Monthly Archives: July 2014

Pembiayaan Pendidikan

Manajemen Pembiayaan Pendidikan

Pembiayaan Pendidikan

Pembiayaan Pendidikan~  Pendidikan sangat dipandang sebagai suatu pelayanan masyarakat yang berbentuk pengajaran, bimbingan, serta latihan yang ditujukan dan dibutuhkan oleh peserta didik. Hal tersebut mendapat pandangan khusus dari sektor publik.

Dalam pendidikan juga terdapat suatu anggaran pembiayaan yang merupakan sarana terlaksannya pendidikan tersebut. Manajemen pembiaayaan yang terjadi di lingkup pendidikan tentu saja sangat jauh berbeda dengan manajemen pembiayaan yang terjadi pada ruang dan lingkup perusahaan yang pada dasarnya berorientasi pada pencarian laba.

Dalam manajemen pendidikan pembiayaan memiliki karakteristik yang unik yang disesuaikan dengan misi dari pendidikan itu sendiri. Sehingga penerapan pembiayaan pada manajemen pembiayaan di lembaga pendidikan tidak dapat dipungkiri perannya yang sangat penting.

Namun dalam manajemen pembiayaan pada lembaga pendidikan sering mengalami masalah yang dapat dikatakan serius. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan antara lain terbatasnya sumber dana yang ada, pembiayaan pada program yang sembarangan, tidak terdukungnya visi serta misi yang ada, serta kesimpang-siuran kebijakan pendidikan yang kurang strategis dalam lembaga pendidikan.

Agar lembaga pendidikan bersifat bersih dari berbagai malfungsi serta malpraktek perlu diadakannya pengelolahan dari good governance yang kualitasnya nomor satu.

Dari uraian di atas sekiranya kita sebagai manusia yang berwawasan, penting dan perlu mengetahui lebih jauh tentang pembiayaan pendidikan. Oleh karenanya, Tesis Manajemen akan membahasnya dalam artikel kali ini.

Pembiayaan pendidikan merupakan nilai Rupiah yang ada dari keseluruhan sumber daya yang dipergunakan untuk segala kegiatan pendidikan. Pembiayaan pendidikan sendiri tidak hanya tidak hanya menyangkut analisa sumber, tetapi juga menggunakan dana secara efisien.

Sehingga semakin efesien sistem pendidikan tersebut sistem pendidikan itu semakin kurang pula dana yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuannya dan lebih banyak yang dicapai dengan anggaran yang tersedia.

Manajemen pembiayaan pendidikan sendiri diartikan sebagai keseluruhan kegiatan yang berkenan dengan penataan sumber, penggunaan, serta pertanggungwaban dana pendidikan sekolah atau lembaga pendidikan yang ada. Kegiatan yang berkaitan dengan manajemen pembiayaan pendidikan meliputi penyusunan anggaran, pembiayaan, serta pemerisaan.

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 yang ditetapkan pada tanggal 27 Maret 1989 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan sumber daya pendidikan yang berisikan :

1. Pasal 33

Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan oleh Pemerintah, masyarakat, dan atau keluarga peserta didik.

2. Pasal 34

Buku pelajaran yang digunakan dalam pendidikan jalur pendidikan sekolah disusun berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah. Buku pelajaran dapat diterbitkan oleh Pemerintah ataupun swasta.

3. Pasal 35

Setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar.

4. Pasal 36

Biaya penyelenggaraan kegiatan pendidikan di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah menjadi tanggung jawab Pemerintah.

Biaya penyelenggaraan kegiatan pendidikan di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat menjadi tanggung jawab badan/perorangan yang menyelenggarakan satuan pendidikan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Pembiayaan Pendidikan, Sumber Dana Pembiayaan Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi.

Artiekel Yang Terkait:

Keuangan Syariah

Fungsi Manajemen Keuangan Syariah

Manajemen Syariah

Manajemen Syariah~ Sebagai manusia yang berpengetahuan kita perlu mengetahi bahwa ilmu manajemen juga telah masuk ke dalam pembahasaan keagamaan, terutama agama Islam. Di dalam aliran Islam ilmu manajemen sendiri memiliki dua pengertian yaitu :

  1. Manajemen sebagai ilmu, yang mana manajemen dipandang sebagai ilmu umum yang berkaitan dengan nilai, peradaban sehingga hukum mempelajarinya adalah Fardu kifayah.
  2. Manajemen sebagai aktivitas, artinya segala aktivitas yang berkaitan dengan manajemen terikat pada aturan syara ,nilai atau Hadlarah islam.

Sedangkan bank syariah sendiri mengartikan bahawa manajemen merupakan suatu bentuk perbankan yang mengikuti ketentuan-ketentuan yang dianjurkan oleh Islam, oleh karennya praktek bank syariah sendiri ini bersifat umum atau universal. Yang mana dalam artian universal negara manapun dapat melakukan atau mengadopsi sistem bank syariah dalam hal :

  1. Menetapkan imbalan yang akan diberikan kepda masyarakat atas kepercayaannnya.
  2. Menetapkan imbalan yang akan diterima sehubungan dengan penyediaan dana yang ada kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan baik untuk investasi maupun modal kerja.
  1. Menetapakan imbalan sehubungan dengan kegiatan usaha lainnya yang lazim dilakukan oleh bank syariah.

Dalam hukum Islam manajemen syariah sendiri memiliki artian bahwa manajemen syariah memberikan pembiayaan atas dasar nilai syariah yang telah ditentukan. Karena dengan sistem syariah Bank tidak menarik bunga dan tidak ada transaksi yang memiliki resiko tinggi.

Pada penjabaran dapat diambil contoh, misalnya :

Seorang penjual beli rumah seharga 100 ribu dolar AS dan kembali menjual seharga 120 ribu dolar Asatau bahkan 300 ribu dolar AS jika terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli maka rumah tersebut dijual secara cicilan sesuai kesepakatan bersama yang adil sampai tiba waktu yang telah ditentukan tapi harus disertai beberapa saksi sehingga ketika terjadi disalah satu pihak ada yang lupa masih ada saksi-saksi.

Dalam pendapat yang diungkapkan oleh Karebet serta Yusanto ia memandang bahwa syariah merupakan manajemen yang memiliki dua sisi, yaitu manajemen manajemen sebagai ilmu dan manajemen sebagai aktivitas. Sebagai ilmu, manajemen dipandang sebagai salah satu dari ilmu umum yang lahir berdasarkan fakta empiris yang tidak berkaitan dengan nilai, peradaban (hadharah) manapun.

Namun manajemen sebagai aktivitas dipandang sebagai sebuah perbuatan amal yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak tepat di hadapan Allah SWT, sehingga ia harus terikat pada aturan syara’, nilai dan hadharah Islam. Manajemen Islami (syariah) berpijak pada aqidah Islam. Karena aqidah Islam merupakan dasar Ilmu pengetahuan atau tsaqofah Islam.

Fungsi manajemen sebagaimana kita ketahui ada empat yang utama, yaitu: perencanaan(planning), pengorganisasian (organizing), pengontrolan (controlling), dan pengevaluasian(evaluating). Di dalam manajemen syariah sendiri memiliki fungsi sebgai berikut:

  1. Syariah dalam Fungsi Perencanaan
  2. Peran Syariah dalam Pengorganisasian
  3. Peran Syariah dalam Evaluasi
  4. Peran Syariah dalam Pengontrolan

Demikan artikel yang berisi tentang Manajemen Keuangan Syariah, Konsep Manajemen Syariah, Fungsi Manajemen Syariah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai acuan refrensi untuk anda.

Artikel yang Terkait:

Pengelolahan Modal Kerja

Manajemen Modal Kerja Perusahaan

Pengelolahan Modal KerjaKinerja Modal~ Pada dasarnya ilmu manajemen yang ada sangat berpengaruh besar terhadap jalannya suatu kegaiatan yang ada dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu. Dalam perusahaan tentu saja berdirinya unsur yang ada disebabkan adanya suatu modal kerja.

Pengelolahan yang seringkali dilakukan dengan sistem yang mengutamakan keefektifan tentu saja menambah sensasi dari pelaksanaan segala kegiatan yang ada dalam perusahaan tersebut. Mengapa demikian ? tentu saja mengingat bahwa manajer keuangan yang berfungsi penting dalam pengelolahan modal kerja.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan saat ini mengapa masih saja ditemui sebuah kegagalan bisnis yang pada dasarnya disebabkan oleh ketidakmampuan seorang manajer keuangan untuk merencanakan segala laju kerja aktiva lancar dan hutang lancar yang ada dalam suatu perusahaan.

Selain itu kondisi yang sama disebabkan oleh kelalaian dari manajer kuangan untuk memperhatikan dengan benar salah satu fungsi manajemen yaitu controlling. Hal tersebut merupakan hal yang sangat fatal.

Perusahaan yang menyandang status dengan jumlah persediaan yang sangat terbilang besar dengan berbagai kebijakan penjualan kredit yang lunak mungkin saja akan lebih mengarah pada penjualan yang lebih tinggi lainnya.

Jumlah persediaan yang lebih besar dapat dikatakan sebagai suatu pengurangan resiko atas kekurangannya persediaan pada saat permintaan naik dan melonjak tajam, sehingga dapat dikatakan sebagai suatu pencegahan penundaan dan perusakan jadwal produksi.

Pengertian Modal Kerja

Kekurangan modal kerja secara umum merupakan penyebab utama kegagalan perusahaan kecil di berbagai negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Keberhasilan suatu perusahaan pada akhirnya, terdapat pada kemampuannya untuk menghasilkan penerimaan kas yang lebih di atas pengeluaran.

Permasalahan aliran kas pada banyak perusahaan kecil diperburuk dengan pengelolaan keuangan yang buruk dan pada khususnya terdapat kekurangan pada perencanaan kebutuhan-kebutuhan kas.

Modal kerja adalah suatu  margin atau pengaman untuk memenuhi kewajiban-kewajiban di dalam perputaran aktivitas operasi perusahaan sehari-hari. Dengan kata lain, modal kerja mewakili perputaran modal dari suatu organisasi dan terdiri dari:

  1. Persediaan-persediaan dari barang yang diperdagangkan, bahan baku, dan barang dalam proses
  2. Piutang
  3. Bank balances dan kas
  4. Marketable securities dan tagihan jangka pendek yang lain pada pihak ketiga

Manajemen Modal Kerja

Manajemen modal kerja merupakan hal yang penting bagi kesehatan keuangan bisnis di semua ukuran. Jumlah dana yang ditanamkan di dalam modal kerja sering kali besar di dalam proporsi total aset yang ditanamkan dan oleh karena itu merupakan hal yang vital bila jumlah dana tersebut digunakan dalam cara yang efisien dan efektif. Bagaimanapun juga, terdapat bukti bahwa perusahaan kecil tidak begitu baik dalam mengelola modal kerjanya.

Sedangkan untuk komponen yang diperlukan dari modal kerja suatu perusahaan pada umumnya mengikuti  trend tipe bisnis atau industri. Komponen-komponen modal kerja bagi kebanyakan organisasi pada umumnya adalah kas,  debtors, piutang, persediaan,  marketable securities, dan redeemable futures.

Kecukupan dari masing-masing komponen-komponen ini diukur melalui pengukuran yang ketat berdasarkan kebutuhan, ukuran, dan jangkauan dari kegiatan operasi suatu perusahaan.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manjemen Modal Perusahaan, Kekuatan Modal Kerja, Komponen Modal Kerja, Perputaran Modal Kerja, Fungsi Manajemen, Keuangan Bisnis, Oprasional Perusahaan. Semoga artikel yang Kami sajikan mampu memberikan wawasan tambahan untuk Anda.

Artikel yang Terkait: