Category Archives: Uncategorized

Manajemen Publik

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen SDM~ Dalam organisasi atau perusahaan manusia merupakan sumber daya yang paling penting, karena manusia dianggap mampu dan berakal dan dianggap paling mampu mengatur serta mengelola kegiatan yang ada dalam organisasi atau perusahaan tersebut.

Berbicara masalah sumber daya alam di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sumber daya manusia juga memiliki peran dalam manajemen, yang artinya SDM sangat penting dan berperan aktik dalam manajemen.

Manajemen Publik

Menanggapi hal tersebut Tesis Manajemen dalam artikel kali ini akan membahas mengenai manajemen SDM. Yang nantinya artikel ini dapat dijadikan bahan acuan refrensi anda.

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia/Manajemen Personalia, meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Pengadaan tenaga kerja
  2. Pengembangan tenaga kerja
  3. Pemberian kompensasi
  4. Integritas, dan
  5. Pemeliharaan tenaga kerja

Ruang lingkup masing-masing fungsi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Fungsi pengadaan tenaga kerja, meliputi kegiatan penentuan kebutuhan tenaga kerja (baik mengenai mutu maupun jumlahnya), mencari sumber-sumber tenaga kerja secara efektif dan efisien, mengadakan seleksi terhadap para pelamar, menempatkan tenaga kerja sesuai dengan posisi yang sesuai, dan memberikan pendidikan serta latihan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas bagi para tenaga kerja baru.
  2. Fungsi pengembangan tenaga kerja, meliputi kegiatan pendidikan dan latihan bagi para pekerja agar mereka dapat mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi. Tujuan dari pengembangan tenaga kerja ini adalah peningkatan mutu atau keterampilan dan pengetahuan pekerja agar selalu mampu mengikuti perkembangan yang ada dalam organisasi.
  3. Fungsi pemberian kompensasi, meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para karyawan. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasai karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing-masing pekerja secara adil.
  4. Fungsi integritas, merupakan kegiatan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu pekerja. Apabila tujuan-tujuan ini sudah sinkron, maka akan tergalang kekompakan dalam irama kerja organisasi dengan irama kerja para individu karyawan, sehingga akan menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dalam pencapaian tujuan.
  5. Fungsi pemeliharaan tenaga kerja,mencakup pelaksanaan program-program ekonomis maupun non-ekonomis, yang diharapkan dapat memberikan ketentraman kerja bagi pekerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi guna menghasilkan prestasi kerja yang diharapkan oleh organisasi.

Dalam Manajemen sumber daya manusia memiliki tujuan sebagai berikut:

1.  Tujuan Sosial

Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.

2.  Tujuan Organisasional

Tujuan organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.

3.   Tujuan Fungsional

Tujuan fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

4.   Tujuan Individual

Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia, Fungsi Manajemen SDM, Tujuan Manajemen SDM. Semoga atikel ini dapat bermanfaat sebagai refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Pengelolahan Modal Kerja

Manajemen Modal Kerja Perusahaan

Pengelolahan Modal KerjaKinerja Modal~ Pada dasarnya ilmu manajemen yang ada sangat berpengaruh besar terhadap jalannya suatu kegaiatan yang ada dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu. Dalam perusahaan tentu saja berdirinya unsur yang ada disebabkan adanya suatu modal kerja.

Pengelolahan yang seringkali dilakukan dengan sistem yang mengutamakan keefektifan tentu saja menambah sensasi dari pelaksanaan segala kegiatan yang ada dalam perusahaan tersebut. Mengapa demikian ? tentu saja mengingat bahwa manajer keuangan yang berfungsi penting dalam pengelolahan modal kerja.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan saat ini mengapa masih saja ditemui sebuah kegagalan bisnis yang pada dasarnya disebabkan oleh ketidakmampuan seorang manajer keuangan untuk merencanakan segala laju kerja aktiva lancar dan hutang lancar yang ada dalam suatu perusahaan.

Selain itu kondisi yang sama disebabkan oleh kelalaian dari manajer kuangan untuk memperhatikan dengan benar salah satu fungsi manajemen yaitu controlling. Hal tersebut merupakan hal yang sangat fatal.

Perusahaan yang menyandang status dengan jumlah persediaan yang sangat terbilang besar dengan berbagai kebijakan penjualan kredit yang lunak mungkin saja akan lebih mengarah pada penjualan yang lebih tinggi lainnya.

Jumlah persediaan yang lebih besar dapat dikatakan sebagai suatu pengurangan resiko atas kekurangannya persediaan pada saat permintaan naik dan melonjak tajam, sehingga dapat dikatakan sebagai suatu pencegahan penundaan dan perusakan jadwal produksi.

Pengertian Modal Kerja

Kekurangan modal kerja secara umum merupakan penyebab utama kegagalan perusahaan kecil di berbagai negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Keberhasilan suatu perusahaan pada akhirnya, terdapat pada kemampuannya untuk menghasilkan penerimaan kas yang lebih di atas pengeluaran.

Permasalahan aliran kas pada banyak perusahaan kecil diperburuk dengan pengelolaan keuangan yang buruk dan pada khususnya terdapat kekurangan pada perencanaan kebutuhan-kebutuhan kas.

Modal kerja adalah suatu  margin atau pengaman untuk memenuhi kewajiban-kewajiban di dalam perputaran aktivitas operasi perusahaan sehari-hari. Dengan kata lain, modal kerja mewakili perputaran modal dari suatu organisasi dan terdiri dari:

  1. Persediaan-persediaan dari barang yang diperdagangkan, bahan baku, dan barang dalam proses
  2. Piutang
  3. Bank balances dan kas
  4. Marketable securities dan tagihan jangka pendek yang lain pada pihak ketiga

Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja merupakan hal yang penting bagi kesehatan keuangan bisnis di semua ukuran. Jumlah dana yang ditanamkan di dalam modal kerja sering kali besar di dalam proporsi total aset yang ditanamkan dan oleh karena itu merupakan hal yang vital bila jumlah dana tersebut digunakan dalam cara yang efisien dan efektif. Bagaimanapun juga, terdapat bukti bahwa perusahaan kecil tidak begitu baik dalam mengelola modal kerjanya.

Sedangkan untuk komponen yang diperlukan dari modal kerja suatu perusahaan pada umumnya mengikuti  trend tipe bisnis atau industri. Komponen-komponen modal kerja bagi kebanyakan organisasi pada umumnya adalah kas,  debtors, piutang, persediaan,  marketable securities, dan redeemable futures.

Kecukupan dari masing-masing komponen-komponen ini diukur melalui pengukuran yang ketat berdasarkan kebutuhan, ukuran, dan jangkauan dari kegiatan operasi suatu perusahaan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manjemen Modal Perusahaan, Kekuatan Modal Kerja, Komponen Modal Kerja, Perputaran Modal Kerja, Fungsi Manajemen, Keuangan Bisnis, Oprasional Perusahaan. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan tambahan untuk Anda.

Artikel yang Terkait: