Tag Archives: Manajemen Perusahaan

Manajemen Saham

Penurunan saham, Manajemen Bermasalah ?

Manajemen SahamSaham Perusahaan~ Penurunan saham yang drastis kali ini harus dirasakan oleh PT Cipaganti Citra Graha Tbk, yang pada akhirnya mengeluh penurunan saham akibat kasus penipuan yang dialami pada proses bagi hasil koperasi yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut otomatis berdampak pada bidang usaha Cipaganti Group. Salah satunya dengan terjadinya penurunan nilai saham di PT Cipaganti Citra Graha Tbk. Berita yang gencar dipublikasikan ini mengalami dampak yang dalam kondisi saham.

Tercatat sejak berita kasus penipuan muncul pada tanggal 17 Juni saham perseroan mengalami penurunan ke level Rp 88 per lembar saham. Padahal harga penawaran saham perusahaan saat penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ditetapkan pada level Rp 190.

pelemahan ini sendiri lebih diakibatkan oleh kuranya pemahaman dari para investor yang menyebabkan timbulnya kekhawatiran berlebih terhadap kelangsungan kinerja perusahaan.

Pengertian Saham

Diantara surat-surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal, saham biasa (common stock)  merupakan salah satu jenis efek yang paling banyak diperdagangkan di pasar modal.

Bahkan saat ini dengan semakin banyaknya emiten yang mencatatkan sahamnya di bursa efek, perdagangan saham semakin marak dan menarik para investor untuk terjun dalam jual beli saham. Secara sederhana, saham didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan.

Perubahan Saham

Pada dasarnya harga saham dipasaran dapat berubah sewaktu-waktu. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh kekuatan dari penawaran dan permintaan yang sedang terjadi dipasar sekunder.

Dengan kata lain jika banyak investor yang ingin membeli atau sedang menyimpan sahamnya harga akan cenderung mengalami peningkatan. Hal terssebut juga berlaku sebaliknya jika banyak investor yang menjal atau melepaskan maka akan berdampak pada penurunan saham.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga saham yang ada dipasaran berlaku dipengaruhi oleh penelian atas pembelian dan penjualan terhadap kondisi yang ada pada internal dan eksternal pada perusahaan.

Kondisi yang ada pada internal perusahaan dapat diamati dengan menggunakan beberapa indikator kinerja rasio keuangan. Sehingga investor yang berkepentingan tentu saja membutuhkan suatu laporan keuangan untuk mengetahui kondisi dari perusahaan tersebut.

Perubahan harga saham yang ada akan menyebabkan berbagai selisih harga saham yang ada. Biasanya perubahan harga saham biasanya dihubungkan dengan debt ratio, debt ratio, earning volatility, asset growth, size dan dividend policy.

Demikian artikel yang membahas mengani Manajemen Perusahaan, Manajemen Saham, Perubahan Harga Saham. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan manfaat untuk Anda.

Atikel yang Terkait:

PLN

Adu Pengelolahan Perusahaan PLN

PLNKinerja Perusahaan~ Tak heran jika suatu perusahaan yang memiliki nilai dan standart tinggi tentu saja tidak pernah lepas dari suatu kinerja yang maksimal dari sumber daya manusianya. Tentu saja menurut ilmu manajemen sumber daya manusia merupakan unsur utama yang digunakan dalam segala pengelolahan yang ada pada suatu perusahaan.

Lihat saja prestasi yang kian ditonjolkan dari PLN yang kian lama menunjukkan eksistensinya. Terbukti bahwa PT PLN (Persero) berhasil membuktikan bahwa kinerja yang ada pada perusahaannya dapat dinilai dengan menjadi salah satu perusahaan yang masuk dalam Fortune Global 500 pada tahun 2014.

Dalam jajaran bergengsi Fortune Global 500 PT PLN sebagai suatu perusahaan pendatang baru, menduduki peringkat 477 dari perusahaan besar lainnya. Jika dilihat kian suksesnya perusahaan tersebut dapat dibayangkan bagaimana kinerja yang selama ini diterapkan dalam perusahaan tersebut.

Dalam hal ini kualitas sumber daya manusia juga telah melalui proses adu seleksi yang nantinya menjadi tumpuan terlaksananya visi dan misi perusahaan tersebut. Masuk dalam 500 besar perusahaan besar dunia menjadi pencapaian besar PT PLN.

Telah diakui sebelumnya bahwa bukanlah hal yang mudah untuk bersaing dengan perusahaan besar dan ternama yang ada di dunia, akan tetapi dengan semangat, kerja keras, dan kinerja yang maksimal PT PLN yakin mampu menjadi bagian dari perusahaan besar di dunia.

Melihat hal tersebut tentu saja ada berbagai kriteria yang telah digunakan untuk proses pengurutan peringkat Fortune Global 500. Kriteria utamanya dapat dilihat dari total pendapatan perusahaan per periode fiskal berakhir pada atau sebelum 31 Maret 2014. Kemudian total pendapatan tersebut akan dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya.

Menurut data yang ada PLN membukukan pendapatan usaha tahun 2013 sebesar Rp257,4 triliun, naik 10,6 persen dari pendapatan usaha tahun 2012 sebesar Rp232,7 triliun. Meningkatnya pendapatan usaha tersebut sangat dipengaruhi oleh meningkatnya kenaikan volume penjualan tenaga listrik dan kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) yang diberlakukan bertahap setiap triwulan mulai pemakaian Januari 2013.

Dipaparkan juga bahwa kenaikan volume yang terjadi disebabkan oleh prtumbuhan ekonomi nasional yang memiliki penambahan 3, 8 juta pelanggan baru. Penambahan tersebut merupakan salah satu upaya yang sangat bombastis dari Perseroan dalam melayani segala kebutuhan listrik dimanapun dengan akhir tahun 2013 total pelanggan Perseroan telah mencapai 54 juta.

Selain meningkatkan revenue, PLN juga terus berupaya meningkatkan efisiensi dalam penyelenggarakan layanan kelistrikan. Upaya itu diantaranya melalui program bauran energi, dengan menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam mengoperasikan pembangkit.

Pengelolahan Perusahaan

Menurut Harsoyo (1977:121) pengelolaan adalah suatu istilah yang berasal dari kata “kelola” mengandung arti serangkaian usaha yang bertujuan untuk mengali dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa pengelolahan perusahaan merupakan serangkaian aktivitas yang berhubungan dengan segala sesuatu kemajuan yang hendak dicapai dari perusahaan tersebut. Selain itu dalam pengelolahan sumber daya yang ada pada perusahaan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin.

Sistem pengelolaan perusahaan yang baik menuntut dibangun dan dijalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (GCG) dalam proses manajerial perusahaan. Dengan mengenal prinsip-prinsip yang berlaku secara universal ini diharapkan perusahaan dapat hidup secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para stakeholder-nya.

Demikian artikel yang membahas Kinerja Perusahaan, Kesuksesan Perusahaan, Manajemen Perusahaan, Pengelolahan Perusahaan. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan untuk Anda.