Tag Archives: Fungsi Manajemen Pendidikan

Pendidikan

Fungsi Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan~  Tak jarang bahwa kemampuan seseorang dalam berfikir dipengaruhi oleh tingkat pendidikan seseorang tersebut. Dengan kata lain pendidikan menjadai salah satu faktor terpenting dalam kehidupan seseorang.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya. Sehingga banyak pula persepsi yang timbul dengan adanya banyak pengertian serta definisi yang ada.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Pendidikan Dan Fungsi Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

© Copyright 2010 CorbisCorporation

Pengertian Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan

Manajemen Pendidikan~ Seseorang akan diukur kemampuannya berdasarkan tingkatan pendidikan, karena kontribusi pengetahuan tertentu diberikan sesuai jenjang masing-masing pendidikan.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pengertian Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

manajemen

Proposal Tesis Manajemen Pendidikan

Proposal TesisProposal Tesis~   Saat seseorang menempuh pendidikan dijenjang perguruan tinggi tingkat strata dua (S2), syarat yang diajukan untuk kelulusan ialah membuat sebuah karya tulis penelitian yang murni langsung diteliti oleh seseorang tersebut.

Karya tulis tersebut disebut dengan Tesis, setelah seseorang selesai melakukan sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan gelar yang didapat ialah magister.

Dalam membuat tesis, tema dan judul tidak jauh dari program studi yang telah ditempuh. Namun, sebelum mengajukan penelitian atau tesis, seseorang diwajibkan mengajukan sebuah proposal yang menjadi suatu usulan diajukannya penelitian tesis.

Proposal inilah yang bisa dikatakan merupakan langkah awal sebuah perjalanan penelitian anda. Setelah proposal telah memperoleh persetujuan selanjutnya anda akan mendapat bimbingan yang lebih dari dosen pembimbing yang nantinya akan berjasa pada pembuatan tesis anda.

Salah satunya ialah manajemen pendidikan, dalam tesis manajemen pendidikan yang sering dibahas seperti pengkururan kinerja guru, aktivitas unsur-unsur pendidikan, atau bahakan kegiatan dalam pendidikan tersebut. Tema yang bisa diangkat dalam menyusun tesis manajemen pendidikan beragam tergantung dari obyek yang akan kita kaji.

Dalam melakukan penelitian, lingkungan yang dituju ialah lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya. Sehingga banyak pula persepsi yang timbul dengan adanya banyak pengertian serta definisi yang ada.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Berbicara menenai manajemen pendidikan, manajemen pendidikan sendiri memiliki ruang lingkup yang dapat dibagi menjaadi tiga bagian yaitu Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

Jika ditelisik menurut wilayah kerjanya ruang lingkup manajemen tadi dapat berupa Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.

Objek garapan dari manajemen pendidikan tadi yang nantinya akan menjadi sebuah pengaturan serta pengelolahan terhadap manajemen siswa yang masuk dalam kategori peserta didik, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, manajemen pembiayaan dan manajemen humas.

Sedangkan menurut fungsi kegiatan dari manajemen pendidikan tadi meliputi , merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi. Tentu semuanya harus dilakukan dan dirancang seefisien dan seefektif mungkin.

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Demikian artikel yang membahas mengenai Proposal Tesis Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan, Ruanglingkup Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artiekel Yang Terkait:

konsep pendidikan

Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

Konsep Dasar Manajemen

Konsep Dasar Manajemen~  Dalam melakukan sesuatu sesorang pasti membutuhkan suatu perencanaan, pengelolahan, serta pengaturan agar kegiatan tersebut berjalan secara sistematis. Dalam kegiatan berorganisasi pastilah membutuhkan suatu perencanaan, pengelolahan, serta pengaturan agar kegiatan tersebut berjalan secara sistematis.

Suatu perencanaan, pengelolahan, serta pengaturan agar kegiatan tersebut berjalan secara sistematis seringkali disebut dengan pengertian manajemen secara sempit. Tak hanya organisasi saja yang membutuhkan peran manajemen, akan tetapi lembaga-lembaga pemerintahan juga membutuhkannya.

Salah satunya ialah lembaga pendidikan, dalam pendidikan tentu saja dibutuhkannya suatu perencanaan yang snagat matang untung mengangkat serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain sebagai perencana manajemen juga memiliki fungsi sebagai pengaturan, pengorganisasian, sampai dengan pengawasan.

Stiap ilmu yang lahir tentu saja mempunyai spesifikasi serta ciri-ciri yang berbeda dengan ilmu yang lainnya, tak terkecuali pada ilmu manajemen yang memiliki ciri-ciri mengenai apa (ontology) bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi), pengetahuan manajemen tersebut disusun. Ketigannya ciri-ciri tersebut sangat berkaitan satu sama lain sehingga dapat dikatakan telah menciptakan suatu sistem tersendiri.

Dari ketiga ciri-ciri tersebut bisa dikatakan sebagai lahirnya konsep manajemen, landasan ontology dan aksiologi merupakan suatu konsep bagaimana mengembangkan landasan epistimologi yang sesuai. Persoalan utama yang dihadapai oleh setiap epistimologi pada dasarnya bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhatikan aspek ontology dan aksiologi.

Demikian juga halnya dengan masalah yang dihadapai epistimologi, yakni bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjadi masalah mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan dan mengendalikan peristiwa atau gejala yang muncul.

Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Dalam manajemen pendidikan sendiri memiliki unsur-unsur yang dapat dipelajari dalam hal yang seksama, adapaun unsur manajemen pendidikan meliputi ;

  1. Rasional
  2. Estimasi (Perkiraan)
  3. Preparasi (Persiapan)
  4. Efisiensi dan efektifitas
  5. Operasional.

Banyak sumber daya manajemen yang telibat dalam organisasi atau lembaga-lembaga termasuk lembaga pendidikan, seperti manusia, sarana dan prasarana, biaya, teknologi dan informasi.

Namun demikian sumber daya yang paling penting dalam pemdidikan adalah sumber daya manusia. Persoalan pengembangan sumber daya manusia mempunyai hubungan yang positif dengan produktifitas dan pertumbuhan oraganisasi, kepuasan kerja, kekuatan dan profesionalisme manajer.

Lima fungsi utama yang penting untuk diingat, bahwa manajemen adalah suatu bentuk kerja. Manager, dalam melakukan pekerjaannya, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, yang dinamakan fungsi-fungsi manajemen, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, staffing, memotivasi, pengawasan.

Dalam melaukan pengawasan dilakukan pengukuran dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan yang terjadi terhadap perencanaan, dan pada tahap ini diperlukannya suatu evaluasi serta solusi untuk kedepannya.

Demikian artikel yang berisi tentang Konsep Dasar Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan, Unsur Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait: