Monthly Archives: August 2014

Anggaran Keluarga

Teori Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga

Manajemen Keuangan Keluarga ~ Di dalam suatu manajemen keuangan keluarga juga perlu diketahui oleh seorang ibu rumah tangga atau keluarga inti terdapat dua konsep utama menajemen keuangan yaitu neraca laba/rugi serta manajemen arus kas.

Bagi anda, ibu rumah tangga yang memiliki perhatian khusus mengeai keuangan keluarga, perlu kiranya menyimak dengan seksama isi artikel berikut ini.

Arus kas atau nama lainnya cash flow merupakan suatu aliran uang yang dicatat mulai dari kegiatan kita mendapatkan uang tersebut, menyimpannya, mengembangkannya, samapai dengan mengeluarkan uang tersebut dengan cara teratur dan bijaksana diselingi dengan sikap yang disiplin.

Pentingnya cashflow sebagai pengetahuan akan keuangan keluarga, perlu dipahami secara mendalam agar tidak terjadi kekacauan pada keungan keluarga serta terpantaunya keuangan dengan baik. Ada ungkapan yang cukup unik ketika membahas mengenai maslaah keuangan terutama keuangan keluarga yaitu “bukan masalah yang besar keuangan Anda mengalami status defisit, asalkan anda tahu kemana perginya uang tersebut”.

Pendapatan merupakan hal yang wajib diketahui ketika kita sedang memahami cashflow. pendapatan merupakan kegiatan memperoleh uang/harta yang biasanya didapat dari dua aktivitas utama yaitu gaji dan investasi.

Hasil investasi diperoleh dari suatyu aktivitas penanaman modal dalam berbagai cara. Cara-cara tersebut dapat erupa berinvestasi seperti deposito, properti, saham, hasil usaha, reksadana, obligasi dll.

Kebanyakan keluarga terutama ibu rumah tangga menyimpan seluruh penghasilan yang didapat tadi kedalam bentuk uang tunai, atau dapat disimpan di bank yang sewaktu-waktu dapat diambil di ATM.

Pengeluaran merupakan hal yang juga perlu diperhatikan selain memperhatikan pendapatan keluarga. Pengeluaran suatu aktivatas yang mengakibatkan jumlah harta atau uang kita menjadi berkurang. Dalam akuntansi sendiri akan dapat terkihat dengan jelas pengeluaran serta pemasukan kita melalui diagram.

Apabila kita tidak dapat me-manage  uang keluarga dengan baik, maka akan akan terjadi sebuah kekacauan yang bisa-bisa berujung dengan kebangkrutan samapi dengan kemiskinan.

Dalam pengeluaran keluarga dapat dijabarkan secara umum meliputi :

  1. Pengeluaran Rumah Tangga,
  2. Cicilan Utang,
  3. Premi Asuransi,
  4. Pembantu Rumah Tangga,
  5. Keperluan Anak,
  6. Transportasi,
  7. Zakat/Pajak,
  8. Hiburan/Rekreasi,
  9. Kegiatan Sosial,
  10. Fashion, dan sebagainya.

Bila mengingat kembali dan apabila diperhatikan dengan seksama kesalahan yang paling mendasar dari kebanyakan keluarga ialah hanya berkutat pada pendapatan saja yang statusnya akan terus-menerus dikuras untuk menutupi pengeluaran keluarga. Sangat sedikit keluarga yang memikirkan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menjadikan pendapatannya tersebut berlipat-lipat, padahal jika dipelajari bersama investasi merupakan salah satu sumber pendapatan dalam artian tambahan pendapatan.

Sama dengan nama lainnya ialah penanaman modal, investasi merupakan slaah satu sumber pendapatan yang dapat dijadikan sebagai penutup pengeluaran keluarga asalkan dikerjakan dengan cara yang rajin.

Penjabaran di atas merupakan penjabaran singkat serta gamban konsisi ideal yang selaknyanya harus dicapai oleh semua keluarga. Jika selama ini anda hanya mengandalakan gaji sebagai pemasukan utama dan sebagai sarana penutup pengeluaran keluarga, maka sudah selayaknya mulai saat ini anda sedikit demi sedikit menyisihkan uang anda untuk menanamkan modal anda sebagai sumber pendapatan sekunder.

Berikut ini kami jabarkan tata cara me-manage keuangan keluarga anda, yang layak dijadikan sebagai pedoman penganggaran kegiatan keuangan rumah tangga anda:

  1. Hitunglah  penghasilan anda dengan cara sebersih-bersihnya atau dapat disebut dengan penghasilan bersih. Penghasilan bersih merupakan jumlah dari penghasilan yang diterima setelah terjadi pemotongan pajak penghasilan dan pemotongan pajak yang lainnya.
  2. Buatlah sebuah list  yang akan menjadi kebutuhan rumah tangga setiap bulannya, kebutuhan tersebut juga termasuk kebutuhan hipotek, pajak kendaraan, biaya tak terduga.
  3. Kumpulkan slip gaji dan tagihan yang diterima sebagai pengeluaran dalam tiga bulan terakhir agar dapat membandingkan keseimbangan keuangan keluarga anda.
  4. Hitunglaha rata-rata keuangan yang diterima serta yang dikeluarkan setiap bulannya, jika pada terjadi pengeluaran yang tidak terduga, perkirakanlah kembali berapa besar nominalnya untuk bulan kedepannya.
  5. Kurangilah penghasilan bersih anda dengan rata-rata pengeluaran anda.
  6. Alokasikan dana yang ada juga dengan kebutuhan pribadi anda.

Demikian artikel yang berisi tentang Teori Manajemen Keuangan Keluarga, Langkah-Langkah Pengangaran Keuangan Keluarga yang dapat dapat kami sajikan untuk anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait:

Pedagang Buah

Manajemen Strategi Pemasaran Secara Efisiensi Buah Lokal Pasca Letusan Gunung Kelud

Pedagang BuahStrategi Pemasaran~ Akibat dari letusan gunung Kelud yang dilanjutkan dengan aktivitas hujan abu vulkanik beberapa waktu lalu sangan memberi dampak yang dapat dibilang merugikan pada jalur distribusi bahkan pemsaran buah disejumlah kota di Jawa Timur.

Dapat dilihat banyak sekali perubahan yang ada dalam kegiatan pemasaran buah yang ada. Misalnya saja pada buah jeruk, apel, dan semangka yang hingga kini melonjak naik. Harga apel yang semula hanya 25 ribu rupiah perkilonya kini naik menjadi 30 ribu rupiah tiap kilogramnya.

Adanya kenaikan harga tersebut disebabkan oleh telatnya pengiriman serta pemasokan dari buah yang berada pada daerah yang terkena imbas dari abu vulkanik.

Tentu saja dampak yang terjadi selanjutnya berada penuh pada kegiatan pemasaran. Berkurangnya jumlah pembeli membuat para pedagang buah gigit jari. Alhasil keseimbangan antara transaksi pasar menjadi rancu.

Dari gambaran berita di atas dibutuhkan suatu strategi yang dapat mengatasi semua masalah dan kendala tersebut. Dari penyusunan strategi akan didapat suatu solusi yang dapat digunakan untuk kegiatan yang mendatang.

Efisiensi Pemasaran

Kinerja sistem pemasaran dikatakan adil dan efisien apabila konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi.  Selain itu  masing-masing  lembaga pemasaran memperoleh keuntungan yang adil dan merata sesuai proporsi  biaya yang dikeluarkan.

Efisiensi sering digunakan  di  industri  hasil pertanian  dalam mengukur kinerja pasar. Peningkatan efisiensi merupakan tujuan umum dari petani, lembaga pemasaran, konsumen dan masyarakat umum. Merupakan hal yang umum bahwa semakin tinggi efisiensi berarti kinerja pasar semakin baik, demikian pula sebaliknya.

Masalah efisiensi pemasaran berhubungan dengan masalah penyaluran barang-barang atau jasa dari  produsen kepada konsumen menurut tempat, waktu, dan bentuk yang diinginkan oleh konsumen dengan biaya yang serendah-rendahnya sesuai dengan tingkat teknologi yang ada.

Strategi Pemasaran Buah Lokal secara Umum

A. Perbaikan teknologi produksi secara tepat guna

  1. Penggunaan bibit dan pupuk berkualitas
  2.  Perbaikan manajemen pemeliharaan kebun sesuai dengan kondisi wilayah
  3. Peningkatan kualitas SDM petani melalui penyuluhan dan pelatihan teknis
  4. produksi sesuai dengan kondisi wilayah

B. Perbaikan kebijakan pemerintah yang mendukung pelaku agribisnis

  1. Memperbaiki kebijakan tarif impor buah
  2. Membuat kebijakan harga input domestik yang mendukung pelaku agribisnis
  3. Membatasi alih fungsi lahan pertanian produktif melalui revitalisasi agrarian
  4. Dinas Pertanian dan Kehutanan  lebih mendorong pengembangan agribisnis komoditi buah-buahan unggulan ke arah agroindustri

 C. Perbaikan  promosi  buah  lokal  oleh pelaku agribisnis, pemerintah, dan   akademik

  1. Perbaikan kualitas buah lokal
  2. Perbaikan tampilan kemasan buah lokal
  3. Memperluas jaringan pemasaran buah lokal baik dalam bentuk segar maupun olahan melalui kegiatan pengenalan produk unggulan lokal kepada masyarakat dalam even-even tertentu seperti pameran, dan lain-lain.

Artikel Yang Terkait:

Pedagang Buah

Teori Manajemen Keuangan Daerah

Manajemen Keuangan DaerahManajemen Keuangan Daerah~  Dalam era otonomi saat ini sangat diperlukan suatu pengelolahan keuangan yang dapat menjadi suatu strategi tersendiri bagi pemegang kekuasaan pemerintahan daerah. Perbaikan kinerja pada pengelolahan keuangan daerah juga menjadi PR nomor satu pemerintahan daerah.

Dalam konsekwensi yang logis manajemen keungan merupakan hal yang sangat logis bagi pemerintahan daerah. Pengelolahan keuangan daerah dapat digambarkan sebuah pengelolaan keuangan yang menitikberatkan keseimbangannya dengan keuangan pusat.

Dalam era reformasi yang terjadi menungkatkan pada penekanan akuntabilita publik yang bertenggangjawab secara penuh , khusunya bagi aparat pemerintahan di daerah, tanpa mengesampingkan pertanggungjawaban vertical kepada pemerintahan atasan dalam segala aspek pemerintahan.

Keuangan daerah merupakan semua hak serta kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah itu sendiri yang segalanya dinilai dengn uang. Kekayaan yang berhubungan dengan keuangan daerah dianggap sebagai sumber dana dalam rangka penganggaran APBD.

Sedangkan APBD sendiri merupakan suatu alat public untuk mensejahterakan publik dengan tujuan otonomi daerah yang luas, nyata serta bertanggung jawab.

Keterkaitan APBD dengan keuangan daerah merupakan pernyataan khusus adanya hubungan dana daerah dengan dana pusat atau yang lebih dikenal dengan istilah perimbangan keuangan pusat dan daerah.

Dana tersebut terdiri dari dana dekonsentrasi (PP No. 104 tahun 2000 tentang Dana perimbangan) dan dana desentralisasi. Dana dekonsetrasi berbentuk dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus. Sedangkan yang dimaksud dana desentralisasi adalah yang bersumber dari pendapatan asli daerah.

Tujuan keuangan daerah sendiri meliputi akuntabilitas, terpenuhinya kewajiban keuangan, kejujuran, hasil dan daya guna kegiatan daerah, dan yang terakhir pengendalian.

Pada tahap terakhir yaitu keuangan daerah, seorang manajer Keuangan Daerah, DPRD dan aparat fungsional pemeriksaan harus melakukan pengendalian agar semua tujuan dapat tercapai. Harus selalu memantau melalui akses informasi

Dari sinilah diketahui pula bahwa manajemen keuangan memiliki fungsi. Fungsi manajemen terbagi atas tiga tahapan utama yaitu adanya proses perencanaan, adanya tahapan pelaksanaan, dan adanya tahapan pengendalian/ pengawasan.

Oleh karena itu fungsi manajemen keuangan daerah terdiri dari unsur-unsur pelaksanaan tugas yang terdiri dari tugas :

  1. Pengalokasian potensi sumber-sumber ekonomi daerah;
  2. Proses Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah;
  3. Tolok ukur kinerja dan Standarisasi;
  4. Pelaksanaan Anggaran yang sesuai dengan Prinsip-prinsip Akuntansi;
  5. Laporan Pertanggung Jawaban Keuangan Kepala Daerah; dan
  6. Pengendalian dan Pengawasan Keuangan Daerah.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan Daerah, Dimensi Manajemen Keuangan Daerah, Tujuan Keuangan Daerah, Fungsi Manajemen Keuangan Daerah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

DCIM100MEDIA

Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan

Sarana Prasarana PendidikanSarana Prasarana Pendidikan~ Dalam melaksanakan seluruh rancanagan kegiatan yang ada manajemen selalu dibutuhkan peran aktifnya, agar segala rancangan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar serta sistematis.

Pada dasarnya manajemen menekankan pada pengelolahan serta perencanaan. Tak terkecuali pada pendidikan, manajemen juga sangat dibutukan sebagai sarana dan prasarana pendidikan.

Dari sini dapat diketahui pula bahwa sarana penididikan merupakan wadah, tempat, alat pelengkap sebagai proses perencanaan serta pelaksanaan belajar mengajar. Sarana pada pendidikan dapat berupa papan tulis, spidol, penghapus, alat tulis, buku, dan media pengajaran.

Sedangkan yang dimaksud dengan prasarana pendidikan merupakan segala fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya suatu proses pendidikan tersebut. Prasarana yang ada pendidikan dapat meliputi gedung, ruang kelas, halaman, kebun sekolah, jalan menuju sekolah, dan sebagainya. namun, apabila prasarana tersebut digunakan secara langsung untuk kegiatan belajar mengajar, misalnya kebun sekolah digunakan untuk kegiatan belajar biologi maka kebun sekolah menjadi sarana pendidikan.

Manajemen sarana dan prasarana merupakan segala kegiatan yang mengatur serta mengelola sarana prasarana pendidikan secara efesien dan efektif dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan itu sendiri.

Melakukan pengaturan, serta menjaga sarana prasarana pendidikan agar dapat memberikan kontribusi pada lembaga pndidikan secara maksimal dan optimal merupakan salah satu tugas dari manajemen sarana prasarana pendidikan.

Akan tetapi yang menjadi suatu dasar tujuan manajemen sarana prasarana pendidikan, meliputi sebagai berikut:

  1. Menciptakan suatu lembaga pendidikan yang bersih, rapi, indah, sehingga menyenangkan bagi warga sekolah yang erda pada naungan lembaga pendidikan.
  2. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas dan relevan dengan kepentingan dan kebutuhan pendidikan.

Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen sarana prasarana pendidikan memiliki tujuan yaitu memberi kontribusi secara penuh, optimal, serta maksimal bagi kegiatan belajar mengajar pada lembaga pendidikan.

Yang menjadi fungsi utama manajemen sarana prasarana pendidikan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasaan, dan evaluasi kegiatan pengadaan barang, pembagian dan penggunaan barang (inventasi), perbaikan barang, dan tukar tambah maupun penghapusan barang.

Dalam merencanakan sarana tidak semudah merancang rencana prasarana yang hanya mempertimbangkan segala sesuatunya hanya sebatas selera dan persediaan yang ada.

Untuk merencanakan sarana dibutuhkan suatu proses sebagai tahap yang bersifat edukatif. Adapaun tahapan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Dalam masalah pembelajaran dibutuhkannya suatu analisis tertentu untuk penyampaian pembelajaran efektif. Dalam hal ini guru mata pelajaranlah yang bertindak secara langsung.
  2. Diadakannya penyeleksian terhadap prioritas-prioritas alat-alat yang mendesak
  3. Pengevaluasian alat-alat yang akan ditinjau lebih jauh.
  1. Mengadakan seleksi terhadap alat pelajaran/media yang masih dapat dimanfaatkan, baik dengan  reparasi atau modifikasi maupun tidak.
  2. Mencari dana apabila masih kekurangan dana dalam pengadaan sarana pendidikan.
  3. Menunjuk seseorang dalam melaksanakan pengadaan sarana dan prasrana. Penunjukkan ini sebaiknya berdasarka pada keahlian, kelincahan berkomunikasi, kejujuran, dan sebagainya.

Demikian artikel yang membahas mengenai Sarana Prasarana Pendidikan, Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan, Tujuan Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan, Proses Manajemen Sarana Prasarana Pendidikan.

Artikel ini dibuat dengan sengaja dengan tujuan yang tak lain ialah agar wawasan anda dapat bertambah, serta penulis berharap artikel ini dapat dijadikan bahan acuan untuk refrensi anda.

Artiekel Yang Terkait:

alquran

Manajemen Pendidikan Islam

Pendidikan Islam

Pendidikan Islam~  Dalam setiap kegiatan memang membutuhkan adanya manajemen, karena hal tersebut menjadikan teratur dan lebih mengarahkan kepada tujuan yang akan dilakukan, begitu pula dalam hal pendidikan.

Dunia pendidikan pada saat ini diwarnai berbagai kegiatan yang menunjang terlaksananya suatu pendidikan yang berkarakter. Selain itu tak dapat dipungkiri bahwa manajemen dalam pendidikan merupakan kebutuhan yang mendesak serta suatu kebutuhan yang harus mendapatkan respon yang sangat cepat dan tepat.

Hal tersebut mengingat sistem pendidikan yang tidak akan bisa sempurna dan berjalan dengan sistematis tanpa adanya sebuah manajemen. Oleh karenanya dunia pendidikan membutuhkan manajemen yang dijadikan sebagai suatu perencanaan, pengelolahan serta pengawasan bagi kegiatan sehari-hari.

Tak terkecuali pendidikan Islam yang ada di Indonesia pada era modern saat ini sedang gencar-gencarnya dikembangkan sayapnya, mengingat banyaknya perubahan yang dialami akibat globalisasi serta budaya asing yang berdampak negatif bagi anak bangsa.

Kembali lagi pada manajemen, manajemen yang ada pada setiap organisasi merupakan suatu proses aktivitas yang ada pada organisasi tersebut meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling dalam penggunaan sumberdaya organisasi. Sehingga  dapat dikatakan bahwa aplikasi manajemen organisasi hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi yang bersangkutan.

Dalam pendidikan Islam terjadi suatu proses pembekalan ilmu kepada peserta didik untuk mencapai kesuksesan di dunia dan di akhirat. Maka dalam manajemen pendidikan Islam sendiri dapat mencakup kedalam beberapa hal meliputi administrasi, pembiayaan serta kerja sama dan sistem informasi pendidikan berdasarkan perspektif islam.

Dari uraian di atas, Tesis Manajemen tertarik untuk membahas seputar   manajemen pendidikan Islam. Dari penulisan artikel kali ini penulis berharap dapat menambah wawasan anda.

Secara sederhana penelolahan administrasi pendidikan dapat diartikan serangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, penugasan, pelaksanaan, pengwasan dan penilaian tentang berbagai masalah pendidikan dalam rangka mencapai tujuan yang tlah ditetapkan. Dalam pendidikan memiliki beberapa fungsi utama administrasi seperti Planning, Organizing, Actuating, Controling.

Dalam memasuki tahap perencanaan, setiap organisasi harus mengetahi dengan jelas dan benar apa yang gharus direncanakan, dari perencanaan tadi akan timbul suatu usaha serta pertanyaan bagaimana rencana tersebut dapat terwujud dengan baik.

Sedangkan pengorganisasian Fattah menjelaskan bahwa Pengorganisasian merupakan proses membagi kerja dalam tugas tugas yang kecil, membebankan tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kemampuanya, dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektifitas pencapaian tujuan organisasi.

Sedangkan pengawasan merupakan hal yang paling dibutuhkan dalam tahap akhir sebuah manajemen serta seuatu proses dimana dilakukan sebuah pengawasan apakah rencana tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sesuai target. Dalam proses pengawasan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumberdaya perusahaan telah digunakan dengan cara yang paling efekif dan efisien guna tercapainya tujuan perusahaan.

Dalam pembiayaan pendidikan islam, menganut beberapa prinsip. Adapun Prinsip-prinsip pengelolaan dan pembiayaan pendidikan dalam Islam, meliputi:

  1. Keikhlasan
  2. Tanggung jawab kepada tuhan
  3. Suka rela
  4. Halal
  5. Kecukupan
  6. Berkelanjutan
  7. keseimbangan dan proposional

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Pendidikan Islam, Fungsi Manajemen Pendidikan Islam, Prinsip Pembiayaan Pendidikan Islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Manajemen Publik

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen SDM~ Dalam organisasi atau perusahaan manusia merupakan sumber daya yang paling penting, karena manusia dianggap mampu dan berakal dan dianggap paling mampu mengatur serta mengelola kegiatan yang ada dalam organisasi atau perusahaan tersebut.

Berbicara masalah sumber daya alam di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sumber daya manusia juga memiliki peran dalam manajemen, yang artinya SDM sangat penting dan berperan aktik dalam manajemen.

Manajemen Publik

Menanggapi hal tersebut Tesis Manajemen dalam artikel kali ini akan membahas mengenai manajemen SDM. Yang nantinya artikel ini dapat dijadikan bahan acuan refrensi anda.

Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia/Manajemen Personalia, meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Pengadaan tenaga kerja
  2. Pengembangan tenaga kerja
  3. Pemberian kompensasi
  4. Integritas, dan
  5. Pemeliharaan tenaga kerja

Ruang lingkup masing-masing fungsi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Fungsi pengadaan tenaga kerja, meliputi kegiatan penentuan kebutuhan tenaga kerja (baik mengenai mutu maupun jumlahnya), mencari sumber-sumber tenaga kerja secara efektif dan efisien, mengadakan seleksi terhadap para pelamar, menempatkan tenaga kerja sesuai dengan posisi yang sesuai, dan memberikan pendidikan serta latihan yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas bagi para tenaga kerja baru.
  2. Fungsi pengembangan tenaga kerja, meliputi kegiatan pendidikan dan latihan bagi para pekerja agar mereka dapat mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi dalam organisasi. Tujuan dari pengembangan tenaga kerja ini adalah peningkatan mutu atau keterampilan dan pengetahuan pekerja agar selalu mampu mengikuti perkembangan yang ada dalam organisasi.
  3. Fungsi pemberian kompensasi, meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para karyawan. Kegiatan disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasai karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh masing-masing pekerja secara adil.
  4. Fungsi integritas, merupakan kegiatan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu pekerja. Apabila tujuan-tujuan ini sudah sinkron, maka akan tergalang kekompakan dalam irama kerja organisasi dengan irama kerja para individu karyawan, sehingga akan menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi dalam pencapaian tujuan.
  5. Fungsi pemeliharaan tenaga kerja,mencakup pelaksanaan program-program ekonomis maupun non-ekonomis, yang diharapkan dapat memberikan ketentraman kerja bagi pekerja, sehingga mereka dapat bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi guna menghasilkan prestasi kerja yang diharapkan oleh organisasi.

Dalam Manajemen sumber daya manusia memiliki tujuan sebagai berikut:

1.  Tujuan Sosial

Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.

2.  Tujuan Organisasional

Tujuan organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.

3.   Tujuan Fungsional

Tujuan fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.

4.   Tujuan Individual

Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Sumber Daya Manusia, Fungsi Manajemen SDM, Tujuan Manajemen SDM. Semoga atikel ini dapat bermanfaat sebagai refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen Menurut George R Terry

Manajemen George R Terry

Manajemen George R Terry~  Fungsi manajemen akan selalu berperan aktif dalam suatu kegiatan keorganisasian, perusahaan, kelompok serta diri sendiri sangat membutuhkan ilmu tersebut sebagai sarana terselesaiakannya pekerjaan kita dengan cara yag tertur dan sistematis.

George R. Terry merupakan penyumbang pemikiran mengenai manajemen yang paling terkenal di dunia. Seluruh mahasiswa program studi manajemen tentunya mengenal beliau dengan berbagai literatur yang banyak diungkapakan oleh beliau. Dan beliau merupakan bapak manajemen ilmiah.

George R. Terry, memberikan segenap pemikirannya mengenai manajemen samapai mendasari banyak ahli manajemen di dunia. Bahkan pelajaran mengenai manajemen yang ada di Indonesia telah banyak diketahui secara umum bahwa pemikiran serta teori beliaulah yang digunakan sebagai dasar ajaran ilmu manajemen.

Di dalam bukunya beliau mengartikan serta mendefinisikan manajemen kedalam suatu proses yang membedakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni demmi mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari definisi yang diungkapkan kedalam bukanya tadi dapat dilihat pula beberapa fungsi manajemen menurut definisi George R. Terry diantaranya Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organization, Penggerakan (actuating), Pengawasan (controlling).

Perencanaan merupakan suatu dasar dari fungsi lain dalam manajemen untuk melakukan penyusunan langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Melakukan perencanaan tadi merupakan suatu kegiatan mempersiapkan segala kebutuhan, memperhitungkan matang-matang apa saja yang menjadi kendala, dan merumuskan apa saja kegiatan yang akan dilakukan.

Sementara itu pengawasan merupakan tahap akhir dalam fungsi manajemen yaitu megawasi segala tindak tanduk dari pergerakkan organisasi tersebut. Serta memastikan apa apa organisasi sudah melakukan sesuai perencaan yang telah dilakukan sebelumnya. Selain itu pengawasan juga berfungsi mengawasi segala pemakaian sumber daya, sehingga secara tidak langsung pengawasan juga memerintahkan untuk menggunakan sumber daya seefektif dan seefisien mungkin.

Dari sini kita dapat menangkap hakikat manajemen yang diungkapkan oleh George R. Terry ialah apa sesungguhnya yang direncanakan, itu yang harus dicapai. Maka dari itu perencanaan harus silakukan sematang mungkin agar saat pelaksanaanya dapat berjalan sebaik mungkin.

Prinsip manajemn sendiri merupakan suatu dasar yang dijadikan pemikiran bersama untuk pedoman kerja yang sifatnya utama atau pokok dan tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer dan pimpinan. Dan pada saat pelaksanaan prinsip tersebut tidak persifat kaku tetapi luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Prinsip-prinsip manajemen yang dijabarkan di atas dapat dilihat dengan seksama, sebagai berikut:

1. Pembagian kerja yang berimbang

Dalam hal ini pembagian tugas harus dilakukan secara merata menurut jenisnya kepada seluruh pekerja, sehingga manjer dituntut bersikap adil dalam memberikan beban pekerjaan.

2. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab

Setiap pekerja hendaknya diberi kewenangan untuk mengerjakan segala tugas yang telah diberikan agar tugas tersebut dapat terselesaiakan dengan baik. Pemberian kewenangan dapat diberikan langsung oleh atasan.

3. Disiplin

Disiplin disini berarti selalu bersedia mengerjakan tgas yang diberikan serta menyelesaiakananya tepat pada waktunya sesuai rencana yang telah dirancang sebelumnya.

4. Kesatuan perintah

Seorang pekerja ebaiknya haya menerima satu jenis perintah dari satu atasan saja aga tidak terjadi simpang siur kewenangan.

5. Kesatuan arah

Suatu kegiatan hendaknya memiliki satu tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan).

Demikian artikel yang membahas mengenai Fungsi Manajemen George R. Terry, Prinsip Manajemen. Semoga artikel kali ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi untuk anda.

Artikel Yang Terkait:

Manajemen Keuangan Organisasi

Fungsi Manajemen Keuangan Dalam Organisasi

Keuangan Dalam Organisasi

Keuangan Dalam Organisasi~  Manajemen keuangan merupakan suatu ilmu utama yang harus dipahami dan dimengerti ke dalam bidang yang ditekuni, sangat penting untuk memahami peranan manjemen keuangan dalam kegiatan operasi perusahaan,organiasi, ataupun kelompok.

Dalam hal ini Tesis Manajemen akan membahas seputar Fungsi manajemen keuangan dalam organisasi. Tujuan penulisan artikel ini tak lain ialah sebagai tambahan wawasan bagi pembaca.

Tujuan manajemen yang utama ialah untuk memaksimalkan setiap nilai yang didapat dari serangkaian kegiatan organisasi. Sehingga seorang manajer keuangan harus mengetahui dengan jelas dan rinci bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, karena itu merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahan.

Di dalam sebuah manajemen keuangan terdapat fungsi-fungsi manajemen antara lain fungsi Perencanaan Keuangan, Penganggaran Keuangan, Pengelolaan Keuangan, Pencarian Keuangan, Penyimpanan Keuangan, Pengendalian Keuangan, Pemeriksaan Keuangan, Pelaporan Keuangan.

Berbicara mengenai perencanaan keungan ada kutipan yang cukup unik yaitu “ perencanaan keungan muncul ketika keuangan mengalami kondisi yang tragis bahkan sakit”. Dengan kata lain perencanaan keungan merupakan dokter yag handal ketika keuangan kita mengalami sakit.

Banyak orang enggan menggunakan finacial planner  dengan berbagai alasan salah satu alasannya ialah jumlah simpanan yang masih kecil sehingga tidak perlu diadakannya suatu perencanaan yang menjadikan suatu keuangan tadi sebgaai sarana manajemen.

Justru persepsi diatas merupakan persepsi yang dapat dikatakan salah besar, karena sekecil apapun keuangan anda, jika anda pintar dalam me-manage  keunagan maka secara tidak mungkin bila keuangan anda akan menjadi lebih teratur. Bahkan dari perencanaan tadi bisa jadi terlahir sebuah pemikiran untuk mengembangkan unng tersebut dalam jumlah yang anda inginkan melalui berbagai investasi yang menguntungkan.

Di dalam manajemen keuangan sendiri memeliki sumber dana atau sumber modal yang dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan kegiatan keuangan. Analisis sumber dana atau analisis dana merupakan hal yang sangat penting bagi manajer keuangan.

Analisis rasio merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengethaui kondisi dan bagaimana prestasi keuangan yang dialami selama ini. Langkah pertama dalam analisis sumber dana adalah laporan perubahan yang disusun atas dasar dua neraca untuk dua waktu. Pada umumnya rasio keuangan dihitung menjadi 6 jenis, antara lain :

  1. Rasio Likuiditas, rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial jangka pendeknya.
  2. Rasio Leverage, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa banyak dana yang di-supply oleh pemilik perusahaan dalam proporsinya dengan dana yang diperoleh dari kreditur perusahaan.
  3. Rasio Akitivitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber dayanya.
  4. Rasio Profitabilitas, rasio ini digunakan untuk mengukur efektifitas manajemen yang dilihat dari laba yang dihasilkan terhadap penjualan dan investasi perusahaan.
  5. Rasio Pertumbuhan, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan mempertahankan posisi ekonominya, pertumbuhan ekonomi dan industry.
  6. Rasio Penialaian, rasio ini merupakan ukuran prestasi perusahaan yang paling lengkap oleh karena rasio tersebut mencerminkan kombinasi pengaruh dari rasio risiko dengan rasio hasil pengembalian.

Demikian artikel yang membahas mengenai Manajemen Keuangan Dalam Organisasi, Fungsi Menajemen Keuangan, Analisis Manajemen Keuangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebgai bahan acuan refrensi anda.

Artikel Yang Terkait:

manajemen

Teori Manajemen Keuangan Modern

Teori Manajemen

Teori Manajemen~Dalam illmu manajemen dibagi atas beberapa kajian. Salah satu kajian manajemen ialah menajemen keuangan.

Melihat bahwa arti dari manajemen sendiri ialah suatu poses pengelolahan, pengaturan, da pengendalian agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Maka, manajemen keuangan bisa diartikan juga sebagai suatu kegiatan memanage sumber modal pemilik perusahaan dengan cara pengguanaan sumber modal yang seefisien mungkin.

Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengelola dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

Adapun fungsi dari manajemen ialah, sebagai berikut:

1. Perencanaan Keuangan

Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.

2. Penganggaran Keuangan

Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.

3. Pengelolaan Keuangan

Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

4. Pencarian Keuangan

Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

5. Penyimpanan Keuangan

Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.

6. Pengendalian Keuangan

Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.

7. Pemeriksaan Keuangan

Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

Dalam kaijan ilmu manajemen keuangan sendiri, terdapat suatu teori yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengelolahan keuangan. Adapun teori tersebut meliputi sebagai berikut:

1. Konsep Pasar Modal Sempurna (Perfect Capital Markets)

Kebanyakan dari teori keuangan awal dibentuk dengan asumsi pasar modal sempurna. Secara umum, pasar modal sempurna memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Tidak ada biaya transaksi
  • Tidak ada pajak
  • Ada cukup banyak pembeli dan penjual
  • Baik individu maupun perusahaan memiliki kemampuan yang sama dalam akses ke pasar
  • Tidak ada biaya informasi sehingga setiap orang memiliki informasi yang sama
  • Setiap orang memiliki harapan yang sama
  • Tidak ada biaya yang berhubungan dengan hal kesulitan keuangan.

Jelas bahwa tidak semua asumsi tersebut berlaku di dunia nyata. Namun demikian, suatu teori hendaknya tidak menilai dari realistis atau tidak asumsinya tetapi dinilai dari seberapa konsisten teori tersebut dengan perilaku yang aktual.

2. Analisa Arus Kas yang di Diskonto (Discounted Cash Flow Analysis)

Pada manajemen keuangan, kita akan banyak berhubungan dengan aktiva finansial maupun aktiva riil yang nilainya diperoleh langsung dari seluruh arus kas yang akan dihasilkan oleh aktiva tersebut. Proses menilai arus kas di masa mendatang disebut analisis Discounted Cash Flow (DCF). Karena hampir semua keputusan keuangan berhubungan dengan masa mendatang, jelas bahwa keputusan keuangan selalu melibatkan analisis DCF. Konsep dasar DCF ada pada nilai waktu uang (time value of money) yang dikembangkan oleh John Burr Williams dan Myron J. Gordon.

3. Teori Penentuan Harga Option (Option Pricing Theory)

Suatu option (opsi) adalah hak untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada harga yang telah ditentukan sepanjang periode waktu yang telah ditentukan. Teori ini menawarkan suatu penilaian harga atau premi call dan put option. Implikasi dari teori ini adalah berkembang pesat untuk option, terutama option pada aktiva finansial,secara pesat di Amerika Serikat dan bursa besar lainnya diseluruh dunia. Teori ini membantu memahami penilaian sekuritas yang memiliki sifat option seperti warrant dan obligasi konversi. Teori ini secara formal dikembangkan oleh Fisher Black dan  Myron Scholes yang sering disebut Black-Ccholes Option Pricing  Model.

Demikian artikel yang membahas mengenai Fungsi Manjemen Keuangan, Teori Manajemen Keuangan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat sebagai bahan acuan refrensi anda.

Artikel yang Terkait: