Monthly Archives: September 2014

manajemen

Proposal Tesis Manajemen Pendidikan

Proposal TesisProposal Tesis~   Saat seseorang menempuh pendidikan dijenjang perguruan tinggi tingkat strata dua (S2), syarat yang diajukan untuk kelulusan ialah membuat sebuah karya tulis penelitian yang murni langsung diteliti oleh seseorang tersebut.

Karya tulis tersebut disebut dengan Tesis, setelah seseorang selesai melakukan sebuah penelitian sebagai syarat kelulusan gelar yang didapat ialah magister.

Dalam membuat tesis, tema dan judul tidak jauh dari program studi yang telah ditempuh. Namun, sebelum mengajukan penelitian atau tesis, seseorang diwajibkan mengajukan sebuah proposal yang menjadi suatu usulan diajukannya penelitian tesis.

Proposal inilah yang bisa dikatakan merupakan langkah awal sebuah perjalanan penelitian anda. Setelah proposal telah memperoleh persetujuan selanjutnya anda akan mendapat bimbingan yang lebih dari dosen pembimbing yang nantinya akan berjasa pada pembuatan tesis anda.

Salah satunya ialah manajemen pendidikan, dalam tesis manajemen pendidikan yang sering dibahas seperti pengkururan kinerja guru, aktivitas unsur-unsur pendidikan, atau bahakan kegiatan dalam pendidikan tersebut. Tema yang bisa diangkat dalam menyusun tesis manajemen pendidikan beragam tergantung dari obyek yang akan kita kaji.

Dalam melakukan penelitian, lingkungan yang dituju ialah lingkungan lembaga pendidikan seperti sekolah, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya.

Pendidikan merupakan sebuah kata yang sangat familiar kita dengarkan di dalam hidup sehari hari, sebab pendidikan merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh hampir semua irang dari lapisan masyarakat.

Pendidikan sebagai sesuatu yang penting memang tidak terlepas dari banyaknya pendapat dan asumsi tentang arti dan definisi pendidikan yang sebenarnya. Sehingga banyak pula persepsi yang timbul dengan adanya banyak pengertian serta definisi yang ada.

Pada zaman yang serba modern ini banyak istilah yang menunjuk kedalam pelayanan kegiatan yaitu manajemen, pengelolaan, pengaturan dan sebagainya, yang didefinisikan oleh berbagai ahli secara bermacam-macam.

Berbicara masalah pendidikan, dalam bidang ini pun pendidikan masih membutuhkan ilmu manajemen yang nantinya akan menjadi suatu acuan terjadinya kegiatan yang sistematis. Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Agar suatu manajemen dapat dipahami secara rinci dan dalam, Mulyani A. Nurhadi menekankan adanya ciri-ciri atau pengertian Manajemen Pendidikan tersebut sebagai berikut :

  1. Manajemen merupakan rangkaian aktivutas serta kegiatan yang dilakuakan oleh manusia, untuk manusia.
  2. Rangkaian kegiatan yang ada merupakan suatu proses dimana kegiatan pendidikan nanatinya akan bersifat kompleks dan unik yang berbeda dengan tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya ; tujuan kegiatan pendidikan ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan secara umum dan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh suatu bangsa.
  3. Proses pengelolahan ini dilakukan secara bersamaan oleh pihak-pihak yang ada dalam lingkup organisasi tersebut, dan suasana kerja harus terjaga dengan kondisi yang harmonis.
  1. Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, yang dalam hal ini meliputi tujuan yang bersifat umum (skala tujuan umum) dan yang diemban oleh tiap-tiap organisasi pendidikan (skala tujuan khusus).

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Pada fungsi perencanaan merupakan fungsi awal yang dilakukan dalam kegiatan me-manage sesuatu. Perencanaan sendiri merupakan proses dimana kegiatan kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi.

Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Fungsi ini merupakan fungsi untuk memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Berbicara menenai manajemen pendidikan, manajemen pendidikan sendiri memiliki ruang lingkup yang dapat dibagi menjaadi tiga bagian yaitu Wilayah Kerja, Menurut Objek garapan, dan Menurut Fungsi Kegiatan.

Jika ditelisik menurut wilayah kerjanya ruang lingkup manajemen tadi dapat berupa Manajemen seluruh negara, manajemen satu propinsi, manajemen satu unit kerja, dan manajemen kelas.

Objek garapan dari manajemen pendidikan tadi yang nantinya akan menjadi sebuah pengaturan serta pengelolahan terhadap manajemen siswa yang masuk dalam kategori peserta didik, manajemen ketenaga pendidikan, manajemen sarana-prasarana, manajemen tata laksana pendidikan, manajemen pembiayaan dan manajemen humas.

Sedangkan menurut fungsi kegiatan dari manajemen pendidikan tadi meliputi , merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan, mengko-munikasikan, mengawasi atau mengevaluasi. Tentu semuanya harus dilakukan dan dirancang seefisien dan seefektif mungkin.

Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling.

Demikian artikel yang membahas mengenai Proposal Tesis Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan, Ruanglingkup Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Artiekel Yang Terkait:

manajemen

Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

Lembaga Pendidikan IslamLembaga Pendidikan Islam~ Tahukah anda bahwa manajemen merupakan suatu bidang ilmu yang sangat dibutuhkan disemua bidang? Yah memang manajemen merupakan ilmu yang digunakan dalam melakukan segala pengelolahan dan perencanaan dalam setiap kegiatan, tak terkecuali kegiatan dalam lembaga pendidikan Islam.

Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, da masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsure-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan.

Selain itu, manajemen merupakan suatu cara meningkatkan performansi secara terus menerus pada setiap level operasi atau proses, dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia.

Melihat perkembangan yang ada pada manjamen, para pakar berusaha mencari berbagai konsep mengenai manajemen yang nantinya akan dijadikan sebuah pedoaman pelaksaan segala kegiatan dalam organisasi tersebut.

Tak terkecuali pda lembaga pendidikan Islam, pada lembaga pendidikan Islam tidak jauh beda dengan lembaga pendidikan yang lainya. Mereka membutuhkan suatu pengaturan, pengolahan serta pengawasan terhadap jalannya kegiatan belajar mengajar.

Ulama Islam KH. Ali selaku Ketua Dewan Majelis Ulama Indonesia menuturkan bahwa manajemen menurut pandangan Islam ialah suatu perwujudan amal sholeh yang tindakannya diukur dengan niat baik. Sehingga dari niat baik tersebut akan muncul sebuah motivasi yang nantinya akan menghasilkan sebuah aktivitas yang baik pula.

Dalam Islam yang menjadi landasan utama manajemen yaitu kebenaran, kejujuran,keadilan serta keahlian. Seorang manajer yang baik harus bisa memiliki sifat serta sikap seperti yang dijabarkan tadi. Dalam Islam sendiri menekankan sebuah kepemimpinan yang menjadi faktor utama terjadinya suatu manajemen.

Dalam Islam tidak pernah mengeal perlakuan diskriminasi berdasarkan berdasarkan suku, agama, atau pun ras. Dalam Islam juga menganjurkan yang namanya pluralitas dalam bisnis ataupun manajemen.

Dalam Islam juga dikenal pilar etika sebuah manajemen pendidikan, menurut Islam pilar tersebut meliputi:

  1. Pilar pertama, tauhid artinya memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah, manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya.
  2. Pilar kedua, adil artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan akad saling setuju.
  3. Pilar ketiga, adalah kehendak bebas artinya manajemen Islam mempersilahkan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yaitu halal.
  4. Dan keempat adalah pertanggungjawaban artinya Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.

Keempat pilar tersebut akan membentuk konsep etika manajemen yang fair ketika melakukan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun antara pimpinan dengan bawahan.

Seorang pemimpin harus bersikap lemah lembut inilah yang membedakan ciri manajemen Islami dengan manajemen ala budaya barat. Namun dalam hal tersebut tidak melupakan serta tidak lantas menghilangkan ketegasan dan disiplin. Jika karyawan tersebut melakukan kesalahan, tegakkan aturan. Penegakkan aturan harus konsisten dan tidak pilih kasih.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Pendidikan Islam, Unsur Manajemen, Pilar Manajemen Islam, Pentingnya Ilmu Manajemen. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

konsep pendidikan

Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

Konsep Dasar Manajemen

Konsep Dasar Manajemen~  Dalam melakukan sesuatu sesorang pasti membutuhkan suatu perencanaan, pengelolahan, serta pengaturan agar kegiatan tersebut berjalan secara sistematis. Dalam kegiatan berorganisasi pastilah membutuhkan suatu perencanaan, pengelolahan, serta pengaturan agar kegiatan tersebut berjalan secara sistematis.

Suatu perencanaan, pengelolahan, serta pengaturan agar kegiatan tersebut berjalan secara sistematis seringkali disebut dengan pengertian manajemen secara sempit. Tak hanya organisasi saja yang membutuhkan peran manajemen, akan tetapi lembaga-lembaga pemerintahan juga membutuhkannya.

Salah satunya ialah lembaga pendidikan, dalam pendidikan tentu saja dibutuhkannya suatu perencanaan yang snagat matang untung mengangkat serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain sebagai perencana manajemen juga memiliki fungsi sebagai pengaturan, pengorganisasian, sampai dengan pengawasan.

Stiap ilmu yang lahir tentu saja mempunyai spesifikasi serta ciri-ciri yang berbeda dengan ilmu yang lainnya, tak terkecuali pada ilmu manajemen yang memiliki ciri-ciri mengenai apa (ontology) bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi), pengetahuan manajemen tersebut disusun. Ketigannya ciri-ciri tersebut sangat berkaitan satu sama lain sehingga dapat dikatakan telah menciptakan suatu sistem tersendiri.

Dari ketiga ciri-ciri tersebut bisa dikatakan sebagai lahirnya konsep manajemen, landasan ontology dan aksiologi merupakan suatu konsep bagaimana mengembangkan landasan epistimologi yang sesuai. Persoalan utama yang dihadapai oleh setiap epistimologi pada dasarnya bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhatikan aspek ontology dan aksiologi.

Demikian juga halnya dengan masalah yang dihadapai epistimologi, yakni bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjadi masalah mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan dan mengendalikan peristiwa atau gejala yang muncul.

Manajemen pendidikan merupakan keseluruhan kegiatan yang dilakukan dengan kerja sama antara kedua belah pihak dengan tujuan untuk mencapai pendidikan yang telah ditetapkan.

Ada pula yang mengatakan bahwa manajemen pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang dapat berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabug dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien.

Dalam manajemen pendidikan sendiri memiliki unsur-unsur yang dapat dipelajari dalam hal yang seksama, adapaun unsur manajemen pendidikan meliputi ;

  1. Rasional
  2. Estimasi (Perkiraan)
  3. Preparasi (Persiapan)
  4. Efisiensi dan efektifitas
  5. Operasional.

Banyak sumber daya manajemen yang telibat dalam organisasi atau lembaga-lembaga termasuk lembaga pendidikan, seperti manusia, sarana dan prasarana, biaya, teknologi dan informasi.

Namun demikian sumber daya yang paling penting dalam pemdidikan adalah sumber daya manusia. Persoalan pengembangan sumber daya manusia mempunyai hubungan yang positif dengan produktifitas dan pertumbuhan oraganisasi, kepuasan kerja, kekuatan dan profesionalisme manajer.

Lima fungsi utama yang penting untuk diingat, bahwa manajemen adalah suatu bentuk kerja. Manager, dalam melakukan pekerjaannya, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu, yang dinamakan fungsi-fungsi manajemen, yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, staffing, memotivasi, pengawasan.

Dalam melaukan pengawasan dilakukan pengukuran dengan tujuan-tujuan, menentukan sebab-sebab penyimpangan yang terjadi terhadap perencanaan, dan pada tahap ini diperlukannya suatu evaluasi serta solusi untuk kedepannya.

Demikian artikel yang berisi tentang Konsep Dasar Manajemen Pendidikan, Fungsi Manajemen Pendidikan, Unsur Manajemen Pendidikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

Manajemen Publik

Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol

Manajemen Henry Fayol

Manajemen Henry Fayol~ Sudah secara umum diketahui bahwasannya manajemen sangat berfungsi sebagai peranan yang aktif dalam setiap kegiatan organisasi, perusahaan, kelompok, bahkan dirisendiri agar segala apa yang dikerjakan berjalan dengan teratur.

Manajemen sendiri dipergunakan untuk mengatur, merencanakan, serta mengontrol jalannya suatu perusahaan sehingga dapat mencapai  target (goals) yang diinginkan. Manajemen sendiri merupakan bidang yang berjenjang dalam artian anda akan mendapatkan jabatan yang tinggi apabila skill, dedikasi, serta keberuntungan sepadan dengan usaha anda.

Dalam menganngap manajemen merupakan suatu ilmu, manajemen tidak hanya digunkaan dalam ruang lingkup perusahaan akan tetapi digunakan dalam mengelolah diri sendiri, kelompok, dan negara sekalipun membutuhkan manajmen sebagai pedoman atau acuan.

Griffin menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, serta pengontrolan sunber daya yang ada untuk menjapai target (goals)  secara efektif dan efesien.

Efektif disini diartikan sebagai suatu tujuan untuk mencapai perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

Dari sini juga banyak istilah manajemen yang diartikan kedalam tiga pengertian yaitu:

  1. Manajemen sebagai suatu proses
  2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen
  3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai ilmu pengetahuan (Science)

Fungsi manajemen sendiri menekankan pada suatu elemen-elemen yang pada dasarnya melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

Namun sebenarnya fungsi manajemen sendiri telah ada sejak industrialis berkembangsaan Perancis yaitu Henry Fayol pertama kali memperkenalkannya pada awal abad ke-20. Ketika itu beliau menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga, yaitu:

  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha

Demikian arikel yang berisi tentang Pengertian Manajemen, Istilah Manajemen Fungsi Manajemen, Fungsi Manajemen Henry Fayol. Semoga artikel sederhana ini dapat memberikan wawasan untuk anda, dan semoga artikel ini dapat menjadi bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Struktur Modal

Teori Struktur Modal Manajemen Keuangan

Struktur Modal

Struktur Modal~ Dalam perekonomian strukur modal sangat dibutuhkan sebagai sarana pertimbangan pelaksanaan kegiatan. Hal ini juga dinyatakan bahwa sumber modal merupakan salah satu asset penting yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau pelaksana kegiatan keuangan.

Saat krisis moneter melanda dunia imbasnya terasa pada Indonesia yang ditandai kian memburuknya perekonomian Indonesia. Tingkat suku  bunga yang tinggi dan menurunnya daya beli masayarakat yang menurunnya menjadi terpuruknya kegiatan bisnis dunia.

Perusahaan besar yang tadinya berjaya mengalami kebangkrutan yang amat memprihatinkan akibat lesunya pasar dunia. Lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar menjadikan kondisi ini semakin memburuk. Hutang yang jatuh tempo tak lagi dapat diatasi yang menambah suramnya keadaan ini.

Berdasarkan pengalaman tersebut, perusahaan akan semakin sangat memperhitungkan dalam menentukan struktur keuangaannya beserta modalnya jika mereka akan mengambil keputusan untuk berhutang.

Dengan mengetahui faktor-faktor terjadinya kebangkrutan perusahaan yang ada mempengaruhi struktur modal perusahaan yang lainnya khususnya perusahaan manufaktur, dapat membantu para manajemen perusahaan dalam menentukan bagaimana seharusnya sumber modal mereka dipergunakan. Dengan demikian salah satu tujuan dari manajemen perusahaan untuk memaksimalkan kemakmuran usaha dapat tercapai.

Struktur modal sendiri merupakan perimbangan khusus hutang jangka panjang dengan modal sendiri. Struktur modal dapat tercermin dari segala kebijakan perusahaan dalam menentukan jenis-jenis sekuritas yang nantinya akan dikeluarkan.

Keputusan struktur modal berkaitan erat dengan pemilihan sumber dana yang baik, yang berasal dari dalam maupun luar perusahaan, tentu saja sangat mempengaruhi nilai perusahaan. Sumber dana perusahaan dari internal berasal dari laba ditahan dan depresiasi.

Dana yang diperoleh dari sumber eksternal merupakan dana yang diperoleh dari kreditur serta pemilik perusahaan. Kebutuhan dana yang berasal dari kreditur tersebut sama dengan hutang perusahaan. Sedangkan dana yang diperoleh dari para pemilik perusahaan dianggap sebagai modal sendiri.

Trade off  merupakan salah satu kebijakan dari struktur modal yang beresiko tinggi untuk tingkat pengembaliannya. Secara logika penambahan hutang yang dilakukan oleh perusahaan memperbesar resiko perusahaan akan tetapi sekaligus memperbesar tngkat pengembalian yang diharapkan.

Resiko yang didapat oleh perusahaan akibat membekaknya hutang perusahaan, secara tidak langsung akan menurunkan saham yang ada di dalam perusahaan tersebut, akan tetapi perlu diingat kembali pengembalian tadi akan menaikkan nilai saham yang ada. Struktur modal optimal merupakan struktur modal yang isinya menyeimbangkan antara resiko dan pengembalian sehingga harga saham tersebut dapat diperoleh secara maksimal.

Perlu diketahui bahwa di dalam struktur modal sendiri memiliki beberapa teori yang dikemukan oleh beberapa ahli antara lain agency theory, signaling theory, packing order theory.

Dalam agency theory  yang diungkapkan oleh Michael C. Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976 menyatakan bahwa para pemegang saham mengahrapkan bahwa agen tidak bertindak atas kepentingan diri sendiri akan tetapi juga bertindak atas kemauan dari para pemegang saham, sehingga pendelegasian kewenangan pemegang saham dapat dijalankan oleh agen.

Berbeda dengan signaling theory  yang diungkapkan oleh Brigham dan Houston (2001), beliau mengungkapkan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan prospek perusahaan manajemen perusahaanlah yang memberikan petunjuk kepada para investor mengenai keadaan dari perusahaan tersebut. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan berusaha menghindari penjualan sahamnya kepada orang luar dan akan mngupayakan berbagai cara untuk mencari modal baru dengan berbagai cara. Pengumuman emisi saham oleh suatu perusahaan merupakan suatu isyarat (signal) bahwa manajemen memandang prospek perusahaan suram. Apabila suatu perusahaan menawarkan penjualan saham baru lebih sering dari biasanya, maka harga sahamnya akan menurun, karena menerbitkan saham baru berarti memberikan isyarat negatif yang kemudian dapat menekan harga saham sekalipun prospek perusahaan cerah.

Sedangkan packing oreder theory  lebih mengasumsikan untuk mensejahterahkan para pemilik saham secara maksimum. Perusahaan berusaha menerbitkan sekuritas pertama dari internal, retained earning, kemudian utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas. Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal didasarkan pada defisit pendanaan internal.

Konsep trade off dalam balancing theory adalah menyeimbangkan manfaat dan biaya dari penggunaan utang dalam struktur modal sehingga disebut pula sebagai trade off theory. Struktur modal yang optimal dapat ditemukan dengan menyeimbangkan antara keuntungan penggunaan utang dengan biaya kebangkrutan dan biaya keagenan yang disebut model trade off.

Demikian artikel yang membahas mengenai Struktur Modal, Teori Struktur Modal. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait:

Pengopraian Angkutan Umum

Pengoperasian Angkutan Sekolah Malang International Education Park

Contoh Tesis~ Analisis Finansial Rencana Pengoperasian Angkutan Sekolah Malang International Education Park Di Kota Malang

Pengopraian Angkutan Umum

 

Latar Belakang

Fenomena buruknya kualitas pelayanan angkutan umum secara langsung dapat berpengaruh terhadap tingkat produktifitas penggunanya dalam menjalankan proses produksi. Jika dalam mata rantai proses produksi mengalami gangguan, maka proses produksi selanjutnya akan sangat terpengaruh. Jika peserta proses produksi tidak bisa menikmati salah satu bagian proses dengan baik maka hasil berikutnya pun tidak sebaik kalau ia menjalani bagian-bagian proses tersebut dengan nyaman.

Hal yang sama juga terjadi pada para pelajar pengguna angkutan umum khususnya di wilayah Kota Malang, ketersediaan sarana angkutan umum yang kurang memadai, ketidakpastian waktu operasi angkutan umum, keselamatan, keamanan, serta kenyamanan yang sangat minim dapat mengakibatkan menurunnya tingkat produktifitas para pelajar. Dalam kasus lain, seringkali para operator angkutan umum enggan untuk mengangkut para pelajar pada jam-jam sibuk pagi karena tarif yang ditentukan oleh pemerintah bagi para pelajar dianggap sangat murah dan merugikan operator angkutan umum.

Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dan juga batasan masalah yang ada, maka yang harus dirumuskan dalam penelitian ini adalah:

  1. Berapa estimasi biaya pengoperasian angkutan sekolah Malang International Education Park di Kota Malang?
  2. Berapa besaran jumlah penumpang rata-rata yang bias diangkut oleh angkutan sekolah tiap harinya?
  3. Bagaimana tingkat kelayakan pengoperasian angkutan sekolah Malang International Education Park?

Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan masukan kepada Pemerintah atau instansi terkait terkait dengan rencana pengoperasian angkutan sekolah Malng International Education Park Malang Di Kota Malang.
  2. Dapat Memberikan Penjelasan mengenai Kalayakan Rencana Pengoperasian Angkutan Sekolah International education Park Malang di Kota Malang.

Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian analisis financial rencana pengoperasian angkutan sekolah Malang International Education Park di Kota Malang, adalah sebagai berikut:

  1. Biaya operasional angkutan sekolah untuk masing-masing alternative rencana adalah sebagai berikut, alternative I Rp. 745 atau Rp. 7.951,- per bus/km,- per penumpang/km, alternative II Rp. 568,- per penumpang/km atau Rp. 7.492,- per bus/km;
  2. Penumpang rata-rata yang bias diangkut oleh angkutan sekolah Malang International Education Park adalah sebagai berikut, alternative I 1431 orang/hari, alternative II 2273 orang/hari.
  3. Perencanaan rute angkutan sekolah dibuat dalam 2 alternatif diprioritaskan untuk dilaksanakan terlebih dahulu dikarenakan nilai NPV untuk alternatif I lebih besar dari nilai NPV alternatif II. Sedangkan apabila suku bunga yang berlaku di bawah 7% maka alternatif II diprioritaskan untuk dilaksanakan terlebih dahulu karena nilai NPV alternatif II lebih besar daripada nilai NPV alternatif I.
  4. Hasil analisa finansial menunjukkan bahwa penyelenggaraan angkutan Sekolah untuk sekolah-sekolah di kawasan Malang International Education Park dinyatakan layak/ menguntungkan.
Paud

Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan Anak Usia Dini~  Pada zaman globalisasi saat ini, pendidikan telah diberikan dan ditanamkan sejak usia dini. Mengingat tujuan salah satu tujuan negara ialah mencerdaskan segenap bangsa Indonesia. Oleh sebab itu pemerintahan telah mencanangkan pendidikan usia dini.

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan segenap upaya yang dilakukan ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan menginjak usia enam tahun yang pendidikan tersebut diberikan melalui pemberian rangsanagan pendidikan untuk membantu pertumbuhan anak tersebut dari segi jasmani maupun rohani.

PAUD sendiri merupakan sederet aturan penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Selain itu perlu diketahui kembali bahwa ada beberapa tujuan yang diselenggarakan oleh pendidikan anak usia dini:

  1. Pendidikan anak usia dini memiliki tujuan utamanya ialah membentuk karakter anak bangsa dengan kualitas yang baik, artinya menyiapkan sosok yang berkarakter yng dapat tumbuh dan berkembang sehingga memiliki kesiapan memasuki pendidikan dasar dan dapat mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  2. Untuk mempersiapkan anak mencapai kesiapan belajar dalam menghadapi pendidikan dasar.

Manajemen PAUD sendiri dapat diartikan sebagai suatuu menajemn pendirian pada pendidikan anak usia dini. Persyaratan untuk memasuki dunia PAUD ialah peserta didik berusia dini (0-6 tahun), ada penyelenggara dari badan hukum, ada pengelolah PAUD, serta adanya tenaga kerja pendidik PAUD.

Sarana prasarana PAUD yang harus disediakan antara lain ialah memiliki kurikulum, memiliki program kegiatan belajar-bermain dan mengajar (PKBM), dan tersedia sumber dana untuk pelaksanaan atau operasional pendidikan.

Dalam manajemen PAUD sendiri memiliki orientasi terhadap penyelengaraan kesehatan gizi yang meliputi pertumbuhan, layanan kecerdasan dan psikologis, layanan sosial dan sikap serta, layanan keagamaan dan spiritualisasi.

Hal yang telah dijabarkan di atas bertujuan agar anak yang terdidik dapat memiliki pengalaman belajar yang opyimal, kecerdasan otak yang berkualitas, pertumbuhan fisik yang sehat, perkembangan psikososial positif, dan bertumbuh sesuai dengan dunia anak.

Selain substansi pengelolaan program PAUD yang meliputi manajemen personalia atau SDM, kurikulum (menu ) kegiatan bermain dan belajar kemudian manajemen peserta didik, manajemen keuangan lembaga, dan manajemen humas serta manajemen sarana- prasarana.

Demikian artikel yang membahas mengenai Pendidikan Anak Usia Dini, Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini. Artikel ini dibuat dengan sengaja agar dapat menambah wawasan bagi pembaca, dan artikel ini dapat dijadikan bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait: