Mar 14

Pendidikan Tinggi Manajemen Pendidikan Tinggi Manajemen Pendidikan Tinggi Manajemen Pendidikan1

Pendidikan Tinggi~  Pendidikan ialah merupakan suatu proses pembelajaran dimiana melibatkan peserta didik secara aktif dalam mengembangkan potensinya untk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik.

Dalam bahasa sendiri pendidikan merupakan proses pengubahan sikap serta tata tingkah laku seseorang atau kelompok dalam usaha memanusiakan serta mendewasakan manusia itu sendiri yang upaya tersebut dilakukan dengan cara pengajaran serta pelatihan.

Manajemen yang berasal dari kata to manage, dapat berarti suatu proses untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan organisasi dan semua perangkatnya untuk mencapai tujuan organisasi.

Sehingga jika digabungkan kedua kata tersebut yaitu kata manajemen dan pendidikan akan dapat disefinisikan sebagai suatu cabang ilmu yang berisakan peserta didik yang usianya masih relatif muda sehingga bukan sesuatu hal yang aneh jika banyak yang belum dimengerti.

Dari pengertian diatas turut mengundang para ahli manajemen untuk mengungkapakan pendapatnya mengenai manajemen pendidikan sendiri, yang meliputi sebagai berikut:

1.Prof. Dr. John Dewey

Pendidikan merupakan suatu proses pengalaman dari kehidupan yang telah ia jalani pada masa tumbuh kembangnya serta perkembangan dan pertumbuhuhannya tersebut menyesuaikan pada tiap-tiap fase serta menambahkan kecakapan di dalam perkembangan seseorang.

2. Prof. H. Mahmud Yunus

Pendidikan merupakan suatu usaha yang disengaja untuk mempengaryuhi tumbuh kembang seorang anak dengan dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak sehingga secara bertahap dapat mengantarkan si anak kepada tujuannya yang paling tinggi.

3. Prof. Herman H. Horn

Suatu proses yang abdai yang berjalan dengan trus menerus serta penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisk dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.

4. M.J. Langeveld

Pendidikan merupakan tata cara bergaul yang terjadi antara dewasa dan anak-anak merupakan lapangan atau suatu keadaan dimana pekerjaan mendidik itu berlangsung.

Faktor yang mempengaruhi pendidikan menurut Hasbullah (2001) dapat berupa Ideologi, Sosial Ekonomi, Sosial Budaya, Perkembangan IPTEK, Psikologi.

Dalam hal psikologi sudah terkonsep ssebuah rancangan pendidikan yaitu sebagai alat untuk mengembangkan kepribadian individu tersebut lebih bernilai. Sehingga dalam menempuh pendidikan samapi ke pendidikan tinggi individu tersebut dapat berkembang dengan baik, dan dapat menjadi manusia yang berkualitas.

Pendidikan tinggi sendiri merupakan jenjang, dimana tingakat pendidikan tersebut sudah dapat dikatakan tinggi. Dalam penndidikan tinggi mencakup beberapa program seperti pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan sistem terbuka.

Pendidikan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Gelar akademik, profesi, atau vokasi hanya digunakan oleh lulusan dari perguruan tinggi yang dinyatakan berhak memberikan gelar akademik, profesi, atau vokasi. Penggunaan gelar akademik, profesi, atau vokasi lulusan perguruan tinggi hanya dibenarkan dalam bentuk dan singkatan yang diterima dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Pendidikan, Faktor Pendidikan, Pendidikan Tinggi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait: