Sep 17

Struktur Modal Teori Struktur Modal Manajemen Keuangan Teori Struktur Modal Manajemen Keuangan Struktur Modal

Struktur Modal~ Dalam perekonomian strukur modal sangat dibutuhkan sebagai sarana pertimbangan pelaksanaan kegiatan. Hal ini juga dinyatakan bahwa sumber modal merupakan salah satu asset penting yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau pelaksana kegiatan keuangan.

Saat krisis moneter melanda dunia imbasnya terasa pada Indonesia yang ditandai kian memburuknya perekonomian Indonesia. Tingkat suku  bunga yang tinggi dan menurunnya daya beli masayarakat yang menurunnya menjadi terpuruknya kegiatan bisnis dunia.

Perusahaan besar yang tadinya berjaya mengalami kebangkrutan yang amat memprihatinkan akibat lesunya pasar dunia. Lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar menjadikan kondisi ini semakin memburuk. Hutang yang jatuh tempo tak lagi dapat diatasi yang menambah suramnya keadaan ini.

Berdasarkan pengalaman tersebut, perusahaan akan semakin sangat memperhitungkan dalam menentukan struktur keuangaannya beserta modalnya jika mereka akan mengambil keputusan untuk berhutang.

Dengan mengetahui faktor-faktor terjadinya kebangkrutan perusahaan yang ada mempengaruhi struktur modal perusahaan yang lainnya khususnya perusahaan manufaktur, dapat membantu para manajemen perusahaan dalam menentukan bagaimana seharusnya sumber modal mereka dipergunakan. Dengan demikian salah satu tujuan dari manajemen perusahaan untuk memaksimalkan kemakmuran usaha dapat tercapai.

Struktur modal sendiri merupakan perimbangan khusus hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal dapat tercermin dari segala kebijakan perusahaan dalam menentukan jenis-jenis sekuritas yang nantinya akan dikeluarkan.

Keputusan struktur modal berkaitan erat dengan pemilihan sumber dana yang baik, yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan, tentu saja sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi.

Dana yang diperoleh dari sumber eksternal merupakan dana yang diperoleh dari kreditur serta pemilik perusahaan. Kebutuhan dana yang berasal dari kreditur tersebut sama dengan hutang perusahaan. Sedangkan dana yang diperoleh dari para pemilik perusahaan dianggap sebagai modal sendiri.

Trade off  merupakan salah satu kebijakan dari struktur modal yang beresiko tinggi untuk tingkat pengembaliannya. Secara logika penambahan hutang yang dilakukan oleh perusahaan memperbesar resiko perusahaan akan tetapi sekaligus memperbesar tngkat pengembalian yang diharapkan.

Resiko yang didapat oleh perusahaan akibat membekaknya hutang perusahaan, secara tidak langsung akan menurunkan saham yang ada di dalam perusahaan tersebut, akan tetapi perlu diingat kembali pengembalian tadi akan menaikkan nilai saham yang ada. Struktur modal optimal merupakan struktur modal yang isinya menyeimbangkan antara resiko dan pengembalian sehingga harga saham tersebut dapat diperoleh secara maksimal.

Perlu diketahui bahwa di dalam struktur modal sendiri memiliki beberapa teori yang dikemukan oleh beberapa ahli antara lain agency theory, signaling theory, packing order theory.

Dalam agency theory  yang diungkapkan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976 menyatakan bahwa para pemegang saham mengahrapkan bahwa agen tidak bertindak atas kepentingan diri sendiri akan tetapi juga bertindak atas kemauan dari para pemegang saham, sehingga pendelegasian kewenangan pemegang saham dapat dijalankan oleh agen.

Berbeda dengan signaling theory  yang diungkapkan oleh Brigham dan Houston (2001), beliau mengungkapkan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan prospek perusahaan manajemen perusahaanlah yang memberikan petunjuk kepada para investor mengenai keadaan dari perusahaan tersebut. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan berusaha menghindari penjualan sahamnya kepada orang luar dan akan mngupayakan berbagai cara untuk mencari modal baru dengan berbagai cara. Pengumuman emisi saham oleh suatu perusahaan merupakan suatu isyarat (signal) bahwa manajemen memandang prospek perusahaan suram. Apabila suatu perusahaan menawarkan penjualan saham baru lebih sering dari biasanya, maka harga sahamnya akan menurun, karena menerbitkan saham baru berarti memberikan isyarat negatif yang kemudian dapat menekan harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah.

Sedangkan packing oreder theory  lebih mengasumsikan untuk mensejahterahkan para pemilik saham secara maksimum. Perusahaan berusaha menerbitkan sekuritas pertama dari internal, retained earning, kemudian utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas. Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal didasarkan pada defisit pendanaan internal.

Konsep trade off dalam balancing theory adalah menyeimbangkan manfaat dan biaya dari penggunaan utang dalam struktur modal sehingga disebut pula sebagai trade off theory. Struktur modal yang optimal dapat ditemukan dengan menyeimbangkan antara keuntungan penggunaan utang dengan biaya kebangkrutan dan biaya keagenan yang disebut model trade off.

Demikian artikel yang membahas mengenai Struktur Modal, Teori Struktur Modal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait: