perusahaan akun

Manajemen Keuangan Perusahaan

perusahaan akun

Keuangan Perusahaan~ Berbicara mengenai manajemen tentu saja kebanyakan orang akan mengasumsikannya hanya sebatas pengelolahan dan pengaturan dalam bidang-bidang tertentu. Hal ini sudah umum dilakukan banyak orang mengingat memang banyak pendefinisian dari arti kata tersebut dari beberapa pandangan, sehingga mungkin saja terjadi kesalahan persepsi.

Salah satunya dapat disebutkan manajemen keuangan, manajemen keuangan sendiri diartikan sebagai suatu usaha mengelolah sumber modalnya dengan cara semurah-murahnya dan menggunakan sumber modal tersebut secara efektif, efisien, dan seproduktif mungkin.

Di dalam sebuah perusahaan pastilah terdapat manajemen keuangan yang dikelola oleh seorang manajer keuangan. Seorang manajer keuangan yang profesional akan memahami keuangan perusahaannya dalam usur dan segi keungan yang baik. Hal tersebut tentunya diselingi dengan sikap yang bijaksana yaitu bagaimana cara mengelolah sumber modal tertentu, sehingga hal tersebut merupakn unsur terpenting suatu pencapaian perusahaan.

Seorang manajer keuangan perusahaan tentu saja harus menguasai segala unsur manajemen keuangan agar dapat menyelesaiakan masalah serta dapat memberikan solusi atas kendala yang terjadi pada keuangan perusahaan.

Seorang manajer perusahaan juga harus mengetahui segala aktivitas yang dilakuakan di dalam perusahaan khususnya mengenai keuangan. Untuk merealisasikan keuntungan yang maksimum seorang manajer perusahaan harus menganalisa sumber dana dan penggunaannya.

Aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh manajemen perusahaan sendiri sangat penting diperhatikan oleh seorang manajer keuangan perusahaan. Adapun aktivitas dari manajemen keuangan, meliputi :

  1. Aktivitas penggunaan dana, artinya segala aktivitas yang menginvestasikan dana segala aspek aktiva.
  2. Aktivitas pengelolahan dana, yang artinya segala aktivitas yang berhubungan dengan cara mendapatkan sumber dana, baik internal maupun eksternal.
  3. Aktivitas pengelolahan aktiva, pengelolahan aktiva dilakukan setelah dana yang di dapat dan telah dilakukan pengalokasian dana dalam bentuk aktiva.

Tergambar dari penjabaran di atas bahwa tugas pokok  manajemen keuangan ialah sebagai pengambil keputasan, pembiayaan kegiatan usaha, dengan demikian seorang manajer keuangan perusahaan akan membuatrencana yang maksimal dan matang untuk memasimalkan nilai perusahaannya.

Ada beberapa kegiatan pentinga yang harus dilakukan oleh seorang manjer keuangan perusahaan yang meliputi beberapa aspek diantaranya:

  1. Manajer keuangan perusahaan harus bekerja sama dengan manajer perusahaan yang lanya.
  2. Manajer keuangan perusahaan memusatkan perhatiannya pada pembiayaan yang dilakukan dengan investasi dan segala yang berhubungan dengan itu.
  3. Manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
  4. Menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan Perusahaan, Tugas Pokok Manajer Keuangan, Aktivitas Manajemen Keuangan, Aspek Kegiatan Manajemen Keuangan. Artikel ini dibuat dengan tujuan yang tak lain ialah ingin menambah pengetahuan bagi pembaca, dan berharap artikel ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan refrensi anda.

manajemen keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan

manajemen keuangan

Manajemen Keuangan~ Dalam setiap organisasi atau peruahaan, tentu dan sudah jelas terdapat sebuah pengaturan, pengolahan serta pengendalian yang matang, tujuannya tidak lain ialah untuk memperlancar pekerjaan atau kegiatan yang ada.

Pengaturan, pengolahan, dan pengendalian tersebut disebut dengan manajemen. Dalam perusahaan ataupun organisasi sendiri terdapat berbagai bidang dalam manajemen, salah satunya ialah manajemen keuangan.

Manajemen keuangan sendiri merupakan segala aktivitas yang dilakuakan oleh pemilik dan manajemen perusahaan untukmenggunakan sumber modalnya seefektif mungkin serta seefisien mungkin dengan tujuan untuk memperoleh laba yang ditargetkan.

Dalam hal ini pengertian manajemen keuangan sendiri mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ada pengertian dari manajemen keuanga yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana, ada juga pengertian yang menyebutkan bahwa manajemen keuanga merupakan aktivitas pencarian dana, pengolahan dana, serta pengelolahan terhadapa aktivitas lainnya.

Hal ini dapat menyebabkan kesimpangsiuran sehingga terjadinya suatu kesalahan persepsi masing-masing individu. Oleh karenanya sebagai manusia yang berwawasan kita perlu memahami secara mendalam apa dan makna sesungguhnya dari manajemen keuangan tersebut.

Untuk merealisasikan keuntungan yang maksimal, suatu perusahaan menganalisa sumber dananya dengan cara yang khusus. Seorang manajer harus mampu mempelajari serta memahami bagaimana peredaran uang baik bersifat internal maupun external.

Dalam manajemen keuangan memiliki kepentingan yaitu sebagai penentu jumlah aktiva yang layak untuk diinvestasikan serta membelanjakan aktiva aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana seorang manajer harus bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Biasanya sumber dana perusahaan yang berasal dari luar didapat di pasar modal, yang berbentuk hutang atau modal sendiri.

Setelah penjabaran yang dilakukan di atas, tentu sekali lagi kita perlu mengetahui dengan seksama apa arti kata atau definisi dari manajemen keuangan itu sendiri. Hal tersebut mendorong para ahli untuk mengungkapakan pendapatnya melalui definisi, meiputi :

  1. Liefman, mengungkapakan bahwa manajemen keuangan merupakan segala aktivitas yang dilakuakan utuk menyediakan uang dan menggunakan uang tersebut untuk memperoleh aktiva yang lebih.
  2. Suad Husnan, disini beliau berpendapat bahwa manajemen keuangan merupak segala aktivitas yang dilakukan mengatur segal fungsi-fungsi dari manajemen itu sendiri.
  3. James Van Horne, mengungkapakan bahwa manajemen keuangan ialah segala usaha yang dilakuakan untuk memperoleh dana, pendanaan, an pengelolahan aktiva yang lainnya.
  4. Bambang Riyanto, berpendapat bahwa manajemen keuangan merupakan keseluruhan aktivitas yang ada di dalam perusahaan, yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha memperoleh dana yang diperlukan untuk memperoleh laba, serta usaha untuk mengelola sumber dana seefisien mungkin.

Segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan ini memiliki fungsi-fungsi tersendiri, tak terkecualai dengan fungsi manajemen keuangan yang berfungsi sebgai berikut:

  1. Perencanaan Keuangan artinya membuat suau rencana tertentu meliputi kegiatan pemasukan serta pengeluaran pada kegiatan tertentu dan untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran keuangan artinya suatu tindakan khusus yang dilakukan secara detail terhadap pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolahan keuangan artinya menggunakan semua sumber modal perusahaan seefisien mungkin.
  4. Pencarian keuangan artinya mencari serta mengeksploitasi sumber dana modal utuk kegiatan oprasional perusahaan.
  5. Penyimpanan keuangan artinya ialah aktivitas menyimpan dana atau harta perusahaan dengan tujuan mengamankan dana tersebut.
  6. Pengendalian keuangan artinya perbaikana serta pengevaluasian sistem keuanagn yang ada didalam perusahaan.
  7. Pemeriksaan keuangan artinya melakukan suatu kegiatan audit internal ataus keuangan agar tidak terjadi suatu penyimpanagan keuangan perusahaan.
  8. Pelaporan keuangan suatu kegiatan penyedian informasi mengenai keadaan keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Manajemen Keuangan, Fungsi Manajemen Keuangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan refrensi untuk anda.

Usaha Ternak Sapi

Peninjauan Ulang Usaha Ternak Sapi Dengan Kriteria Perikebinatangan

Usaha Ternak SapiUsaha Tani~ Berbicara masalah impor tentu saja sudah diketahui bahwa negara kita yaitu Indonesia memiliki aktivitas rutin yaitumengimpor dagig sapi dari Australia. Dengan ini perlu dilakukan sebuah peninjauan ulang atas lingkungan yang ada disekitar peternakan tersebut.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh Dahlan Iskan yang melakukan peninjauan ulang terhadap tempat ternak daging sapi yang akan diimpor di Indonesia. Beliau menuturkan bahwa peternakan tersebut telah memiliki kriteria yang ditentukan yaitu berperikebnatangan.

Beliau juga menuturkan bahwa kandang dari peternakan tersebut masih dapat memuat sapi berjumlah 2000 ekor, bahkan sistem penimbangan berat badan sudah dilakukan secara audit oleh tim Australia. Dari hasil audit tadi dinyatakan bahwa kandang peternakan yang ada telah memnuhi kriteria.

Lantas yang emnjadi fenomena yang tak asing lagi yaitu harga daging impor relatif lebih murah dibandingkan dengan daging lokal. Hal ini lah kadang yang membuat para usaha ternak sapi lokal merasa khawatir akan masa depan usaha mereka.

Usaha Peternakan sapi

Usaha Peternakan sapi adalah Usaha  peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang sederhana, skala usaha yang kecil, modal usaha terbatas dan merupakan usaha sampingan dan minimnya pengetahuan tentang beternak sapi potong, begitu pula sumberdaya yang dimiliki masih rendah sehingga berdampak pada pendapatan yang rendah pula.

Peternak berdampak pada kegiatan usaha yang dapat dilihat dari berbagai bentuk perilaku dalam beternak seperti ketidakseriusan dan kurang terarahnya kegiatan usaha ternak yang berpengaruh pada produktifitas usaha, kurang tanggap terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta rendahnya kreatifitas yang akhirnya usaha beternak sapi potong tersebut secara ekonomis kurang menguntungkan.

Motivasi Usaha Ternak Sapi Rakyat

Motivasi pemeliharaan ternak ruminansia dapat digolongkan dalam beberapa motif antara lain :

  1. Motif ekonomi yang bertujuan memperoleh tambahan pendapatan dan tabungan serta anak keturunannya,
  2. Motif penggunaan pupuk kandang dan tenaga kerja ternak,
  3. Motif sosial,
  4. Motif pengisi waktu (Lestari dalam  Haryadi, 2004).

Menurut Haryadi (2004) mengatakan jenis-jenis motif, penyusun motivasi, digolongkan sebagai berikut :

  1. Motif ekonomi yang mengungkap alasan beternak sapi potong untuk tambahan pendapatan dan tabungan,
  2. Motif pemanfaatan hasil ternak yang berisi pernyataan tentang pemanfaatan tenaga kerja ternak kotoran ternak sebagai pupuk serta ternak hasil keturunannya,
  3.  Motif sosial yang mengungkap alasan untuk memperoleh status sosial dan hiburan,
  4. Motif pemanfaatan sumberdaya selain ternak yang meliputi pemanfaan tenaga kerja keluarga dan sisa hasil pertanian tanaman pangan.

Demikian artikel yang membahas tentang Kriteria Usaha Ternak Sapi, Usaha Peternakan Sapi Rakyat, Motivasi Usaha Peternakan Sapi. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan yang luas untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Manajemn Pemasaran

Obat Tradisional Tembus Rp 113 Triliun

Manajemen PemasaranManajemen Pemasaran ~Beredarnya obat tradisional dipasaran yang ada dalam dunia bisnis cenderung memberikan peluang besar terhadap kehidupan perekonomian masayarakat yang menengah kebawah. Karena dilihat dari proses produksi yang dilakukan masyarakat yang tergolong ke bawah lah yang lebih banyak memproduksi obat tradisional.

Eksistensi dari perkembangan jamutelah menunjukkan berbagai bukti, terbukti sekarang ini masyarakat lebih banyak menaruh minatnya pada obat tradisional tersebut. Selain harga yang mudah dijangkau, juga lebih mudah didapatkan.

Tercatat di Sukoharjo, mampu meraih omzet sebesar Rp 113 Triliun yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Dari hal tersebut dapat diketahui bahwa penghasilan yang ada dari obat tradisional merupakan kesuksesan atas pemasaran yang telah dilakukan.

Tanpa adanya pemasaran yang dilakukan dengan strategis, penjualan jamu tidak akan berhasil menuai keberhasilan yang telah disebutkan diatas. Lantas bauran pemasaran yang seperti apa yang harus diterapkan dalam segala bidang ketika melakukan pemasaran ?

Tentu saja dilihat dari ilmu manajemen yang ada, manajemen pemasaran merupakan suatu startegi dalam mencipatakan promosi yang berkualitas, yang pada akhirnya mampu memberikan pengaruh pada perilaku konsumen untuk mengkonsumsinya.

Akan tetapi dunia bisnis yang sedang ada saat ini, mengalami banyak seklai perubahan da permasalahan yang sangat kompleks, mengapa demikian ? melihat permasalahan yang ada pada dunia bisnis yang terdiri dari globalisasi,kemajuan teknologi, dan deregulasi menuntut segala pihak untuk pandai dalam menghadapi situasi ini.

Manajemen Pemasaran

Aktivitas pemasaran yang ada memiliki banyak sekali nilai dan dampak positif yang ada untuk pihak konsumen ataupun produsen. Dilihat dari sisi konsumen, pemasaran sendiri juga dipandang sebagai segala kegiatan yang ada yang mampu dan membantu meberikan berbagai pilihan alternatif dari berbagai produk yang ada sebagai alat pemuas.

Konsumen menganggap bahwa pemasaran merupakan hal yang sangat unik. Mengapa demikian karena pada saat dilakukan pemasaran ada berbagai macam penawaran yang ada yang pada akhirnya mampu menambah segala kebutuhan yang ada dari konsumen.

Selain itu dari sisi produsen, pemasaran ditujukan sebagai suatu kegiatan yang menunjang keberhasilan dari suatu produk yang telah dihasilkan. Pada persepsi yang ada pada produsen, pemasaran dianggap sebagai ajang peningkatan kualitas pelayanan yang ada untuk meningkatkan kebutuhan konsumen.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa pemasaran memiliki fungsi yang sangat unik, beragam dan memiliki corak tersendiri pagi keseimbangan pasar. Fungsi Pemasaran tidak hanya berkaitan dengan berbagai kepentingan produsen saja akan tetapi konsumen juga.

Sehingga pada awal munculnya pemasaran banyak orang yang mendefinisikan pemasaran sebagai suatu kegiatan yang berhubungan dengan barang, yang pada awalnya titik awalnya akan ditawarkan pada lembaga-lembaga tertentu untuk diperjual belikan. Dari kegiatan tersebut keseimbangan pasar akan transaksi akan seimbang.

Demikian artikel yang membahas kemajuan Obat Tradisional, Pemasaran Obat Tradisional, Manajemen Pemasaran, Pemasaran Konsumen, Pemasaran Produsen. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

Kualitas sumber Daya Manusi

Sumber Daya Manusia Perusahaan

Fungsi Manajemen~ Pentingnya Lulusan Program Studi Ilmu Manajemen berkualitas Untuk Perusahaan

Kualitas sumber Daya Manusia

Menanggapi persaingan global pada saat ini tentu saja harus memiliki unsur atau sarana yang memadai sebagai alat untuk antisipasi perubahan yang akan terjadi secara global. Yang dibutuhkan paling utama saat menyeimbangi perubahan global ialah kualitas yang ada pada sumber daya manusia.

Kualitas sumber daya yang ada tentu saja harus lebih ditingkatkan lagi melalui berbagai pelatihan dan pendidikan yang memadai. Terutama bagi sumber daya manusia yang pada akhirnya jenjang karirnya memiliki ruang lingkup berada di perusahaan. Tak terkecuali pada sumber daya manusia yang dihasilkan dari prodi ilmu manajemen.

Setiap lulusan dari ilmu manajemen pada dasarnya akan menempati posisi seorang manajer pada suatu perusahaan tertentu. Lalu apa pentingnya lulusan berkualitas ? tentu saja sangat penting setiap sumber daya manusia yang berperan sebagai pelaku dan pengolah perusahaan harus memiliki kemampuan, serta kecakapan yang dapat dijadikan suatu pedoman untuk menjalani perannya.

Karena perusahaan yang pada ukuran kecil maupun besar membutuhkan suatu manajemen sebagai dasar jalannya perusahaan. Manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengaturan serta pengorganisasian sebagai langkah awal pencapaian tujuan.

Bayangkan saja jika perusahaan memliki sumber daya manusia yang kurang ahli dalam menjalankan tugasnya, masa depan perusahaan hanya dapat diukur dengan jari saja. Hal tersebut akan mempengaruhi nilai dan hasil yang didapat dari perusahaan tersebut.

Latas apa pentingnya kualitas lulusan prodi ilmu manajemen untuk perusahaan ? lulusan dari ilmu manajemen diaggap telah mampu memberikan kontribusi kepada perusahaan, selain itu tujuan dari lulusan yang berkualitas adalah sebagai penjalan fungsi-fungsi dari manajemen itu sendiri. Oleh sebab itu saat perekrutan sumber daya manusia dilakukan dengan tahap dan metode yang selektif.

Pengertian Manajemen

Manjemen merupakan suatu sistem perencanaan, pengaturan dan pengorganisasian yang ada dalam suatu organisasi atau perusahaan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Manajemen disebut juga sebagai roda kegiatan suatu organisasi, tanpa manajemen kegiatan yang ada dalam suatu organisasi tadi akan terbengkalai dan rancu. Oleh sebab itu dalam kegiatan dilakukan suatu tahap utama yaitu perencanaan yang matang, dengan tujuan agar mampu mencapi goals yang telah ditetapkan.

Fungsi Manajemen

pada hakikatnya fungsi manajemen sendiri tidak dapat dibatasi, akan tetapi secara teori ada lima fungsi penting dari manajemen. Adapun fungsi penting dari manajemen meliputi:

  1. perencanaan,
  2. Pengorganisasian,
  3. Staffing,
  4. Memotivasi,
  5. Pengawasan.

Pada tahap perencanaan tentu saja dibutuhkan perencanaan sebagai dasar pelaksanaan tercapainya sebuah tujuan organisasi atau perusahaan yang telah ditentukan. Selain itu dari perencanaan juga dapat dilakukan suatu prediksi berhasil atau tidaknya rencana tersebut.

Sedangkan dalam tahap motivasi manjemen juga memiliki fungsi untuk mendorong dan melahirkan suatu semangat atau kinerja yang optimal bagi pekerja atau pelaksana kegiatan. Bahkan jika fungsi manajemen berjalan dengan baik akan memunculkan motivasi dari dalam diri masing-masing pelaku.

Selain itu dalam melaukan pengawasan dilakukan pengukuran dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan yang terjadi terhadap perencanaan, dan pada tahap ini diperlukannya suatu evaluasi serta solusi untuk kedepannya.

Demikian artikel yang membahas Sumber Daya Manusia Manajemen, Kualitas Sumber Daya Manusia, Fungsi Manajemen Perusahaan, Pengertian Manajemen. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan manfaat terhadap perluasan wawasan Anda.

Manajemen Saham

Penurunan saham, Manajemen Bermasalah ?

Manajemen SahamSaham Perusahaan~ Penurunan saham yang drastis kali ini harus dirasakan oleh PT Cipaganti Citra Graha Tbk, yang pada akhirnya mengeluh penurunan saham akibat kasus penipuan yang dialami pada proses bagi hasil koperasi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut otomatis berdampak pada bidang usaha Cipaganti Group. Salah satunya dengan terjadinya penurunan nilai saham di PT Cipaganti Citra Graha Tbk. Berita yang gencar dipublikasikan ini mengalami dampak yang dalam kondisi saham.

Tercatat sejak berita kasus penipuan muncul pada tanggal 17 Juni saham perseroan mengalami penurunan ke level Rp 88 per lembar saham. Padahal harga penawaran saham perusahaan saat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ditetapkan pada level Rp 190.

pelemahan ini sendiri lebih diakibatkan oleh kuranya pemahaman dari para investor yang menyebabkan timbulnya kekhawatiran berlebih terhadap kelangsungan kinerja perusahaan.

Pengertian Saham

Diantara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham biasa (common stock)  merupakan salah satu jenis efek yang paling banyak diperdagangkan di pasar modal.

Bahkan saat ini dengan semakin banyaknya emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa efek, perdagangan saham semakin marak dan menarik para investor untuk terjun dalam jual beli saham. Secara sederhana, saham didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

Perubahan Saham

Pada dasarnya harga saham dipasaran dapat berubah sewaktu-waktu. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh kekuatan dari penawaran dan permintaan yang sedang terjadi dipasar sekunder.

Dengan kata lain jika banyak investor yang ingin membeli atau sedang menyimpan sahamnya harga akan cenderung mengalami peningkatan. Hal terssebut juga berlaku sebaliknya jika banyak investor yang menjal atau melepaskan maka akan berdampak pada penurunan saham.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham yang ada dipasaran berlaku dipengaruhi oleh penelian atas pembelian dan penjualan terhadap kondisi yang ada pada internal dan eksternal pada perusahaan.

Kondisi yang ada pada internal perusahaan dapat diamati dengan menggunakan beberapa indikator kinerja rasio keuangan. Sehingga investor yang berkepentingan tentu saja membutuhkan suatu laporan keuangan untuk mengetahui kondisi dari perusahaan tersebut.

Perubahan harga saham yang ada akan menyebabkan berbagai selisih harga saham yang ada. Biasanya perubahan harga saham biasanya dihubungkan dengan debt ratio, debt ratio, earning volatility, asset growth, size dan dividend policy.

Demikian artikel yang membahas mengani Manajemen Perusahaan, Manajemen Saham, Perubahan Harga Saham. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan manfaat untuk Anda.

Atikel yang Terkait:

Perilaku Konsumen

Kaitan Antara Pemasaran Dan Perilaku Konsumen

Perilaku KonsumenPerilaku Konsumen~ Masalah pertanian adalah masalah mendasar di Indonesia. Padahal pertanian menjadi tumpuan pembangunan bangsa karena paling banyak tenaga kerja dan kelompok miskinnya.

Salah satu hasil pertanian yang memerlukan proses pengolahan agar meningkatkan nilai tambah produk adalah kedelai. Kedelai merupakan bahan pangan yang mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari adanya kenyataan bahwa sebagian besar masyarakat tidak dapat melepaskan diri dari bahan makanan yang berbahan baku kedelai. Sebagai makanan, kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel-sel tubuh karena banyak mengandung unsur dan zat-zat makanan, terutama kandungan protein yang tinggi (Setyowati, 2011).

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadikan masyarakat mengkonsumsi bahan makanan yang bergizi. Sebagai bahan pelengkap makanan yang banyak mengandung gizi, banyak masyarakat yang menjadikan kecap sebagai bagaian dari menu setiap hari, sehingga menyebabkan banyaknya produsen kecap yang menciptakan berbagai merek kecap.

Banyaknya merek kecap yang ada di pasaran menyebabkan adanya persaingan antar produsen kecap dalam memperebutkan konsumen, sehingga bagi pemasar perlu menyusun strategi pemasaran salah satunya adalah mempelajari perilaku konsumen.

Pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen, atau berorientasi pada konsumen (consumer oriented). Hal ini secara azasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk (product concept)  dan penjualan  (sales concept) atau keuangan (financial concept). Konsep pemasaran mengajarkan bahwa kegiatan pemasaran harus dimulai dengan usaha mengenal dan merumuskan keinginan dan kebutuhan dari konsumennya (Swastha dan Handoko, 1997).

Orientasi Pada Konsumen

Pada dasarnya konsumen merupakan sasaran utam dari suatu pemasaran. Oleh sebab itu, perusahaan haru meperhatikan konsumen, meliputi:

  1. Menentukan kebutuhan pokok (basic need) dari pembelian yang akan dilayani dan dipenuhi.
  2. Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan sasaran penjualan
  3. Menentukan produk dan program pemasarannya
  4. Mengadakan penelitian pada konsumen, untuk mengukur, menilai, dan menafsirkan keinginan, sikap, serta perilaku konsumen.
  5. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik.

Kepuasan Konsumen (Consumer Satisfaction)

pada hakikatnya suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil dalam tiap pemasaran yang dapat menguntungkan atau memberikan laba dengan jangka panjang. Sehingga dengan kata lain perusahaan harus mampu memaksimalkan kepuasaan konsumen, tetapi perusahaan harus mendapatkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada konsumen.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pemasaran Pertanian, Perilaku Konsumen, Kepuasaan Konsumen, Masalah Pertanian, Orientasi Konsumen. Semoga artikel yang kami sajikan mampu emmberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan~ Seseorang akan diukur kemampuannya berdasarkan tingkatan pendidikan, karena kontribusi pengetahuan tertentu diberikan sesuai jenjang masing-masing pendidikan.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Manajemen Laba Laporan Keuangan

Keuangan NegaraLaporan Keuangan~ Dalam melakukan segala aktivitas yang berhubungan langsung dengan organisasi tentu saja semua hal membutuhkan suatu manajamen yang dijadikan sebagai pondasi awal terlaksananya kegiatan tersebut.

Karena tanpa manajemen tentu saja pengelolah kegiatan atau pengelolah segala bidang yang ada dalam unsue organisasi atau perusahaan akan mengalami kesulitan. Mengapa demikian ? mengingat bahwa manajemen sendiri merupakan suatu alat yang digunakan sebagai alat pengelolahan tentu saja akan memudahkan segala pekerjaan.

Selain itu manajemen tidak hanya menentukan tindak tanduk yang ada dalam suatu perusahaan tertentu. Akan tetapi manajemen juga mengatur sebuah laba yang ada dalam pasar. Dengan artian manajemen laba dapat memaksimalkan nilai yang ada dalam pasaran.

Manajemen laba sangat berhubungan dengan laporan keuangan yang ada dalam suatu perusahaan atau organisasi. Karena dari laporan keuangan tersebut didapatkan suatu indikasi kondisi penentu masa depan dari perusahaan tersebut.

Laporan keuangan yang akurat dapat dilihat dari berbagai sendi-sendi pelaporan yang dilampirkan secara abstarksi kepada segala pihak yang bersangkutan. Dengan demikian hal tersebut juga menjadi tolak ukur pendorong majunya perkembangan yang ada pada perusahaan tersebut.

Sehingga perlu ditekankan pada pihak manajemen selaku penyusun keuangan agar lebih memperhatikan segala bentuk yang pasti dari laporan keuangan tersebut. Karena dari laporan keuangan juga didapatkan suatu penilaian kinerja tersendiri.

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan sarana komunikasi untuk berbagai pihak yang membutuhkan baik dari pihak internal atau eksternal perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi yang ada dari laporan keuangan.

Selain itu laporan juga digunakan sebagai sarana penghubung antara pihak internal perusahaan dengan pihak eksternal perusahaan sebagai wujud asli pertanggungjawaban hasil kinerja yang ada dari perusahaan tersebut.

Oleh sebab itu, mengingat bahwa laporan keuangan merupakan unsur yang paling penting perlu diperhatikan penyusunannya, dan perlu diperhatikan pula penyusunannya dengan sebenar-benarnya.

Ada yang mengungkapkan bahwa laporan keuangan merupakan catatan ringkas mengenai berbagai kondisi keuangan dari suatu perusahaan atau organisasi yang dijadikan suatu komunikasi antar pihak-pihak bersangkutan.

Manajemen Laba

Manajemen laba merupakan salah satu fenomena yang saat ini sedang dibahas. Mengap demikian ? karena dalam menentukan laba ilmu manajemen yang ada terkesan unik karena mampu memberikan berbagai kebijakan yang ada dalam ilmu akuntansi.

Pada dasarnya manajemen laba merupakan suatu campur tangan yang ditujukan langsung pada proses pelaporan yang ada pada keuangan suatu perusahaan. Yang mana pelaporan tersebut menunjukkan kondisi dari perusahaan yang akan diberikan pada pihak ekternal.

Manajemen laba memberikan fleksibilitas kepada manajer melindungi kepentingan dirinya, perusahaan dan pihak yang terkait dengan kontrak yang dilakukan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan, Manajemen Perusahan, Komunikasi Laporan Keuangan. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.

Artikel yang Terkait:

PLN

Adu Pengelolahan Perusahaan PLN

PLNKinerja Perusahaan~ Tak heran jika suatu perusahaan yang memiliki nilai dan standart tinggi tentu saja tidak pernah lepas dari suatu kinerja yang maksimal dari sumber daya manusianya. Tentu saja menurut ilmu manajemen sumber daya manusia merupakan unsur utama yang digunakan dalam segala pengelolahan yang ada pada suatu perusahaan.

Lihat saja prestasi yang kian ditonjolkan dari PLN yang kian lama menunjukkan eksistensinya. Terbukti bahwa PT PLN (Persero) berhasil membuktikan bahwa kinerja yang ada pada perusahaannya dapat dinilai dengan menjadi salah satu perusahaan yang masuk dalam Fortune Global 500 pada tahun 2014.

Dalam jajaran bergengsi Fortune Global 500 PT PLN sebagai suatu perusahaan pendatang baru, menduduki peringkat 477 dari perusahaan besar lainnya. Jika dilihat kian suksesnya perusahaan tersebut dapat dibayangkan bagaimana kinerja yang selama ini diterapkan dalam perusahaan tersebut.

Dalam hal ini kualitas sumber daya manusia juga telah melalui proses adu seleksi yang nantinya menjadi tumpuan terlaksananya visi dan misi perusahaan tersebut. Masuk dalam 500 besar perusahaan besar dunia menjadi pencapaian besar PT PLN.

Telah diakui sebelumnya bahwa bukanlah hal yang mudah untuk bersaing dengan perusahaan besar dan ternama yang ada di dunia, akan tetapi dengan semangat, kerja keras, dan kinerja yang maksimal PT PLN yakin mampu menjadi bagian dari perusahaan besar di dunia.

Melihat hal tersebut tentu saja ada berbagai kriteria yang telah digunakan untuk proses pengurutan peringkat Fortune Global 500. Kriteria utamanya dapat dilihat dari total pendapatan perusahaan per periode fiskal berakhir pada atau sebelum 31 Maret 2014. Kemudian total pendapatan tersebut akan dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya.

Menurut data yang ada PLN membukukan pendapatan usaha tahun 2013 sebesar Rp257,4 triliun, naik 10,6 persen dari pendapatan usaha tahun 2012 sebesar Rp232,7 triliun. Meningkatnya pendapatan usaha tersebut sangat dipengaruhi oleh meningkatnya kenaikan volume penjualan tenaga listrik dan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang diberlakukan bertahap setiap triwulan mulai pemakaian Januari 2013.

Dipaparkan juga bahwa kenaikan volume yang terjadi disebabkan oleh prtumbuhan ekonomi nasional yang memiliki penambahan 3, 8 juta pelanggan baru. Penambahan tersebut merupakan salah satu upaya yang sangat bombastis dari Perseroan dalam melayani segala kebutuhan listrik dimanapun dengan akhir tahun 2013 total pelanggan Perseroan telah mencapai 54 juta.

Selain meningkatkan revenue, PLN juga terus berupaya meningkatkan efisiensi dalam penyelenggarakan layanan kelistrikan. Upaya itu diantaranya melalui program bauran energi, dengan menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam mengoperasikan pembangkit.

Pengelolahan Perusahaan

Menurut Harsoyo (1977:121) pengelolaan adalah suatu istilah yang berasal dari kata “kelola” mengandung arti serangkaian usaha yang bertujuan untuk mengali dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa pengelolahan perusahaan merupakan serangkaian aktivitas yang berhubungan dengan segala sesuatu kemajuan yang hendak dicapai dari perusahaan tersebut. Selain itu dalam pengelolahan sumber daya yang ada pada perusahaan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin.

Sistem pengelolaan perusahaan yang baik menuntut dibangun dan dijalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (GCG) dalam proses manajerial perusahaan. Dengan mengenal prinsip-prinsip yang berlaku secara universal ini diharapkan perusahaan dapat hidup secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para stakeholder-nya.

Demikian artikel yang membahas Kinerja Perusahaan, Kesuksesan Perusahaan, Manajemen Perusahaan, Pengelolahan Perusahaan. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.