Aug 21

Manajemen Keuangan Keluarga Teori Manajemen Keuangan Keluarga Teori Manajemen Keuangan Keluarga Anggaran Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga ~ Di dalam suatu manajemen keuangan keluarga juga perlu diketahui oleh seorang ibu rumah tangga atau keluarga inti terdapat dua konsep utama menajemen keuangan yaitu neraca laba/rugi serta manajemen arus kas.

Bagi anda, ibu rumah tangga yang memiliki perhatian khusus mengeai keuangan keluarga, perlu kiranya menyimak dengan seksama isi artikel berikut ini.

Arus kas atau nama lainnya cash flow merupakan suatu aliran uang yang dicatat mulai dari kegiatan kita mendapatkan uang tersebut, menyimpannya, mengembangkannya, samapai dengan mengeluarkan uang tersebut dengan cara teratur dan bijaksana diselingi dengan sikap yang disiplin.

Pentingnya cashflow sebagai pengetahuan akan keuangan keluarga, perlu dipahami secara mendalam agar tidak terjadi kekacauan pada keungan keluarga serta terpantaunya keuangan dengan baik. Ada ungkapan yang cukup unik ketika membahas mengenai maslaah keuangan terutama keuangan keluarga yaitu “bukan masalah yang besar keuangan Anda mengalami status defisit, asalkan anda tahu kemana perginya uang tersebut”.

Pendapatan merupakan hal yang wajib diketahui ketika kita sedang memahami cashflow. pendapatan merupakan kegiatan memperoleh uang/harta yang biasanya didapat dari dua aktivitas utama yaitu gaji dan investasi.

Hasil investasi diperoleh dari suatyu aktivitas penanaman modal dalam berbagai cara. Cara-cara tersebut dapat erupa berinvestasi seperti deposito, properti, saham, hasil usaha, reksadana, obligasi dll.

Kebanyakan keluarga terutama ibu rumah tangga menyimpan seluruh penghasilan yang didapat tadi kedalam bentuk uang tunai, atau dapat disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil di ATM.

Pengeluaran merupakan hal yang juga perlu diperhatikan selain memperhatikan pendapatan keluarga. Pengeluaran suatu aktivatas yang mengakibatkan jumlah harta atau uang kita menjadi berkurang. Dalam akuntansi sendiri akan dapat terkihat dengan jelas pengeluaran serta pemasukan kita melalui diagram.

Apabila kita tidak dapat me-manage  uang keluarga dengan baik, maka akan akan terjadi sebuah kekacauan yang bisa-bisa berujung dengan kebangkrutan samapi dengan kemiskinan.

Dalam pengeluaran keluarga dapat dijabarkan secara umum meliputi :

  1. Pengeluaran Rumah Tangga,
  2. Cicilan Utang,
  3. Premi Asuransi,
  4. Pembantu Rumah Tangga,
  5. Keperluan Anak,
  6. Transportasi,
  7. Zakat/Pajak,
  8. Hiburan/Rekreasi,
  9. Kegiatan Sosial,
  10. Fashion, dan sebagainya.

Bila mengingat kembali dan apabila diperhatikan dengan seksama kesalahan yang paling mendasar dari kebanyakan keluarga ialah hanya berkutat pada pendapatan saja yang statusnya akan terus-menerus dikuras untuk menutupi pengeluaran keluarga. Sangat sedikit keluarga yang memikirkan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menjadikan pendapatannya tersebut berlipat-lipat, padahal jika dipelajari bersama investasi merupakan salah satu sumber pendapatan dalam artian tambahan pendapatan.

Sama dengan nama lainnya ialah penanaman modal, investasi merupakan slaah satu sumber pendapatan yang dapat dijadikan sebagai penutup pengeluaran keluarga asalkan dikerjakan dengan cara yang rajin.

Penjabaran di atas merupakan penjabaran singkat serta gamban konsisi ideal yang selaknyanya harus dicapai oleh semua keluarga. Jika selama ini anda hanya mengandalakan gaji sebagai pemasukan utama dan sebagai sarana penutup pengeluaran keluarga, maka sudah selayaknya mulai saat ini anda sedikit demi sedikit menyisihkan uang anda untuk menanamkan modal anda sebagai sumber pendapatan sekunder.

Berikut ini kami jabarkan tata cara me-manage keuangan keluarga anda, yang layak dijadikan sebagai pedoman penganggaran kegiatan keuangan rumah tangga anda:

  1. Hitunglah  penghasilan anda dengan cara sebersih-bersihnya atau dapat disebut dengan penghasilan bersih. Penghasilan bersih merupakan jumlah dari penghasilan yang diterima setelah terjadi pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan pajak yang lainnya.
  2. Buatlah sebuah list  yang akan menjadi kebutuhan rumah tangga setiap bulannya, kebutuhan tersebut juga termasuk kebutuhan hipotek, pajak kendaraan, biaya tak terduga.
  3. Kumpulkan slip gaji dan tagihan yang diterima sebagai pengeluaran dalam tiga bulan terakhir agar dapat membandingkan keseimbangan keuangan keluarga anda.
  4. Hitunglaha rata-rata keuangan yang diterima serta yang dikeluarkan setiap bulannya, jika pada terjadi pengeluaran yang tidak terduga, perkirakanlah kembali berapa besar nominalnya untuk bulan kedepannya.
  5. Kurangilah penghasilan bersih anda dengan rata-rata pengeluaran anda.
  6. Alokasikan dana yang ada juga dengan kebutuhan pribadi anda.

Demikian artikel yang berisi tentang Teori Manajemen Keuangan Keluarga, Langkah-Langkah Pengangaran Keuangan Keluarga yang dapat dapat kami sajikan untuk anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait: