampuan pikir, olah tubuh dan naluri.

Pada hakikatnya satuan pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar-dasar kemampuan seperti kemampuan kecerdasan pengetajuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Agar terlaksananya tujuan dengan baik serta agar tercapainya tujuan pendidikan dengan memuaskan disinilah dituntut peran dari guru untuk proses pemlejaran serta pengajaran agar siswa memiliki keseimbanganantara kognitif, afektif dan psikomotorik.

Tak jarang diketahui bahwa suksenya sebuah kegiatan ditentukan oleh suatu kondisi tertentu, antara lain dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Komitmen politik sebagai perencanaan pendidikan
  2. Perencanaan menjelaskan antara hak, tugas, serta kewajiban
  3. Ada perbedaan yang sangat tegas antara era politis, teknis, dan administratif pada perencanaan pendidikan
  4. Perhatian memusatkan pada penyebaran kekuasaan serta pembuatan keputusan
  1. pengembangan kebijakan dan prioritas pendidikan yang terarah
  2. pengembangaan secara terarah dan memberikan alterantif teknis sebagai sarana untuk mencapai tujuan politik pendidikan,
  3. harus mengurangi politisasi pengetahuan,
  4. harus berusaha lebih besar untuk mengetahui opini publik terhadap perkembangan masa depan dan arah pendidikan,
  5. administrator pendidikan harus lebih aktif mendorong perubahan-perubahan dalam perencanaan pendidikan, dan
  6. ketika pemerintah tidak menguasai lagi semua aspek pendidikan maka harus lebih diupayakan kerja sama yang saling menguntungkan antara pemerintah-swasta-universitas yang memegan otoritas pendidikan.

UNESCO pernah menegaskan bahwa pendidikan dasar merupakan pendidikan penting yang menjadi dasar dari suatu pendidikan yang akan datang, sehingga pada pendidikan dasar di letakkan fondasi bagi kehidupan dalam memudahkan orang untuk memilih apa yang mereka lakukan serta merencanakan masa depan dan meletekan landasan bagi belajar sepanjang hayat (long life learning).

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Dasar, Tujuan Pendidikan Dasar, Perencanaan Pendidikan Dasar, Pentingnya Pendidikan Dasar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Manajemen Pendidikan Tinggi

Pendidikan Tinggi

Pendidikan Tinggi~  Pendidikan ialah merupakan suatu proses pembelajaran dimiana melibatkan peserta didik secara aktif dalam mengembangkan potensinya untk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.

Dalam bahasa sendiri pendidikan merupakan proses pengubahan sikap serta tata tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha memanusiakan serta mendewasakan manusia itu sendiri yang upaya tersebut dilakukan dengan cara pengajaran serta pelatihan.

Manajemen yang berasal dari kata to manage, dapat berarti suatu proses untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan organisasi dan semua perangkatnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Sehingga jika digabungkan kedua kata tersebut yaitu kata manajemen dan pendidikan akan dapat disefinisikan sebagai suatu cabang ilmu yang berisakan peserta didik yang usianya masih relatif muda sehingga bukan sesuatu hal yang aneh jika banyak yang belum dimengerti.

Dari pengertian diatas turut mengundang para ahli manajemen untuk mengungkapakan pendapatnya mengenai manajemen pendidikan sendiri, yang meliputi sebagai berikut:

1.Prof. Dr. John Dewey

Pendidikan merupakan suatu proses pengalaman dari kehidupan yang telah ia jalani pada masa tumbuh kembangnya serta perkembangan dan pertumbuhuhannya tersebut menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.

2. Prof. H. Mahmud Yunus

Pendidikan merupakan suatu usaha yang disengaja untuk mempengaryuhi tumbuh kembang seorang anak dengan dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi.

3. Prof. Herman H. Horn

Suatu proses yang abdai yang berjalan dengan trus menerus serta penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.

4. M.J. Langeveld

Pendidikan merupakan tata cara bergaul yang terjadi antara dewasa dan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.

Faktor yang mempengaruhi pendidikan menurut Hasbullah (2001) dapat berupa Ideologi, Sosial Ekonomi, Sosial Budaya, Perkembangan IPTEK, Psikologi.

Dalam hal psikologi sudah terkonsep ssebuah rancangan pendidikan yaitu sebagai alat untuk mengembangkan kepribadian individu tersebut lebih bernilai. Sehingga dalam menempuh pendidikan samapi ke pendidikan tinggi individu tersebut dapat berkembang dengan baik, dan dapat menjadi manusia yang berkualitas.

Pendidikan tinggi sendiri merupakan jenjang, dimana tingakat pendidikan tersebut sudah dapat dikatakan tinggi. Dalam penndidikan tinggi mencakup beberapa program seperti pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka.

Pendidikan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Gelar akademik, profesi, atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi. Penggunaan gelar akademik, profesi, atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Pendidikan, Faktor Pendidikan, Pendidikan Tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

 

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Tesis Manajemen Pendidikan

Tesis Manajemen

Tesis Manajemen~ Saat seseorang mengenyam pendidikan dijenjang perguruan tinggi tingkat strata dua (S2), syarat yang diajukan untuk kelulusan ialah membuat sebuah karya tulis penelitian yang murni langsung diteliti oleh seseorang tersebut.

Karya tulis tersebut disebut dengan Tesis, setelah seseorang selesai melakukan sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan gelar yang didapat ialah magister.

Dalam membuat tesis, tema dan judul tidak jauh dari program studi yang telah ditempuh. Namun, sebelum mengajukan penelitian atau tesis, seseorang diwajibkan mengajukan sebuah proposal yang menjadi suatu usulan diajukannya penelitian tesis.

Salah satunya ialah manajemen pendidikan, dalam tesis manajemen pendidikan yang sering dibahas seperti pengukuran kinerja guru, aktivitas unsur-unsur pendidikan, atau bahakan kegiatan dalam pendidikan tersebut. Tema yang bisa diangkat dalam menyusun tesis manajemen pendidikan beragam tergantung dari obyek yang akan kita kaji.

Dalam melakukan penelitian, lingkungan yang dituju ialah lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

Dari uraian singkat mengenai tesis di atas, dalam artikel kali ini Tesis Manajemen akan berbagi informasi seputar manajemen pendidikan yang nantinya dapat dijadikan bahan refrensi pembuatan tesis anda.

Pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan upaya kerja sama antara kedua belah pihak atau lebih dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang ditentukan.

Manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Berbicara menenai manajemen pendidikan, manajemen pendidikan sendiri memiliki ruang lingkup yang dapat dibagi menjaadi tiga bagian yaitu Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

Jika ditelisik menurut wilayah kerjanya ruang lingkup manajemen tadi dapat berupa Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.

Objek garapan dari manajemen pendidikan tadi yang nantinya akan menjadi sebuah pengaturan serta pengelolahan terhadap manajemen siswa yang masuk dalam kategori peserta didik, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, manajemen pembiayaan dan manajemen humas.

Sedangkan menurut fungsi kegiatan dari manajemen pendidikan tadi meliputi , merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi. Tentu semuanya harus dilakukan dan dirancang seefisien dan seefektif mungkin.

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Demikian artikel yang membahas mengenai Tesis Manajemen Pendidikan, Cici-Ciri Manajemen Pendidikan, Ruanglingkup Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artiekel Yang Terkait:

Mutu Pendidikan

Manajemen Mutu Pendidikan

Mutu Pendidikan

Mutu Pendidikan~ Di zaman yang modern ini pendidikan sudah memiliki sarana prasarana yang memadai. Pendidikan juga dapat dirasakan sampai keseluruh pelosok negri, meskipun tidak semuanya dapat merasakannya.

Akan tetapi dengan mengingat tujuan negera Republik Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui pembangunan infrastruktur inilah dituntut menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sumber daya yang masuk kedalam pembangunan infrastruktur tadi meliputi komponen-komponen penggerak dalam pembangunan itu sendiri. Komponen-komponen tersebut meliputi guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, peserta didik, dan lainnya.

Dengan adanya komponen-komponen pendidikan tadi sudah selaknyanya sumber daya tadi semakin dikembangkan dan semakin memiliki kualitas yang terbaik mengikuti perkembangan zaman.

Jika disimak kembali sumber daya yang paling utama dalam komponen pendidikan ialah sumber daya manusia, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia sudah seharusnya menjadi rencana utama dari pembangunan infrastruktur.

Peningkatan kualitas sumber manusia tadi dapat dilakukan dengan cara yang terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan, jika kita menginginkan kualitas bangsa kita ini tidak kalah dengan bangsa lainnya.

Sesuai dengan era globalisasi sudah seharusnya para pemegang kekuasaan lebih memperhatikan perkembangan dunia pendidikan kita yang sekian lama diwarnai dengan kesimpang- siuran mengenai siapa saja yang berhak menikmati pendidikan, oleh sebab itu pemerintah perlu menekankan bahwa pendidikan merupakan hak anak bangsa.

Dari uraian di atas, Tesis Manajemen pada artikel kali ini akan membahas seputar kulaitas pendidikan, yang nantinya dapat dijadikan sebagai bahan refrensi untuk anda.

Menengok kembali bahwa pendidikan merupakan peran penting sekaligus pemegang kekuasaan yang lebih terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, untuk itu dibutuhkannya peran serta masyarakat dalam berpastisipasi mewujudkan pendidikan yang bermutu bagi bangsa Indonesia.

Berbicara mengenai kualitas atu mutu, perlu diketahui bahwa banyak para ahli mendefinisikannya kedalam sebuah konsep yang meliputi:

  1. Kualitas dari produk merupakan kecocokan dari penggunaan produk itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup, hal tersebut diungkapakan oleh Juran .
  2. Crosby sendiri memberikan pendapatnya bahwa mutu suatu produk akan sesuai dengan standart serta kriteria yang diberikan.
  3. Deming sendiri berpendapat bahwa Jika konsumen merasa puas, maka mereka akan setia dalam membeli produk perusahaan baik berupa barang maupun jasa.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan dari ketiga pengertian tersebut bahwa mutu atau kualitas merupakan gambaran dari berhasil atu tidaknya produk tesebut dihadapan para konsumen. Jika dikaitkan dengan pendidikan berarti mutu pendidikan merupakan gambaran bahwa bagaimana pendidikan tersebut memiliki tingkat keberhasilan untuk para peserta didik, yang nantinya hasil pendidikan tersebut dapat tercermin dari peserta didik itu sendiri.

Masalah yang paling menjadi perhatian saat ini seperti yang dijabarkan pada awal-awal paragraf di atas ialah bagaimana kualitas sumber daya manusia dapat berperan aktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan pendidikan, maka dari itu peningktan kualitas sumber daya manusia perlu sekali untuk dilakukan.

Sedangkan masalah pendidikan yang selama ini dijumpai yang erat kaitan dengan masalah kualitas, menurut Deming dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Desain kurikulum yang lemah,
  2. Bangunan yang tidak memenuhi syarat,
  3. Lingkungan kerja yang buruk,
  4. Sistem dan prosedur yang tidak sesuai,
  5. Jadwal kerja yang serampangan,
  6. Sumber daya yang kurang, dan
  7. Pengembangan staf yang tidak memadai.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Mutu Pendidikan, Konsep Mutu Pendidikan, Masalah Mutu Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artiekel Yang Terkait:

manajemen pendidikan2

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Ruang Lingkup Pendidikan

Ruang Lingkup Pendidikan~  Seseorang yang pandai dan cakap serta mampu tampil dengan kepercayaan diri yang penuh akan selalu diasumsikan sebagai seseorang yang memiliki pendidikan yang jauh diatas rata-rata. Hal tersebut memang sangat wajar sekali mengingat bahwa pendidikan merupakan sebuah sarana utama untuk memperoleh ilmu yang berkualitas.

Pendidikan sendiri bukan kata-kata yang asing untuk telinga kita, apalagi jika mengingat pada zaman sekarang ini pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun membuat warna dunia pendidikan Indonesia semakin bersinar.

Dengan segudang istilah-istilah yang telah banyak dipergunakan dalam kegiatan pelayanan mulai dari manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya membuat para pihak ikut berasumsi mengenai apa sebenarnya yang dimaksud dengan pendidikan.

Pendidikan yang saat ini sudah menjalar serta menyentuh diberbagai lapisan membuat dari berbagai pihak sadar bahwa pendidikan merupakan kebutuhan yang utama untuk menjalani kehidupan sehari-hari, serta merupakan kebutuhan pelengkap untuk mendapatkan segala tingkat jabatan dalam dunia karir.

Manajemen pendidikan sendiri merupakan segenap kegiatan yang sebelumnya telah dirancang untuk dijadikannya sebuah pedoman dan dilakukan oleh kedua belah pihak. Dari sini ada pula yang menyebutkan bahwa manjemen pendidikan merupakan prasarana penggerak terjadinya pendidikan.

Jika dlihat sekilas semua asumsi yang dilontarkan oleh beberapa pihak tadi secara tidak langsung menunjukkan perbedaan akan tetapi masih dalam konteks bahasan yang sama. Oleh karenanya sebagai pedoman kita manusia yang berwawasan perlu mengetahui dengan jelas apa makna dari manajemen pendidikan itu sendiri.

manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Berbicara menenai manajemen pendidikan, manajemen pendidikan sendiri memiliki ruang lingkup yang dapat dibagi menjaadi tiga bagian yaitu Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

Jika ditelisik menurut wilayah kerjanya ruang lingkup manajemen tadi dapat berupa Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas. Objek garapan dari manajemen pendidikan tadi yang nantinya akan menjadi sebuah pengaturan serta pengelolahan terhadap Manajemen siswa, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, mqanajemen pembiayaan dan manajemen humas.

Sedangkan menurut fungsi kegiatan dari manajemen pendidikan tadi meliputi , merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Pendidikan, Pengertian Manajemen Pendidikan, Ruanglingkup Manajemen Pendidikan. Semoga atikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan~ Seseorang akan diukur kemampuannya berdasarkan tingkatan pendidikan, karena kontribusi pengetahuan tertentu diberikan sesuai jenjang masing-masing pendidikan.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

lembaga pendidikan islam

Teori Manajemen Pendidikan

Manajemen PendidikanManajemen Pendidikan~ Kemampuan seseorang dalam berfikir dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang tersebut. Dengan kata lain pendidikan menjadai salah satu faktor terpenting dalam kehidupan seseorang.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.

Pendidikan yang saat ini sudah menjalar serta menyentuh diberbagai lapisan membuat dari berbagai pihak sadar bahwa pendidikan merupakan kebutuhan yang utama untuk menjalani kehidupan sehari-hari, serta merupakan kebutuhan pelengkap untuk mendapatkan segala tingkat jabatan dalam dunia karir.

Manajemen pendidikan sendiri merupakan segenap kegiatan yang sebelumnya telah dirancang untuk dijadikannya sebuah pedoman dan dilakukan oleh kedua belah pihak. Dari sini ada pula yang menyebutkan bahwa manjemen pendidikan merupakan prasarana penggerak terjadinya pendidikan.

Jika dlihat sekilas semua asumsi yang dilontarkan oleh beberapa pihak tadi secara tidak langsung menunjukkan perbedaan akan tetapi masih dalam konteks bahasan yang sama. Oleh karenanya sebagai pedoman kita manusia yang berwawasan perlu mengetahui dengan jelas apa makna dari manajemen pendidikan itu sendiri.

Manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Secara umum dalam manajemen pendidikan memiliki tiga teori yaitu teori klasik, teori neo-klasik, teori modern. Salah satu tujuan lahirnya teori ini adalah sebagai acuan dan pedoman yang digunakan setiap lembaga atau organisasi dalam megikut sertakan manajemen.

Pendekatan modern pada teori modern berdasarkan hal yang sifatnya situasional. Dalam hal ini seseorang beradaptasi dengan situasi yang dihadapi, serta dalam pengambilan keputusan harus disesuaikan dengan kondisi serta situasi tertentu pada lingkungan yang ada.

Pada teori modern berasumsi bahwa manusia itu berlainan dan berubah, baik kebutuhannya,  reaksinya, tindakannya yang semua bergantung pada lingkungan. Selanjutnya manusia itu bekerja dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu.

Selain adanya teori yang diterapkan dalam manajemen pendidikan, juga terdapat suatu pandangan tertentu atau paradigma yang dibagi menjadi tiga kelompok diantaranya:

  1. Paradigma konservstif paradigma ini memiliki pandangan bahwa ketidak sederajatan masyarakat mustahil bisa di hindari serta sudah merupakan ketentuan sejarah atau bahkan takdir tuhan
  2. Paradigma liberal merupakan berpandangan bahwa memang ada masalah di masyarakat, tetapi pendidikan tidak ada peranannya dengan politik dan ekonomi masyarakat
  3. Paradigma kritis memiliki pandangan bahwa pendidikan merupakan arena perjuangan politik  ( yang menyangkut kesadaran hak-hak politik warga)

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Pendidikan, Teori Pendidikan, Paradigma Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artiekel Yang Terkait:

manajemen

Proposal Tesis Manajemen Pendidikan

Proposal TesisProposal Tesis~   Saat seseorang menempuh pendidikan dijenjang perguruan tinggi tingkat strata dua (S2), syarat yang diajukan untuk kelulusan ialah membuat sebuah karya tulis penelitian yang murni langsung diteliti oleh seseorang tersebut.

Karya tulis tersebut disebut dengan Tesis, setelah seseorang selesai melakukan sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan gelar yang didapat ialah magister.

Dalam membuat tesis, tema dan judul tidak jauh dari program studi yang telah ditempuh. Namun, sebelum mengajukan penelitian atau tesis, seseorang diwajibkan mengajukan sebuah proposal yang menjadi suatu usulan diajukannya penelitian tesis.

Proposal inilah yang bisa dikatakan merupakan langkah awal sebuah perjalanan penelitian anda. Setelah proposal telah memperoleh persetujuan selanjutnya anda akan mendapat bimbingan yang lebih dari dosen pembimbing yang nantinya akan berjasa pada pembuatan tesis anda.

Salah satunya ialah manajemen pendidikan, dalam tesis manajemen pendidikan yang sering dibahas seperti pengkururan kinerja guru, aktivitas unsur-unsur pendidikan, atau bahakan kegiatan dalam pendidikan tersebut. Tema yang bisa diangkat dalam menyusun tesis manajemen pendidikan beragam tergantung dari obyek yang akan kita kaji.

Dalam melakukan penelitian, lingkungan yang dituju ialah lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya. Sehingga banyak pula persepsi yang timbul dengan adanya banyak pengertian serta definisi yang ada.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Berbicara menenai manajemen pendidikan, manajemen pendidikan sendiri memiliki ruang lingkup yang dapat dibagi menjaadi tiga bagian yaitu Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

Jika ditelisik menurut wilayah kerjanya ruang lingkup manajemen tadi dapat berupa Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.

Objek garapan dari manajemen pendidikan tadi yang nantinya akan menjadi sebuah pengaturan serta pengelolahan terhadap manajemen siswa yang masuk dalam kategori peserta didik, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, manajemen pembiayaan dan manajemen humas.

Sedangkan menurut fungsi kegiatan dari manajemen pendidikan tadi meliputi , merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi. Tentu semuanya harus dilakukan dan dirancang seefisien dan seefektif mungkin.

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Demikian artikel yang membahas mengenai Proposal Tesis Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan, Ruanglingkup Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artiekel Yang Terkait:

manajemen

Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Lembaga Pendidikan IslamLembaga Pendidikan Islam~ Tahukah anda bahwa manajemen merupakan suatu bidang ilmu yang sangat dibutuhkan disemua bidang? Yah memang manajemen merupakan ilmu yang digunakan dalam melakukan segala pengelolahan dan perencanaan dalam setiap kegiatan, tak terkecuali kegiatan dalam lembaga pendidikan Islam.

Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, da masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsure-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.

Selain itu, manajemen merupakan suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.

Melihat perkembangan yang ada pada manjamen, para pakar berusaha mencari berbagai konsep mengenai manajemen yang nantinya akan dijadikan sebuah pedoaman pelaksaan segala kegiatan dalam organisasi tersebut.

Tak terkecuali pda lembaga pendidikan Islam, pada lembaga pendidikan Islam tidak jauh beda dengan lembaga pendidikan yang lainya. Mereka membutuhkan suatu pengaturan, pengolahan serta pengawasan terhadap jalannya kegiatan belajar mengajar.

Ulama Islam KH. Ali selaku Ketua Dewan Majelis Ulama Indonesia menuturkan bahwa manajemen menurut pandangan Islam ialah suatu perwujudan amal sholeh yang tindakannya diukur dengan niat baik. Sehingga dari niat baik tersebut akan muncul sebuah motivasi yang nantinya akan menghasilkan sebuah aktivitas yang baik pula.

Dalam Islam yang menjadi landasan utama manajemen yaitu kebenaran, kejujuran,keadilan serta keahlian. Seorang manajer yang baik harus bisa memiliki sifat serta sikap seperti yang dijabarkan tadi. Dalam Islam sendiri menekankan sebuah kepemimpinan yang menjadi faktor utama terjadinya suatu manajemen.

Dalam Islam tidak pernah mengeal perlakuan diskriminasi berdasarkan berdasarkan suku, agama, atau pun ras. Dalam Islam juga menganjurkan yang namanya pluralitas dalam bisnis ataupun manajemen.

Dalam Islam juga dikenal pilar etika sebuah manajemen pendidikan, menurut Islam pilar tersebut meliputi:

  1. Pilar pertama, tauhid artinya memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah, manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya.
  2. Pilar kedua, adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju.
  3. Pilar ketiga, adalah kehendak bebas artinya manajemen Islam mempersilahkan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yaitu halal.
  4. Dan keempat adalah pertanggungjawaban artinya Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.

Keempat pilar tersebut akan membentuk konsep etika manajemen yang fair ketika melakukan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun antara pimpinan dengan bawahan.

Seorang pemimpin harus bersikap lemah lembut inilah yang membedakan ciri manajemen Islami dengan manajemen ala budaya barat. Namun dalam hal tersebut tidak melupakan serta tidak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin. Jika karyawan tersebut melakukan kesalahan, tegakkan aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tidak pilih kasih.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Pendidikan Islam, Unsur Manajemen, Pilar Manajemen Islam, Pentingnya Ilmu Manajemen. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait: