Dec 01

Usaha Ternak Sapi Peninjauan Ulang Usaha Ternak Sapi Dengan Kriteria Perikebinatangan Peninjauan Ulang Usaha Ternak Sapi Dengan Kriteria Perikebinatangan Usaha Ternak SapiUsaha Tani~ Berbicara masalah impor tentu saja sudah diketahui bahwa negara kita yaitu Indonesia memiliki aktivitas rutin yaitumengimpor dagig sapi dari Australia. Dengan ini perlu dilakukan sebuah peninjauan ulang atas lingkungan yang ada disekitar peternakan tersebut.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh Dahlan Iskan yang melakukan peninjauan ulang terhadap tempat ternak daging sapi yang akan diimpor di Indonesia. Beliau menuturkan bahwa peternakan tersebut telah memiliki kriteria yang ditentukan yaitu berperikebnatangan.

Beliau juga menuturkan bahwa kandang dari peternakan tersebut masih dapat memuat sapi berjumlah 2000 ekor, bahkan sistem penimbangan berat badan sudah dilakukan secara audit oleh tim Australia. Dari hasil audit tadi dinyatakan bahwa kandang peternakan yang ada telah memnuhi kriteria.

Lantas yang emnjadi fenomena yang tak asing lagi yaitu harga daging impor relatif lebih murah dibandingkan dengan daging lokal. Hal ini lah kadang yang membuat para usaha ternak sapi lokal merasa khawatir akan masa depan usaha mereka.

Usaha Peternakan sapi

Usaha Peternakan sapi adalah Usaha  peternakan rakyat dengan pemeliharaan yang sederhana, skala usaha yang kecil, modal usaha terbatas dan merupakan usaha sampingan dan minimnya pengetahuan tentang beternak sapi potong, begitu pula sumberdaya yang dimiliki masih rendah sehingga berdampak pada pendapatan yang rendah pula.

Peternak berdampak pada kegiatan usaha yang dapat dilihat dari berbagai bentuk perilaku dalam beternak seperti ketidakseriusan dan kurang terarahnya kegiatan usaha ternak yang berpengaruh pada produktifitas usaha, kurang tanggap terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi serta rendahnya kreatifitas yang akhirnya usaha beternak sapi potong tersebut secara ekonomis kurang menguntungkan.

Motivasi Usaha Ternak Sapi Rakyat

Motivasi pemeliharaan ternak ruminansia dapat digolongkan dalam beberapa motif antara lain :

  1. Motif ekonomi yang bertujuan memperoleh tambahan pendapatan dan tabungan serta anak keturunannya,
  2. Motif penggunaan pupuk kandang dan tenaga kerja ternak,
  3. Motif sosial,
  4. Motif pengisi waktu (Lestari dalam  Haryadi, 2004).

Menurut Haryadi (2004) mengatakan jenis-jenis motif, penyusun motivasi, digolongkan sebagai berikut :

  1. Motif ekonomi yang mengungkap alasan beternak sapi potong untuk tambahan pendapatan dan tabungan,
  2. Motif pemanfaatan hasil ternak yang berisi pernyataan tentang pemanfaatan tenaga kerja ternak kotoran ternak sebagai pupuk serta ternak hasil keturunannya,
  3.  Motif sosial yang mengungkap alasan untuk memperoleh status sosial dan hiburan,
  4. Motif pemanfaatan sumberdaya selain ternak yang meliputi pemanfaan tenaga kerja keluarga dan sisa hasil pertanian tanaman pangan.

Demikian artikel yang membahas tentang Kriteria Usaha Ternak Sapi, Usaha Peternakan Sapi Rakyat, Motivasi Usaha Peternakan Sapi. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan yang luas untuk Anda.

Artikel yang Terkait: